PANDEGLANG – Masjid Agung Ar-Rahman Pandeglang menjadi saksi kolaborasi apik antara Perhimpunan Profesional Kesehatan Muslim Indonesia (PROKAMI) Wilayah Banten dan IMANI Care. Sebanyak 28 pengurus Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) dari berbagai masjid di sekitar Pandeglang antusias mengikuti Pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD) pada Sabtu, 20 September lalu, bertepatan dengan Hari Jantung Sedunia.
Acara ini terselenggara berkat kerjasama erat dengan DKM Masjid Agung Ar-Rahman Pandeglang, RSUD Berkah Kabupaten Pandeglang, serta Dewan Masjid Indonesia (DMI).
Ketua Pelaksana, Enong Iroh, menyampaikan rasa bangganya atas semangat para peserta.
“Kami berharap pelatihan ini membekali pengurus masjid dengan pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan untuk menjadi garda terdepan dalam situasi darurat di lingkungan mereka,” ujarnya.
Enong menjelaskan bahwa PROKAMI adalah wadah bagi tenaga kesehatan Muslim di Indonesia yang berfokus pada peningkatan kompetensi, jaringan keilmuan, dan kontribusi nyata dalam pelayanan umat.
Sementara IMANI Care aktif dalam berbagai program kemanusiaan di bidang kesehatan, sosial, dan pemberdayaan masyarakat.
dr. Nuly SpPD-KGH, FINASIM, Ketua PROKAMI Wilayah Banten, menekankan bahwa masjid bukan hanya pusat ibadah, tetapi juga pusat peradaban.
Baca Juga:
Patroli Humanis Den K-9 Warnai Car Free Day Depok, Warga Antusias Berinteraksi dengan Satwa Polisi
“Kami ingin memastikan pengurus masjid memiliki keterampilan dasar penyelamatan jiwa yang dapat diterapkan segera saat dibutuhkan,” tegasnya.
Pelatihan ini membekali peserta dengan pengetahuan dan keterampilan pertolongan pertama pada kondisi henti jantung mendadak dan tersedak. dr. Nuly menambahkan, “Dengan keterampilan ini, pengurus masjid dapat memberikan bantuan awal yang krusial sebelum tenaga medis tiba.”
dr. Nuly juga menyampaikan komitmen PROKAMI dan IMANI Care untuk terus mendukung peningkatan kapasitas masyarakat melalui pelatihan kesehatan dasar.
“Melibatkan pengurus masjid sangat strategis karena masjid adalah pusat berkumpulnya masyarakat,” katanya.
Salah seorang peserta mengungkapkan rasa terima kasihnya, “Pelatihan ini sangat bermanfaat. Kami merasa lebih siap dan percaya diri menghadapi keadaan darurat di masjid,”ungkapnya.
Pelatihan berlangsung interaktif dengan metode kombinasi teori dan praktik, dipandu oleh instruktur dari PROKAMI dan IMANI Care. Peserta berkesempatan melakukan simulasi menggunakan manekin khusus.
Baca Juga:
GEMBIRA di Lebak: Sinergi Mahasiswa dan Pemerintah Bangun Desa
Acara ditutup dengan pembagian doorprize dan bingkisan dari Dewan Masjid Indonesia (DMI) sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi aktif para peserta.
















