• Disclaimer
  • Home
  • Kode Etik
  • Kontak
  • Pedoman Pemberitaan
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Sabtu, Maret 21, 2026
MatasNews.id
  • Home
  • News
  • International
  • Nasional
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Opini
  • Uncategorized
  • Adventorial
  • Redaksi
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • International
  • Nasional
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Opini
  • Uncategorized
  • Adventorial
  • Redaksi
No Result
View All Result
MatasNews.id
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • International
  • Nasional
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Opini
  • Uncategorized
  • Adventorial
  • Redaksi

Tragedi Banjir Bali & Nagekeo: Alarm Mengerikan untuk NTT! Mitigasi Bencana Jadi Harga Mati!

Konversi Lahan dan Perubahan Iklim Memperparah Bencana, NTT Harus Belajar dari Kesalahan!

Yustinus Agus by Yustinus Agus
21/09/2025
0
Tragedi Banjir Bali & Nagekeo: Alarm Mengerikan untuk NTT! Mitigasi Bencana Jadi Harga Mati!
0
SHARES
0
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke WhatsApp

Bencana banjir dahsyat yang melanda Bali dan Nagekeo, NTT, pada September 2025 menjadi tamparan keras bagi kita semua. Tragedi ini bukan sekadar fenomena alam biasa, melainkan kombinasi mematikan antara perubahan iklim global dan masalah tata ruang yang sudah mengakar. Nusa Tenggara Timur (NTT), dengan kerentanan tingginya terhadap bencana hidrometeorologi, harus belajar dari kesalahan ini!

Banjir yang merenggut nyawa dan menghancurkan rumah serta infrastruktur vital ini seharusnya membuka mata kita tentang pentingnya pengelolaan daerah aliran sungai (DAS) dan tata ruang yang berkelanjutan.

Bali Tenggelam Akibat Konversi Lahan:

BacaJuga

Zuli Zulkipli Tegaskan UMSK Jabar Sah, Kritik Keras Sikap Said Iqbal

Nasib Macan Tutul Jawa di Tengah Menyusutnya Hutan Pulau Jawa

Salah satu penyebab utama banjir di Bali adalah alih fungsi bantaran sungai menjadi kawasan pemukiman. Gubernur Bali, Wayan Koster, mengakui bahwa curah hujan ekstrem yang berlangsung lebih dari 12 jam tanpa henti dan tumpukan sampah di sungai memperparah situasi.

Bantaran sungai, yang seharusnya menjadi zona penyangga alami untuk menyerap kelebihan air saat hujan deras, justru berubah menjadi bangunan beton. Akibatnya, kapasitas tampung sungai berkurang drastis dan aliran permukaan meningkat tajam.

Perubahan Iklim Semakin Menggila:

Data BNPB menunjukkan bahwa banjir merupakan jenis bencana paling dominan di Indonesia, menyumbang 40% dari seluruh kejadian bencana pada tahun 2024. Kondisi ini diperparah oleh perubahan iklim global yang menyebabkan pola curah hujan ekstrem semakin intens dan tidak terprediksi.

Fenomena La Niña dan El Nino semakin memperburuk keadaan, menciptakan kondisi di mana curah hujan dan kekeringan tidak lagi mengikuti pola historis. Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) memprediksi bahwa intensitas curah hujan ekstrem di Asia Tenggara akan meningkat 10-20% per derajat kenaikan suhu global!

NTT di Ujung Tanduk:Bencana banjir dahsyat yang melanda Bali dan Nagekeo, NTT, pada September 2025 menjadi tamparan keras bagi kita semua.

Tragedi ini bukan sekadar fenomena alam biasa, melainkan kombinasi mematikan antara perubahan iklim global dan masalah tata ruang yang sudah mengakar.

Nusa Tenggara Timur (NTT), dengan kerentanan tingginya terhadap bencana hidrometeorologi, harus belajar dari kesalahan ini!

Banjir yang merenggut nyawa dan menghancurkan rumah serta infrastruktur vital ini seharusnya membuka mata kita tentang pentingnya pengelolaan daerah aliran sungai (DAS) dan tata ruang yang berkelanjutan.

