SERANG – Bupati Serang, Ratu Rachmatuzakiyah, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah Puskesmas di Kabupaten Serang pada Minggu, 10 Agustus 2025. Sidak ini dilakukan sebagai respons atas viralnya sebuah kasus di media sosial yang diduga menunjukkan Puskesmas Tirtayasa menolak pasien dengan gejala demam tinggi.
Hasil sidak tersebut mengejutkan, terutama di Puskesmas Tirtayasa. Puskesmas yang seharusnya menyediakan layanan UGD 24 jam ini ditemukan terkunci saat kunjungan Bupati. Lebih memprihatinkan lagi, tidak ada petugas medis yang berjaga.
“Ini sangat mengecewakan. Layanan kesehatan merupakan hak dasar masyarakat, dan tidak boleh ada yang diabaikan.” ujar Bupati Rachmatuzakiyah.
Sebelum mengunjungi Puskesmas Tirtayasa, Bupati juga melakukan sidak ke Puskesmas Cikeusal dan Puskesmas Pontang untuk mengevaluasi pelayanan dan fasilitas yang diberikan kepada pasien.
Baca Juga:
APBD Kabupaten Tangerang Capai Triliunan, tapi Kemiskinan Masih Tinggi: Ada Apa dengan Pengelolaan Anggaran?
Dari seluruh sidak tersebut, Bupati Ratu Rachmatuzakiyah mengumpulkan sejumlah catatan penting. Bupati mengungkapkan, temuan ini akan menjadi bahan evaluasi menyeluruh untuk memperbaiki sistem pelayanan kesehatan di Kabupaten Serang.
“Kami tidak akan pernah mentolerir pelayanan kesehatan yang buruk. Kami berkomitmen untuk memastikan semua warga Serang mendapatkan akses kesehatan yang layak.”tegas Bupati.
Inspeksi mendadak ini menunjukkan komitmen Pemerintah Kabupaten Serang dalam memastikan pelayanan kesehatan yang optimal dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Temuan-temuan dari sidak ini akan segera ditindaklanjuti untuk perbaikan dan peningkatan mutu pelayanan.
Baca Juga:
Ekbispar Banten 5K 2025: Sinergi Olahraga, Ekonomi, dan Pariwisata untuk Banten Maju
“Kejadian di Puskesmas Tirtayasa ini tidak bisa dibiarkan. Saya minta agar seluruh petugas kesehatan di Puskesmas Kabupaten Serang meningkatkan kewaspadaan dan selalu siap memberikan pelayanan terbaik,” tambah Bupati Rachmatuzakiyah.
















