• Disclaimer
  • Home
  • Kode Etik
  • Kontak
  • Pedoman Pemberitaan
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Sabtu, Maret 21, 2026
MatasNews.id
  • Home
  • News
  • International
  • Nasional
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Opini
  • Uncategorized
  • Adventorial
  • Redaksi
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • International
  • Nasional
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Opini
  • Uncategorized
  • Adventorial
  • Redaksi
No Result
View All Result
MatasNews.id
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • International
  • Nasional
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Opini
  • Uncategorized
  • Adventorial
  • Redaksi

Skandal Radioaktif Guncang Industri RI: Sepatu Kets Terkontaminasi Cesium-137 Ditemukan di Belanda!

Yustinus Agus by Yustinus Agus
10/11/2025
0
Skandal Radioaktif Guncang Industri RI: Sepatu Kets Terkontaminasi Cesium-137 Ditemukan di Belanda!
0
SHARES
12
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke WhatsApp

JAKARTA, 10 November 2025, menjadi hari yang penuh dengan sorotan terhadap industri Indonesia, khususnya terkait dengan keamanan produk ekspor. Di tengah hiruk pikuk Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Komisi VII DPR RI menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang krusial dengan Kementerian Perindustrian (Kemenperin). Agenda utama? Serangkaian kasus kontaminasi radioaktif Cesium-137 yang mencoreng nama baik produk-produk Indonesia di mata dunia.

Dalam forum yang dihadiri oleh para wakil rakyat dan petinggi Kemenperin, terungkap fakta yang cukup mengejutkan. Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin, Setia Diarta, membuka tabir bahwa jauh sebelum kasus kontaminasi udang dan cengkih mencuat ke permukaan, pihak Bea Cukai Belanda telah menemukan indikasi serupa pada produk sepatu kets asal Indonesia.

Informasi ini bagaikan petir di siang bolong. Bagaimana bisa produk yang seharusnya aman dan nyaman dipakai, justru membawa ancaman radiasi yang berbahaya bagi kesehatan? Pertanyaan ini menggantung di benak para peserta RDP, menuntut jawaban yang komprehensif dan solusi yang konkret.

BacaJuga

Kabupaten Serang Jadi Role Model Nasional ETPD, Kepala Bapenda Diundang Kemendagri

Pemkab Serang Raih Penghargaan Nasional APDESI, Komitmen Bangun Desa Diakui di Tingkat Nasional

Setia Diarta menjelaskan bahwa temuan Bea Cukai Belanda ini terjadi jauh sebelum Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (US FDA) menemukan radiasi Cesium-137 pada produk udang dan cengkih asal Indonesia pada Agustus dan September lalu.

Sebuah ironi yang pahit, mengingat seharusnya temuan awal ini menjadi alarm peringatan bagi pemerintah dan pelaku industri untuk meningkatkan pengawasan dan pengendalian mutu produk ekspor.

“Jauh sebelum udang, kita sebenarnya juga sudah menerima laporan dari Bea Cukai Belanda terhadap hasil temuan beberapa kotak sepatu kets,” ungkap Setia di Ruang Rapat Komisi VII DPR, dengan nada prihatin.

Ia menambahkan bahwa sepatu kets tersebut memiliki paparan radiasi maksimal 110 NanoSv per jam akibat Cesium-137. Angka yang mungkin terdengar kecil, namun memiliki potensi bahaya yang serius jika terpapar dalam jangka waktu yang lama.

Setelah dilakukan penelusuran lebih lanjut, diketahui bahwa sepatu kets yang terkontaminasi tersebut berasal dari wilayah Provinsi Banten. Sebuah fakta yang semakin memperburuk citra industri di wilayah tersebut, yang sebelumnya juga telah tercoreng akibat kasus kontaminasi udang.

Investigasi mendalam terhadap sepatu kets tersebut mengungkapkan bahwa terdapat satu kotak sepatu yang memang berisi sepasang sepatu dengan aktivitas cemerlang sekitar 1,5 KBq Cs-137 dan spesifiknya 1,6 Bq/gr Cs-137. Temuan ini mengindikasikan bahwa kontaminasi Cesium-137 tidak hanya terjadi di permukaan sepatu, tetapi juga telah meresap ke dalam material sepatu.