Baca Juga:
Usulan Kostum Power Rangers untuk Sopir MBG Tuai Kritik DPR

Bali Tenggelam Akibat Konversi Lahan:

Salah satu penyebab utama banjir di Bali adalah alih fungsi bantaran sungai menjadi kawasan pemukiman. Gubernur Bali, Wayan Koster, mengakui bahwa curah hujan ekstrem yang berlangsung lebih dari 12 jam tanpa henti dan tumpukan sampah di sungai memperparah situasi.

Bantaran sungai, yang seharusnya menjadi zona penyangga alami untuk menyerap kelebihan air saat hujan deras, justru berubah menjadi bangunan beton. Akibatnya, kapasitas tampung sungai berkurang drastis dan aliran permukaan meningkat tajam.

Perubahan Iklim Semakin Menggila:

Data BNPB menunjukkan bahwa banjir merupakan jenis bencana paling dominan di Indonesia, menyumbang 40% dari seluruh kejadian bencana pada tahun 2024. Kondisi ini diperparah oleh perubahan iklim global yang menyebabkan pola curah hujan ekstrem semakin intens dan tidak terprediksi!

Fenomena La Niña dan El Nino semakin memperburuk keadaan, menciptakan kondisi di mana curah hujan dan kekeringan tidak lagi mengikuti pola historis.

Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) memprediksi bahwa intensitas curah hujan ekstrem di Asia Tenggara akan meningkat 10-20% per derajat kenaikan suhu global!

NTT di Ujung Tanduk:

Tragedi di Bali dan Nagekeo seharusnya menjadi pelajaran berharga bagi NTT. Pemerintah daerah dan masyarakat harus bersinergi untuk melakukan mitigasi bencana secara serius. Konversi lahan harus dihentikan, pengelolaan sampah harus ditingkatkan, dan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan harus ditingkatkan.

Jika tidak, NTT akan menjadi korban berikutnya!

Tragedi di Bali dan Nagekeo seharusnya menjadi pelajaran berharga bagi NTT. Pemerintah daerah dan masyarakat harus bersinergi untuk melakukan mitigasi bencana secara serius.

Konversi lahan harus dihentikan, pengelolaan sampah harus ditingkatkan, dan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan harus ditingkatkan.

Baca Juga:
Penghargaan untuk Gubernur Banten

Jika tidak, NTT akan menjadi korban berikutnya!

Previous Post

Makan Bergizi Gratis Batal, Anggaran Rp 12 Miliar di Gunungkidul Meluncur ke Pendidikan dan Infrastruktur!

Next Post

SP2DK Datang Via Pos? Jangan Panik! Ini Cara Jitu Respon SP2DK dari DJP!

Related Posts

Zuli Zulkipli Tegaskan UMSK Jabar Sah, Kritik Keras Sikap Said Iqbal
Opini

Zuli Zulkipli Tegaskan UMSK Jabar Sah, Kritik Keras Sikap Said Iqbal

by Yustinus Agus
03/01/2026
0

JAKARTA - Polemik penetapan Upah Minimum Sektoral Kabupaten/Kota (UMSK) di Jawa Barat kembali mengemuka setelah pernyataan Presiden Partai Buruh Said...

Read more
Nasib Macan Tutul Jawa di Tengah Menyusutnya Hutan Pulau Jawa

Nasib Macan Tutul Jawa di Tengah Menyusutnya Hutan Pulau Jawa

02/01/2026
Pesona Pantai Pandawa: Dari Tebing Kapur Hingga Sunset Menawan, Wisatawan Melimpah

Pesona Pantai Pandawa: Dari Tebing Kapur Hingga Sunset Menawan, Wisatawan Melimpah

26/12/2025
Dari Kecantikan hingga Digital Marketing, MY ACADEMY Berdayakan Ibu-Ibu Pelaku Usaha

Dari Kecantikan hingga Digital Marketing, MY ACADEMY Berdayakan Ibu-Ibu Pelaku Usaha

