SERANG – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Banten menunjukkan reaksi keras terhadap aksi pengeroyokan yang menimpa seorang wartawan saat bertugas. PWI Banten mendesak aparat penegak hukum (APH) untuk segera menangkap dan menghukum para pelaku sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.
Ketua PWI Provinsi Banten, Rian Nopandra, menyampaikan kecaman keras atas tindakan brutal terhadap wartawan yang sedang meliput di PT Genesis Regeneration Smelting, Jawilan, Kabupaten Serang, pada Kamis (21/8).
“Kami minta APH segera menangkap dan menghukum pelaku pengeroyokan sesuai hukum yang berlaku,” tegasnya.
Dugaan Keterlibatan Oknum Brimob, PWI Banten Angkat Bicara!
Rian juga menyoroti adanya dugaan keterlibatan oknum Brimob dalam insiden tersebut. Ia mempertanyakan kehadiran anggota Brimob di lokasi perusahaan yang tengah dikunjungi oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).
Baca Juga:
Unjuk Gigi di Pasifik: Kapal Perang Rusia-China Intai Jepang, Sinyal untuk AS?
“Itu bukan objek vital. Kenapa ada Brimob segala? Apa kepentingan mereka di sana? Apakah mereka disewa?” tanyanya dengan nada heran.
PWI Banten mendesak Kapolda Banten untuk mengusut tuntas dugaan keterlibatan oknum Brimob tersebut.
“Kapolda harus memastikan apa kepentingan anggota itu di sana. Jangan-jangan mereka dibayar untuk menjadi pengaman di pabrik itu? Jika benar, ini akan mencederai kepercayaan publik terhadap kepolisian,” jelasnya.
PWI Banten: Kekerasan Terhadap Wartawan Tidak Boleh Dibiarkan!
Rian menegaskan bahwa aksi pengeroyokan ini tidak boleh dibiarkan dan harus segera ditindaklanjuti. Ia mengingatkan bahwa wartawan menjalankan tugasnya untuk memberikan informasi yang akurat dan berimbang kepada masyarakat.
Baca Juga:
Pencabulan Gadis Disabilitas di Serang: Empat Pelaku Ditangkap
“Peristiwa ini tidak boleh didiamkan. Harus segera ditindaklanjuti. Saya harap Kapolda tidak menutup mata atas kejadian ini. Pemerintah daerah juga harus memberikan perhatian serius,” tegasnya.
















