JAKARTA – Industri udang Indonesia tengah menghadapi ancaman serius yang dapat meruntuhkan mata pencaharian jutaan pekerja. Temuan radioaktif pada udang asal Indonesia di Amerika Serikat (AS) telah memicu kekhawatiran mendalam dan berpotensi menghentikan ekspor udang ke Negeri Paman Sam. Jika skenario terburuk ini terjadi, diperkirakan sekitar 1 juta tenaga kerja dari hulu hingga hilir di sektor ini terancam mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK).
Ketua Umum Shrimp Club Indonesia (SCI), Andi Tamsil, mengungkapkan keprihatinannya atas dampak yang akan ditimbulkan oleh kasus ini.
“Temuan radioaktif di udang asal Indonesia di Amerika Serikat bisa berdampak serius. Jika AS menghentikan impor, maka diperkirakan sekitar 1 juta tenaga kerja dari hulu ke hilir di sektor ini terancam PHK,” ujarnya.
Padahal, udang merupakan salah satu komoditas ekspor andalan Indonesia yang berkontribusi besar pada devisa negara. Pada tahun 2024, ekspor udang mencapai sekitar US$1,7 miliar, yang turut menyumbang pada pertumbuhan ekonomi nasional dan meningkatkan pendapatan masyarakat pesisir.
Indonesia memiliki potensi besar dalam pengembangan tambak udang karena memiliki lahan pesisir yang luas dan iklim tropis yang mendukung.
Pemerintah telah mengambil langkah cepat dalam menanggapi paparan radioaktif Cesium-137 di Cikande, Banten, dengan memperketat proses dekontaminasi.
Baca Juga:
Luhut ‘Turun Gunung’ Bela Makan Bergizi Gratis: “Jangan Sampai Anggaran Dipangkas, Rakyat yang Rugi!”
Namun, Andi Tamsil mempertanyakan bagaimana pemerintah akan meyakinkan publik dan pasar ekspor bahwa udang Indonesia 100% aman dari radioaktif.
Ia juga menyoroti pentingnya pernyataan tegas dari pemerintah untuk melindungi petambak udang dan meyakinkan publik bahwa paparan radioaktif yang ditemukan disebabkan oleh kelalaian PT Bahari Makmur Sejati (BMS) yang tidak menyadari adanya kegiatan peleburan besi yang mengandung radioaktif di sekitar lokasi mereka.
Andi Tamsil juga menyoroti kelalaian pemerintah dalam mendekatkan industri atau pabrik yang bertentangan kepentingannya, sehingga menyebabkan kegiatan industri yang merugikan industri lainnya, terutama yang berorientasi ekspor.
Untuk membuktikan bahwa udang Indonesia aman dari radioaktif, Andi Tamsil menginisiasi kampanye “Udang Indonesia Aman, Mari makan Udang” dengan meminta asosiasi tambak udang menyediakan 500 kilogram (kg) udang dari beberapa tambak untuk dimasak dan dinikmati bersama masyarakat.
Di akhir keterangannya, Andi Tamsil berharap pemerintah dapat mengambil langkah cepat dalam melakukan stabilisasi makroekonomi dan meminimalkan dampak krisis yang akan terjadi di masa yang akan datang.
Baca Juga:
Stop Kekerasan dan Perkawinan Anak! Polres Serang dan DKBPPPA Gencarkan Sosialisasi
“Jika tidak? Kita hanya bisa berteriak ‘tolong pak Prabowo, 1 juta jiwa diujung petaka’,” pungkasnya dengan nada khawatir.















