JAKARTA – Mantan Presiden AS, Donald Trump, kembali membuat pernyataan kontroversial. Ia mengancam Afghanistan dengan konsekuensi buruk jika tidak mengembalikan kendali atas Pangkalan Udara Bagram kepada Amerika Serikat.
“Jika Afghanistan tidak mengembalikan Pangkalan Udara Bagram kepada pihak yang membangunnya, yaitu Amerika Serikat, hal buruk akan terjadi!” tegas Trump melalui akun X-nya.
Trump mengklaim bahwa AS telah berupaya merebut kembali pangkalan yang menjadi pusat operasi militer setelah serangan 11 September 2001. Namun, para pejabat Afghanistan dengan tegas menolak kehadiran AS di negara mereka.
Invasi Jilid 2?
Peringatan keras datang dari para pejabat AS, baik yang masih menjabat maupun mantan. Mereka menyebutkan bahwa menduduki kembali Bagram sama saja dengan melakukan invasi kembali ke Afghanistan.
Hal ini akan membutuhkan lebih dari 10.000 tentara serta sistem pertahanan udara yang canggih.
Baca Juga:
Rasa Aman Warga Serang Terjaga Berkat Patroli KRYD
Trump, yang dikenal dengan ambisinya mengakuisisi wilayah dan situs strategis, memang telah lama mengincar Bagram.
Namun, ia enggan berkomentar mengenai kemungkinan mengirim pasukan AS untuk merebut pangkalan tersebut.
“Kami tidak akan membicarakan hal itu,” ujarnya singkat.
Bagram: Simbol Kejayaan dan Kerentanan AS di Afghanistan
Pangkalan Udara Bagram adalah markas utama pasukan Amerika di Afghanistan selama dua dekade perang. Di dalamnya terdapat fasilitas lengkap, mulai dari restoran cepat saji hingga toko yang menjual berbagai barang. Namun, pangkalan ini juga menyimpan kompleks penjara yang kontroversial.
Para ahli memperingatkan bahwa merebut dan mengamankan Bagram bukanlah tugas mudah. Selain membutuhkan banyak personel, pangkalan ini juga rentan terhadap ancaman dari ISIS, Al Qaeda, dan bahkan serangan rudal canggih dari Iran.
Baca Juga:
Sekolah Gratis: Kado Terindah untuk Pelajar Banten dari Gubernur Andra Soni!
Apakah Trump benar-benar akan mengirim pasukan AS kembali ke Afghanistan? Dunia kini menunggu dengan cemas.
















