JAKARTA – Sebuah studi dari Universitas Harvard menempatkan Indonesia di peringkat teratas negara dengan tingkat perkembangan (flourishing) tertinggi di dunia, mengalahkan negara-negara besar seperti Amerika Serikat (AS). Laporan berjudul Global Flourishing Study melibatkan lebih dari 203 ribu responden dari 22 negara, menilai tujuh variabel: kesehatan, kebahagiaan, makna hidup, karakter, hubungan sosial, keamanan finansial, dan spiritualitas. Data demografis seperti usia, jenis kelamin, status pernikahan, pekerjaan, pendidikan, kesehatan, agama, dan riwayat pribadi juga dikumpulkan.
Amerika Serikat berada di peringkat ke-12 dan Inggris di peringkat ke-20 dari 22 negara yang disurvei. Para peneliti menjelaskan temuan ini menyoroti bahwa kesejahteraan bukan hanya soal kekayaan atau kesehatan fisik. “Berkembang itu multidimensi, dan berbagai negara berkembang dengan cara yang berbeda,” tulis tim peneliti dalam studi mereka, dikutip dari Daily Mail.
Baca Juga:
Sholawat Sebagai Penyejuk Hati, Gubernur Banten Ajak Masyarakat Jaga Kerukunan
Studi tersebut mencatat: “Banyak negara maju memang mencatat skor tinggi dalam hal keamanan finansial, namun justru rendah dalam aspek makna hidup, hubungan sosial, dan karakter pro-sosial,” kata para peneliti. Indonesia, meskipun bukan negara terkaya, unggul dalam hubungan sosial dan karakter pro-sosial—faktor penting dalam menciptakan komunitas yang kuat.
Baca Juga:
Pelatihan Kerja Berbasis Kompetensi di Banten
Sebaliknya, Jepang, meskipun kaya dan memiliki angka harapan hidup tinggi, dinilai sebagai masyarakat yang kurang berkembang, dengan skor 5,89 dan respondennya memiliki kemungkinan terendah menjawab ‘ya’ pada pertanyaan tentang memiliki teman dekat. Negara lain dengan hasil serupa termasuk Turki (6,32), Inggris (6,79), India (6,87), dan Spanyol (6,9).
















