JAKARTA – Pemecatan Kompol Cosmas Kaju Gae, perwira Brimob yang terlibat dalam insiden tewasnya pengemudi ojek online (ojol) Affan Kurniawan, memicu reaksi keras dari masyarakat. Sebuah petisi daring yang menolak pemecatan tersebut telah ditandatangani oleh lebih dari 130.000 orang dan terus bertambah.
Petisi yang digagas oleh “Masyarakat Ngada, Flores, Nusa Tenggara Timur dan para pendukung keadilan” ini menjadi bukti nyata bahwa kasus Kompol Cosmas tidak sesederhana yang terlihat.
Dukungan luas ini menimbulkan pertanyaan: Apakah hukuman yang dijatuhkan sudah sepadan dengan jasa dan pengabdiannya selama ini?
“Pahlawan” di Mata Masyarakat Ngada: Pembelaan untuk Kompol Cosmas
Dalam petisinya, Masyarakat Ngada mengungkapkan kekaguman dan pembelaan terhadap Kompol Cosmas. Mereka menggambarkan Cosmas sebagai putra daerah yang telah mendedikasikan hidupnya untuk bangsa sejak muda.
“Bahkan, pada saat demonstrasi besar di Jakarta, beliau berada di garda terdepan untuk menyelamatkan banyak orang, termasuk pejabat negara,” tulis mereka dalam petisi.
Baca Juga:
Dari Ladang ke Lumbung Pangan: Polres Serang Sukses dengan Program Jagung
Bagi mereka, Cosmas bukan sekadar seorang polisi, melainkan seorang “pahlawan” yang mengharumkan nama daerah dan keluarga.
Meskipun tidak menutup mata terhadap insiden tragis yang menimpa Affan Kurniawan, mereka meyakini bahwa pemecatan adalah sanksi yang terlalu berat dan tidak sebanding dengan pengabdian puluhan tahun.
“Masih ada bentuk sanksi lain yang lebih manusiawi, lebih proporsional, tanpa harus meruntuhkan karier dan nama baik seorang putra daerah yang sudah puluhan tahun mengabdi,” lanjut mereka.
Permohonan untuk Kapolri: Meninjau Kembali Keputusan
Dengan suara bulat, Masyarakat Ngada memohon kepada Kapolri, Komisi Kode Etik dan Profesi (KKEP) Polri, serta Pimpinan DPR RI untuk meninjau kembali keputusan pemecatan Kompol Cosmas Kaju Gae. Mereka berharap agar ada sanksi yang lebih adil dan seimbang, yang tetap memberikan ruang untuk rehabilitasi nama baik Cosmas.
Baca Juga:
KPK Usut Pengadaan Pembeku Getah Karet di Kementan: Era SYL Kembali Disorot!
“Kami percaya Tuhan Maha Adil dan suara rakyat pun patut didengar. Dari Ngada, dari Flores, doa-doa dan tanda tangan kami menjadi saksi bahwa Kompol Kosmas Kaju Gae tetaplah kebanggaan kami, tetaplah pahlawan kami,” demikian pernyataan penutup yang menyentuh hati dalam petisi tersebut.















