• Disclaimer
  • Home
  • Kode Etik
  • Kontak
  • Pedoman Pemberitaan
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Jumat, Maret 20, 2026
MatasNews.id
  • Home
  • News
  • International
  • Nasional
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Opini
  • Uncategorized
  • Adventorial
  • Redaksi
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • International
  • Nasional
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Opini
  • Uncategorized
  • Adventorial
  • Redaksi
No Result
View All Result
MatasNews.id
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • International
  • Nasional
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Opini
  • Uncategorized
  • Adventorial
  • Redaksi

Skandal ‘Uang Pelicin Haji’: Khalid Basalamah Ungkap Peran Oknum Kemenag!

KPK Telusuri Dugaan Pemerasan Berkedok Percepatan Haji Khusus

Yustinus Agus by Yustinus Agus
19/09/2025
0
Skandal ‘Uang Pelicin Haji’: Khalid Basalamah Ungkap Peran Oknum Kemenag!
0
SHARES
2
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke WhatsApp

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membuka tabir terkait pengembalian sejumlah uang oleh tokoh agama, Ustadz Khalid Basalamah. Plt Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, menjelaskan bahwa uang tersebut bukanlah hasil suap, melainkan dana yang diserahkan untuk mempercepat keberangkatan haji khusus melalui oknum Kementerian Agama (Kemenag).

Asep mengungkapkan, praktik ini bermula dari adanya tawaran “jalur cepat” kepada calon jemaah haji yang ingin segera berangkat, meski baru mendaftar.

“Jadi, uang yang diserahkan Khalid ke KPK itu sebetulnya bukan suap. Karena inisiatifnya dari si oknum (Kemenag) itu. ‘Kamu kalau mau berangkat tahun ini, bayar dong uang percepatannya’. Itu sudah memeras,” tegas Asep di Gedung Merah Putih, Jakarta, Kamis (18/9/2025).

BacaJuga

Kabupaten Serang Jadi Role Model Nasional ETPD, Kepala Bapenda Diundang Kemendagri

Pemkab Serang Raih Penghargaan Nasional APDESI, Komitmen Bangun Desa Diakui di Tingkat Nasional

Khalid Basalamah, bersama sekitar 122 calon jemaah lainnya, awalnya mendaftarkan diri untuk menunaikan ibadah haji melalui program haji furoda.

Namun, dalam perkembangannya, oknum pejabat Kemenag menawarkan opsi haji khusus dengan iming-iming keberangkatan yang lebih cepat.

“Tapi kemudian ada oknum dari Kementerian Agama yang menyampaikan bahwa, ‘Ustaz, ini pakai kuota haji khusus saja, ini resmi’,” ujar Asep menirukan ucapan oknum tersebut.

Menanggapi tawaran itu, Khalid Basalamah menyampaikan bahwa haji khusus pun biasanya memerlukan antrean selama 1-2 tahun, sementara ia dan rombongannya ingin berangkat pada tahun 2024.

Namun, oknum Kemenag tersebut meyakinkan bahwa haji khusus dapat langsung berangkat dengan syarat membayar “uang percepatan” yang berkisar antara 2.400 hingga 7.000 dollar AS per kuota.

“Oknum dari Kemenag ini kemudian menyampaikan, ‘Ya, ini juga berangkat di tahun ini, tapi harus ada uang percepatan’. Nah, diberikanlah uang percepatan, kalau tidak salah itu, 2.400 per kuota, 2.400 USD, seperti itu. Kan rangenya macam-macam, ada yang 2.400 sampai dengan 7.000 USD per kuota,” jelas Asep.

Akhirnya, Khalid Basalamah dan ratusan calon jemaah lainnya berangkat menunaikan ibadah haji menggunakan kuota haji khusus pada tahun yang sama.

Baca Juga:
Kapolres Serang Tanam Jagung, Dukung Ketahanan Pangan Nasional

Namun, tak lama setelah penyelenggaraan ibadah haji, DPR RI membentuk Pansus Haji untuk menyoroti kuota haji 2024, yang diduga menjadi celah praktik korupsi.

Travel Haji Ikut Ambil Untung

Asep menambahkan, praktik permintaan “uang percepatan” ini tidak hanya dilakukan oleh oknum Kemenag, tetapi juga melibatkan pihak travel penyelenggara haji.

Bahkan, pihak travel diduga mengambil keuntungan dengan meminta “uang percepatan” yang melebihi permintaan oknum Kemenag.

“Misalkan kalau diminta dari Kemenagnya, misalkan 2.400 USD. Nanti dari travelnya mintanya lebih dari itu. Jadi ada bagiannya travel,” ungkap Asep.

KPK saat ini tengah mendalami kasus ini untuk mengungkap secara tuntas jaringan korupsi dalam penyelenggaraan ibadah haji, serta menyeret semua pihak yang terlibat ke ranah hukum.

Pansus Haji DPR RI Temukan Banyak Kejanggalan

Pembentukan Pansus Haji oleh DPR RI semakin memperjelas adanya dugaan penyimpangan dalam pengelolaan kuota haji. Temuan Pansus Haji mengindikasikan adanya praktik “permainan” kuota haji yang melibatkan oknum Kemenag, travel, dan pihak-pihak terkait lainnya.

Pansus Haji juga menyoroti mahalnya biaya haji yang dibebankan kepada calon jemaah, serta buruknya pelayanan yang diberikan selama pelaksanaan ibadah haji.

Temuan-temuan ini menjadi dasar bagi KPK untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut dan menindak tegas para pelaku korupsi.