24/12/2025
UNESCO Akui Tempe, Fadli Zon Sebut Penghargaan untuk Budaya Nusantara

UNESCO Akui Tempe, Fadli Zon Sebut Penghargaan untuk Budaya Nusantara

22/12/2025

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

MatasNews.id

Menjadi salah satu media profesional dalam menyajikan fakta dan turut menangkal hoaks serta sebagai kontrol sosial sesuai dengan amanat Undang Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

BERITA TERBARU

Oknum Humas Polda Banten Diduga Kirim Pesan Tak Pantas kepada Wartawati

Oknum Humas Polda Banten Diduga Kirim Pesan Tak Pantas kepada Wartawati

15/03/2026
Perkuat Solidaritas, 234 SC Banten dan Srikandi PP Banten Turun ke Jalan Bagikan Takjil

Perkuat Solidaritas, 234 SC Banten dan Srikandi PP Banten Turun ke Jalan Bagikan Takjil

14/03/2026
Pemkab Serang Terima Peserta SSDN Lemhannas RI, Bahas Strategi Ketahanan Pangan

Pemkab Serang Terima Peserta SSDN Lemhannas RI, Bahas Strategi Ketahanan Pangan

10/03/2026
TNI AD Resmikan Jembatan Garuda di Kampung Mayak Baros, Permudah Akses Warga ke Pasar

TNI AD Resmikan Jembatan Garuda di Kampung Mayak Baros, Permudah Akses Warga ke Pasar

09/03/2026
Pemkab Serang Gerak Cepat Bersihkan Tumpukan Sampah di Kali Tirtayasa, Warga Apresiasi

Pemkab Serang Gerak Cepat Bersihkan Tumpukan Sampah di Kali Tirtayasa, Warga Apresiasi

05/03/2026
Bupati Serang Tutup Pesantren Ramadan Ramah Anak, Dorong Pembentukan Generasi Berkarakter Sejak Dini

Bupati Serang Tutup Pesantren Ramadan Ramah Anak, Dorong Pembentukan Generasi Berkarakter Sejak Dini

05/03/2026
Kejari Serang Geledah BPN Kota Serang, Sita Uang Rp228 Juta dan 20 Handphone

Kejari Serang Geledah BPN Kota Serang, Sita Uang Rp228 Juta dan 20 Handphone

04/03/2026
Ratusan Warga Bojonegara Padati Bazar Ramadhan Pemkab Serang, Harga Sembako di Bawah Pasaran

Ratusan Warga Bojonegara Padati Bazar Ramadhan Pemkab Serang, Harga Sembako di Bawah Pasaran

03/03/2026
HUT Satpol PP

HUT Satpol PP

03/03/2026
Ramadan Bahagia 1447 H, Bupati Serang Ajak Warga Terapkan Gaya Hidup Ramah Lingkungan

Ramadan Bahagia 1447 H, Bupati Serang Ajak Warga Terapkan Gaya Hidup Ramah Lingkungan

26/02/2026

KATEGORI UTAMA

  • Adventorial
  • Daerah
  • International
  • Nasional
  • News
  • Olahraga
  • Opini
  • Pendidikan
  • Uncategorized

Berita Terbaru

Oknum Humas Polda Banten Diduga Kirim Pesan Tak Pantas kepada Wartawati

Oknum Humas Polda Banten Diduga Kirim Pesan Tak Pantas kepada Wartawati

15/03/2026
Perkuat Solidaritas, 234 SC Banten dan Srikandi PP Banten Turun ke Jalan Bagikan Takjil

Perkuat Solidaritas, 234 SC Banten dan Srikandi PP Banten Turun ke Jalan Bagikan Takjil

14/03/2026
  • Disclaimer
  • Home
  • Kode Etik
  • Kontak
  • Pedoman Pemberitaan
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang Kami

Copyright © 2023 www.matasnews.id

No Result
View All Result
  • Disclaimer
  • Home
  • Kode Etik
  • Kontak
  • Pedoman Pemberitaan
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang Kami

Copyright © 2023 www.matasnews.id