PURWOREJO – Sebuah insiden mengejutkan terjadi di Purworejo, Jawa Tengah, di mana sebanyak 127 siswa diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG). Akibat kejadian ini, dapur MBG yang berlokasi di Desa Purwosari, Kecamatan Purwodadi, Purworejo, terpaksa ditutup sementara.
Menurut Yuda Sandi, Kepala Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (KSPPI) atau kepala dapur MBG Desa Purwosari, keputusan penutupan ini diambil sebagai respons cepat terhadap kasus keracunan yang menimpa ratusan siswa.
“Ya, kita tutup. Untuk waktunya belum bisa kita tentukan karena kita harus menunggu hasil lab dan menunggu arahan dari pusat,” ujarnya.
Penutupan dapur MBG ini efektif mulai hari Senin, mengingat hari Sabtu adalah hari libur sekolah.
Meskipun ada kasus keracunan, pihak dapur MBG mengklaim bahwa menu yang disajikan kepada para siswa telah memenuhi standar kesehatan yang ditetapkan.
Mereka juga menyayangkan pihak sekolah tidak segera melaporkan kejadian tersebut, sehingga kesempatan untuk mengganti menu bermasalah menjadi hilang.
Baca Juga:
Guru Honorer di Cikande Cabuli Dua Siswi Saat Kegiatan PMR
“Kan ternyata sudah dari hari kemarin dan tidak ada laporan ke kami. Misal ada konfirmasi ada yang tidak layak maka akan kami ganti,” imbuhnya.
Sebagai tindak lanjut, sampel makanan yang diduga menjadi penyebab keracunan telah dibawa ke laboratorium kesehatan untuk diperiksa lebih lanjut.
Selain itu, seluruh makanan yang belum sempat disantap oleh siswa juga telah ditarik dari peredaran.
“Sampel makanan sudah kami bawa ke Dinkes untuk dicek ke laboratorium dan makanan hari ini kita sudah tarik semua setelah ada kabar keracunan di SMP 8. Masih ada yang belum disajikan kita tarik semua,” sebutnya.
Kasus ini menjadi perhatian serius dan pihak terkait berupaya untuk segera menemukan penyebab pasti keracunan serta memastikan keamanan program Makan Bergizi Gratis di masa mendatang.
Baca Juga:
Sambut Natal 2025, Polda Banten Turun Langsung Gelar Bakti Sosial dan Donor Darah di Serang
Masyarakat Purworejo berharap kejadian serupa tidak terulang kembali dan program MBG dapat terus berjalan dengan aman dan memberikan manfaat bagi para siswa.












