JAKARTA – Ketegangan di kawasan Indo-Pasifik kembali memanas! Armada Angkatan Laut Rusia dan China terpantau aktif beroperasi di dekat wilayah Jepang dalam beberapa hari terakhir. Manuver ini terjadi bersamaan dengan latihan perang antara Jepang dan Amerika Serikat yang melibatkan persenjataan antikapal. Apakah ini sebuah pesan yang ditujukan langsung kepada sekutu utama AS tersebut?
Staf Gabungan Kementerian Pertahanan Jepang melaporkan bahwa sebuah kapal pengumpul intelijen angkatan laut Rusia, yang diidentifikasi sebagai Kurily, telah berlayar di sepanjang pantai timur Honshu, pulau utama Jepang, sejak awal bulan ini.
Kapal tersebut memasuki Samudra Pasifik melalui Selat Tsugaru setelah meninggalkan Timur Jauh Rusia. Pergerakannya terus dipantau hingga mendekati pulau-pulau terpencil di barat daya Jepang.
Antara Sabtu dan Senin, Kurily melanjutkan perjalanan ke selatan Pulau Okinawa Jepang, meninggalkan Laut Filipina menuju Laut China Timur.
Jepang pun mengerahkan kapal dan pesawat untuk mengawasi dan mengumpulkan informasi terkait aktivitas kapal Rusia tersebut.
Sementara itu, empat kapal angkatan laut China terdeteksi beroperasi di dekat pulau-pulau barat daya Jepang, melewati Selat Miyako, jalur strategis bagi angkatan laut China untuk bermanuver di luar Rantai Pulau Pertama.
Baca Juga:
Waspada Penipuan Mengatasnamakan Pj Sekda Kabupaten Serang Rudy Suhartanto
Dua di antaranya adalah kapal perusak CNS Suzhou dan CNS Dazhou. Suzhou dan Dazhou sempat berlayar dari Laut China Timur menuju Laut Filipina pada hari Sabtu, sebelum Dazhou kembali ke Laut China Timur pada hari Selasa.
“Militer Rusia terus melakukan kegiatan militer aktif di sekitar Jepang dan wilayah sekitarnya, menunjukkan kecenderungannya untuk mengerahkan peralatan militer terbaru di Timur Jauh,” tulis dokumen Pertahanan Jepang yang dikutip Newsweek. “Aktivitas militer Rusia di kawasan Indo-Pasifik, termasuk Jepang, ditambah dengan kemitraan strategisnya dengan China, menimbulkan kekhawatiran keamanan yang kuat.”
Jepang merupakan bagian penting dari Rantai Pulau Pertama dan Kedua, dua garis pertahanan utara-selatan di Pasifik Barat, yang menjadi strategi penahanan Amerika.
Tokyo sendiri terus berupaya memproyeksikan kekuatan militer untuk mencegah potensi agresi dari pihak-pihak yang dianggap sebagai musuh AS.
Saat ini, pasukan Amerika dan Jepang tengah menggelar Latihan Resolute Dragon 25 di seluruh Jepang, mendemonstrasikan kemampuan menenggelamkan kapal, termasuk penggunaan sistem rudal Typhon AS dan sistem rudal permukaan-ke-kapal Tipe 12 Jepang.
Rusia dan China terus memperdalam hubungan militer mereka melalui latihan dan patroli angkatan laut bersama di dekat Jepang, yang disebut sebagai “kemitraan tanpa batas”.
Baca Juga:
Setelah 13 Tahun Pencarian, Bunga Bangkai Paling Langka Ditemukan di Sumatera
Angkatan laut kedua negara kerap memanfaatkan selat internasional di lepas pantai Jepang untuk pengerahan ke Pasifik yang lebih luas.
