Kasus radiasi Cesium-137 saat ini tengah menjadi sorotan tajam, bukan hanya di Indonesia, tetapi juga di dunia internasional. Dampaknya yang berbahaya bagi kesehatan menjadi alasan utama mengapa kasus ini harus ditangani dengan serius dan transparan.

Paparan radiasi Cesium-137 dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, mulai dari kerusakan sel dan jaringan tubuh, gangguan sistem kekebalan tubuh, hingga peningkatan risiko kanker.

Kasus kontaminasi radiasi nuklir ini terungkap setelah US FDA menemukan produk udang asal Indonesia terkontaminasi radioaktif Cesium-137 pada 14 Agustus 2025. Setelah ditelusuri, udang tersebut diproduksi oleh PT Bahari Makmur Sejati (BMS) yang beroperasi di kawasan Industri Modern Cikande, Banten.

Baca Juga:
Audit Keamanan Pusat Kontrol Listrik Jatim Rampung: 14 Poin Perbaikan Jadi Fokus

Pabrik itu bersebelahan dengan pabrik peleburan baja PT PMT yang mengolah bahan baku serbuk besi bekas (scrap metal). Dugaan sementara, kontaminasi terjadi akibat limbah radioaktif yang berasal dari proses peleburan baja.

Tidak berhenti di situ, pada 19 September, US FDA kembali merilis bahaya dan menyatakan produk cengkih asal Indonesia, PT Natural Java Spice, juga terkontaminasi radioaktif Cesium-137.

Perusahaan ini beroperasi di wilayah Surabaya, Jawa Timur. Kasus ini semakin menambah daftar panjang produk Indonesia yang bermasalah dan menimbulkan keraguan di kalangan konsumen internasional.

Rangkaian kasus kontaminasi Cesium-137 ini menjadi tamparan keras bagi industri Indonesia. Pemerintah dan pelaku industri harus segera berbenah diri dan meningkatkan pengawasan serta pengendalian mutu produk ekspor.

Jangan sampai kasus serupa terulang kembali dan merusak citra Indonesia sebagai negara pengekspor yang terpercaya.

Beberapa langkah konkret yang perlu dilakukan antara lain:

1. Memperketat pengawasan terhadap bahan baku yang digunakan dalam proses produksi, khususnya bahan baku daur ulang yang berpotensi mengandung limbah radioaktif.

2. Melakukan pemeriksaan rutin terhadap produk ekspor, khususnya produk makanan dan minuman, untuk memastikan tidak terkontaminasi zat berbahaya.

3. Meningkatkan koordinasi antar instansi terkait, seperti Kemenperin, Kementerian Perdagangan, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), dan Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN), dalam penanganan kasus kontaminasi radioaktif.

4. Memberikan sanksi tegas kepada pelaku industri yang terbukti melakukan pelanggaran dan menyebabkan kerugian bagi konsumen.

5. Melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya radiasi dan cara mencegahnya.

Dengan langkah-langkah yang komprehensif dan terpadu, diharapkan industri Indonesia dapat kembali bangkit dan memulihkan kepercayaan konsumen internasional.

Baca Juga:
Mimpi Makan Bergizi Gratis Terancam: Dana Macet, Dapur MBG di Pandeglang Gulung Tikar

Jangan sampai kasus kontaminasi Cesium-137 ini menjadi noda yang permanen dalam sejarah industri Indonesia.

Tags: #radioaktif
Previous Post

Adrenalin dan Aksi Sosial Bersatu di Gunung Pinang: Kanwil Ditjenpas Banten Sukses Gelar Shredding Series Masters Downhill

Next Post

Beban Berat Industri Baja RI: Terjebak Impor, Terlilit Mesin Tua! Apa Solusi Kemenperin?

Related Posts

Kabupaten Serang Jadi Role Model Nasional ETPD, Kepala Bapenda Diundang Kemendagri
Nasional

Kabupaten Serang Jadi Role Model Nasional ETPD, Kepala Bapenda Diundang Kemendagri

by Yustinus Agus
25/02/2026
0

SERANG – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh Kabupaten Serang di tingkat nasional. Atas keberhasilannya meraih indeks Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD)...