Baca Juga:
Purbaya Effect! Kebijakan Menkeu Bikin Suku Bunga Kredit Lebih Ramah

Kasus ini menjadi tamparan keras bagi dunia penyelenggaraan ibadah haji di Indonesia. Diharapkan, dengan adanya pengungkapan kasus ini, praktik-praktik korupsi dan penyimpangan lainnya dapat diberantas, sehingga calon jemaah haji dapat menunaikan ibadah dengan tenang dan khusyuk.

Previous Post

Pengusaha Lokal Merana: Aset Disita Pajak Akibat Janji Jokowi yang Tak Terealisasi

Next Post

Polres Serang “All Out” Hadapi Bencana! Masyarakat Diimbau Tingkatkan Kewaspadaan

Related Posts

Kabupaten Serang Jadi Role Model Nasional ETPD, Kepala Bapenda Diundang Kemendagri
Nasional

Kabupaten Serang Jadi Role Model Nasional ETPD, Kepala Bapenda Diundang Kemendagri

by Yustinus Agus
25/02/2026
0

SERANG – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh Kabupaten Serang di tingkat nasional. Atas keberhasilannya meraih indeks Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD)...

Read more
Pemkab Serang Raih Penghargaan Nasional APDESI, Komitmen Bangun Desa Diakui di Tingkat Nasional

Pemkab Serang Raih Penghargaan Nasional APDESI, Komitmen Bangun Desa Diakui di Tingkat Nasional

16/02/2026
Hari Pers Nasional

Hari Pers Nasional

29/01/2026
Industri Baja Nasional Siap Produksi 100 Jembatan Bailey per Bulan Tanpa Impor

Industri Baja Nasional Siap Produksi 100 Jembatan Bailey per Bulan Tanpa Impor

02/01/2026
Fenomena Regenerasi Alami Hutan Dunia, Indonesia Jadi Sorotan Ilmuwan

Fenomena Regenerasi Alami Hutan Dunia, Indonesia Jadi Sorotan Ilmuwan

26/12/2025

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

MatasNews.id

Menjadi salah satu media profesional dalam menyajikan fakta dan turut menangkal hoaks serta sebagai kontrol sosial sesuai dengan amanat Undang Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

BERITA TERBARU

Oknum Humas Polda Banten Diduga Kirim Pesan Tak Pantas kepada Wartawati

Oknum Humas Polda Banten Diduga Kirim Pesan Tak Pantas kepada Wartawati

15/03/2026
Perkuat Solidaritas, 234 SC Banten dan Srikandi PP Banten Turun ke Jalan Bagikan Takjil

Perkuat Solidaritas, 234 SC Banten dan Srikandi PP Banten Turun ke Jalan Bagikan Takjil

14/03/2026
Pemkab Serang Terima Peserta SSDN Lemhannas RI, Bahas Strategi Ketahanan Pangan

Pemkab Serang Terima Peserta SSDN Lemhannas RI, Bahas Strategi Ketahanan Pangan

10/03/2026
TNI AD Resmikan Jembatan Garuda di Kampung Mayak Baros, Permudah Akses Warga ke Pasar

TNI AD Resmikan Jembatan Garuda di Kampung Mayak Baros, Permudah Akses Warga ke Pasar

09/03/2026
Pemkab Serang Gerak Cepat Bersihkan Tumpukan Sampah di Kali Tirtayasa, Warga Apresiasi

Pemkab Serang Gerak Cepat Bersihkan Tumpukan Sampah di Kali Tirtayasa, Warga Apresiasi

05/03/2026
Bupati Serang Tutup Pesantren Ramadan Ramah Anak, Dorong Pembentukan Generasi Berkarakter Sejak Dini

Bupati Serang Tutup Pesantren Ramadan Ramah Anak, Dorong Pembentukan Generasi Berkarakter Sejak Dini

05/03/2026
Kejari Serang Geledah BPN Kota Serang, Sita Uang Rp228 Juta dan 20 Handphone

Kejari Serang Geledah BPN Kota Serang, Sita Uang Rp228 Juta dan 20 Handphone

04/03/2026
Ratusan Warga Bojonegara Padati Bazar Ramadhan Pemkab Serang, Harga Sembako di Bawah Pasaran

Ratusan Warga Bojonegara Padati Bazar Ramadhan Pemkab Serang, Harga Sembako di Bawah Pasaran

03/03/2026
HUT Satpol PP

HUT Satpol PP

03/03/2026
Ramadan Bahagia 1447 H, Bupati Serang Ajak Warga Terapkan Gaya Hidup Ramah Lingkungan

Ramadan Bahagia 1447 H, Bupati Serang Ajak Warga Terapkan Gaya Hidup Ramah Lingkungan

26/02/2026

KATEGORI UTAMA

  • Adventorial
  • Daerah
  • International
  • Nasional
  • News
  • Olahraga
  • Opini
  • Pendidikan
  • Uncategorized

Berita Terbaru

Oknum Humas Polda Banten Diduga Kirim Pesan Tak Pantas kepada Wartawati

Oknum Humas Polda Banten Diduga Kirim Pesan Tak Pantas kepada Wartawati

15/03/2026
Perkuat Solidaritas, 234 SC Banten dan Srikandi PP Banten Turun ke Jalan Bagikan Takjil

Perkuat Solidaritas, 234 SC Banten dan Srikandi PP Banten Turun ke Jalan Bagikan Takjil

14/03/2026
  • Disclaimer
  • Home
  • Kode Etik
  • Kontak
  • Pedoman Pemberitaan
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang Kami

Copyright © 2023 www.matasnews.id

No Result
View All Result
  • Disclaimer
  • Home
  • Kode Etik
  • Kontak
  • Pedoman Pemberitaan
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang Kami

Copyright © 2023 www.matasnews.id