SERANG – Provinsi Banten bersiap menyambut infrastruktur baru yang akan mengubah peta konektivitas regional: Jalan Tol Kamal-Teluknaga-Rajeg. Proyek ambisius ini menelan investasi fantastis senilai Rp23,22 triliun dan diproyeksikan akan menghubungkan Banten dan DKI Jakarta, sekaligus memperlancar distribusi logistik menuju Pelabuhan Merak.
Jalan tol sepanjang 38,6 kilometer ini dirancang untuk memangkas waktu tempuh perjalanan antara kedua provinsi, meningkatkan konektivitas, dan memberikan dorongan signifikan bagi perekonomian Banten. Pembangunannya dibagi dalam dua tahap. Seksi 1 hingga 4, dari Sedyatmo hingga Kohod, ditargetkan rampung pada tahun 2025. Sementara seksi 5 hingga 8, dari Kohod hingga Rajeg, dijadwalkan selesai pada tahun 2026.
“Dibangunnya Jalan Tol Kamal – Teluknaga – Rajeg senilai Rp23,22 triliun di Banten ini juga dapat memudahkan distribusi logistik menuju Pelabuhan Merak,” demikian keterangan resmi yang dirilis.
Baca Juga:
PKK Banten Dorong Desa Mandiri Melalui Lomba Inovatif
Proyek ini diharapkan menjadi katalis pertumbuhan ekonomi, menarik investasi, dan membuka peluang usaha baru di sepanjang jalur tol.
Kehadiran jalan tol ini bukan hanya sekadar infrastruktur fisik, tetapi juga simbol kemajuan dan komitmen pemerintah dalam meningkatkan konektivitas antar wilayah. Dengan investasi sebesar itu, jalan tol ini diharapkan mampu memberikan dampak positif yang signifikan, tidak hanya bagi masyarakat Banten dan Jakarta, tetapi juga bagi perekonomian nasional.
Baca Juga:
APBD Banten 2025 Direvisi: Wagub Ajak Fokus Prioritas untuk Kesejahteraan Rakyat!
Proyek ini menjadi bukti nyata upaya pemerintah dalam membangun infrastruktur yang modern dan efisien untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Jalan Tol Kamal-Teluknaga-Rajeg siap menjadi tulang punggung konektivitas dan pertumbuhan ekonomi di wilayah tersebut.
















