SERANG – Kasus kecelakaan yang melibatkan seorang mahasiswi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta), Yosmaida Sophia Saldina, memasuki babak baru. Keluarga korban, Hasanuddin, akhirnya angkat bicara dan memberikan klarifikasi terkait pemberitaan yang beredar. Mereka merasa kecewa dengan sikap keluarga pelaku yang dinilai kurang empati.
Hasanuddin, paman korban, mengungkapkan kekecewaannya:
“Sejak kecelakaan terjadi, pihak keluarga pelaku tidak pernah menunjukkan itikad baik atau tanggung jawab untuk menyelesaikan masalah ini secara kekeluargaan.”
Keluarga korban merasa diabaikan dan terpaksa menanggung semua biaya perawatan serta proses hukum seorang diri.
“Bukan Kami tidak punya hati nurani, kita telah menunggu dan berharap adanya empati dari pihak mereka, Namun, hingga korban keluar dari rumah sakit, tidak ada respons yang datang menunjukkan rasa empati,” ujar Hasanuddin dengan nada kecewa.
Hasanuddin juga menambahkan bahwa pihak keluarga pelaku baru datang setelah proses hukum berjalan.
Baca Juga:
Kapolda Banten Cup 2025: Semangat Kemerdekaan Bergelora di Lapangan Tenis!
“Setelah menunggu terlalu lama dan tidak ada respons, kami memutuskan untuk menempuh jalur hukum dengan pendampingan kuasa hukum. Ironisnya, barulah setelah proses hukum berjalan, pihak keluarga Yosmaida datang menemui kami,” jelasnya.
Kondisi korban yang belum pulih total menambah luka bagi keluarga. Hasanuddin masih mengalami gangguan berpikir akibat cedera serius.
“Sikap yang terkesan meremehkan ini sangat melukai perasaan kami, kondisi Hasanuddin belum sepenuhnya pulih… entah kapan dia akan normal kembali seperti semula,” tegasnya.
Keluarga korban berharap Yosmaida sebagai seorang mahasiswi dapat menunjukkan sikap yang lebih bertanggung jawab.
“Kami berharap Yosmaida, sebagai mahasiswi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta), dapat bersikap lebih peka dan bertanggung jawab atas kejadian yang mengakibatkan korban sampai saat ini belum normal berpikir,” ungkapnya.
Baca Juga:
Jalur Gelap Perdagangan Satwa Terungkap: Lampung Jadi Transit Ribuan Burung Ilegal!
Hasanuddin menutup pernyataannya dengan nada getir:
“Sebetulnya kalau dari awal kejadian mereka datang ke rumah sakit jenguk korban, kemungkinan kami tidak sejauh ini, Kami juga punya hati nurani, kami menyadari semua ini adalah musibah.”