Read more
Pemkab Serang Raih Penghargaan Nasional APDESI, Komitmen Bangun Desa Diakui di Tingkat Nasional

Pemkab Serang Raih Penghargaan Nasional APDESI, Komitmen Bangun Desa Diakui di Tingkat Nasional

16/02/2026
Hari Pers Nasional

Hari Pers Nasional

29/01/2026
Industri Baja Nasional Siap Produksi 100 Jembatan Bailey per Bulan Tanpa Impor

Industri Baja Nasional Siap Produksi 100 Jembatan Bailey per Bulan Tanpa Impor

02/01/2026
Fenomena Regenerasi Alami Hutan Dunia, Indonesia Jadi Sorotan Ilmuwan

Fenomena Regenerasi Alami Hutan Dunia, Indonesia Jadi Sorotan Ilmuwan

26/12/2025

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

MatasNews.id

Menjadi salah satu media profesional dalam menyajikan fakta dan turut menangkal hoaks serta sebagai kontrol sosial sesuai dengan amanat Undang Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

BERITA TERBARU

Oknum Humas Polda Banten Diduga Kirim Pesan Tak Pantas kepada Wartawati

Oknum Humas Polda Banten Diduga Kirim Pesan Tak Pantas kepada Wartawati

15/03/2026
Perkuat Solidaritas, 234 SC Banten dan Srikandi PP Banten Turun ke Jalan Bagikan Takjil

Perkuat Solidaritas, 234 SC Banten dan Srikandi PP Banten Turun ke Jalan Bagikan Takjil

14/03/2026
Pemkab Serang Terima Peserta SSDN Lemhannas RI, Bahas Strategi Ketahanan Pangan

Pemkab Serang Terima Peserta SSDN Lemhannas RI, Bahas Strategi Ketahanan Pangan

10/03/2026
TNI AD Resmikan Jembatan Garuda di Kampung Mayak Baros, Permudah Akses Warga ke Pasar

TNI AD Resmikan Jembatan Garuda di Kampung Mayak Baros, Permudah Akses Warga ke Pasar

09/03/2026
Pemkab Serang Gerak Cepat Bersihkan Tumpukan Sampah di Kali Tirtayasa, Warga Apresiasi

Pemkab Serang Gerak Cepat Bersihkan Tumpukan Sampah di Kali Tirtayasa, Warga Apresiasi

05/03/2026
Bupati Serang Tutup Pesantren Ramadan Ramah Anak, Dorong Pembentukan Generasi Berkarakter Sejak Dini

Bupati Serang Tutup Pesantren Ramadan Ramah Anak, Dorong Pembentukan Generasi Berkarakter Sejak Dini

05/03/2026
Kejari Serang Geledah BPN Kota Serang, Sita Uang Rp228 Juta dan 20 Handphone

Kejari Serang Geledah BPN Kota Serang, Sita Uang Rp228 Juta dan 20 Handphone

04/03/2026
Ratusan Warga Bojonegara Padati Bazar Ramadhan Pemkab Serang, Harga Sembako di Bawah Pasaran

Ratusan Warga Bojonegara Padati Bazar Ramadhan Pemkab Serang, Harga Sembako di Bawah Pasaran

03/03/2026
HUT Satpol PP

HUT Satpol PP

03/03/2026
Ramadan Bahagia 1447 H, Bupati Serang Ajak Warga Terapkan Gaya Hidup Ramah Lingkungan

Ramadan Bahagia 1447 H, Bupati Serang Ajak Warga Terapkan Gaya Hidup Ramah Lingkungan

26/02/2026

KATEGORI UTAMA

  • Adventorial
  • Daerah
  • International
  • Nasional
  • News
  • Olahraga
  • Opini
  • Pendidikan
  • Uncategorized

Berita Terbaru

Oknum Humas Polda Banten Diduga Kirim Pesan Tak Pantas kepada Wartawati

Oknum Humas Polda Banten Diduga Kirim Pesan Tak Pantas kepada Wartawati

15/03/2026
Perkuat Solidaritas, 234 SC Banten dan Srikandi PP Banten Turun ke Jalan Bagikan Takjil

Perkuat Solidaritas, 234 SC Banten dan Srikandi PP Banten Turun ke Jalan Bagikan Takjil

14/03/2026
  • Disclaimer
  • Home
  • Kode Etik
  • Kontak
  • Pedoman Pemberitaan
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang Kami

Copyright © 2023 www.matasnews.id

No Result
View All Result
  • Disclaimer
  • Home
  • Kode Etik
  • Kontak
  • Pedoman Pemberitaan
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang Kami

Copyright © 2023 www.matasnews.id