JAKARTA – Dinas Rahasia Amerika Serikat (US Secret Service) berhasil mengungkap jaringan perangkat elektronik canggih yang berpotensi melumpuhkan jaringan telekomunikasi New York, hanya beberapa saat sebelum pelaksanaan Sidang Umum PBB, Selasa (23/9/2025).
Lembaga itu masih bungkam soal dalang di balik rencana jahat ini, namun mengindikasikan keterlibatan “aktor negara” dan “individu yang dikenal oleh aparat penegak hukum federal.”
Melansir AFP pada Selasa (23/9/2025), Direktur Secret Service Sean Curran menegaskan betapa seriusnya ancaman yang berhasil digagalkan.
“Potensi gangguan terhadap telekomunikasi negara kita yang ditimbulkan oleh jaringan perangkat ini tidak bisa dianggap remeh,” kata Curran dalam pernyataan resmi.
Pernyataan tersebut dirilis menjelang pidato Presiden AS Donald Trump di hadapan para pemimpin dunia di markas besar PBB, New York.
Ancaman Terhadap Pejabat Senior
Menurut Secret Service, jaringan perangkat tersebut terdeteksi setelah muncul ancaman terhadap sejumlah pejabat senior AS.
“Selain melakukan ancaman telepon anonim, perangkat ini dapat digunakan untuk melancarkan berbagai serangan telekomunikasi,” jelas lembaga tersebut.
“Ini termasuk melumpuhkan menara telepon seluler, memungkinkan serangan denial of service, serta memfasilitasi komunikasi anonim dan terenkripsi antara aktor ancaman potensial dan jaringan kriminal,” lanjut pernyataan itu.
Baca Juga:
Sosialisasi di Kilasah Kasemen, Syafrudin Paparkan 8 Program Ungulan
Agen khusus Secret Service, Matt McCool, menambahkan bahwa penyelidikan masih berlangsung intensif.
“Lembaga sedang berupaya mengidentifikasi siapa yang bertanggung jawab dan apa tujuan mereka, termasuk apakah rencana mereka adalah mengganggu Sidang Umum PBB,” ujarnya. Hingga kini, belum ada penangkapan yang dilakukan.
Penyelidikan ini bermula sejak musim semi lalu, ketika Secret Service mendeteksi adanya “panggilan palsu” yang ditujukan kepada pejabat senior AS.
Ratusan Server dan Ratusan Ribu SIM Card
Secret Service mengungkapkan bahwa perangkat yang disita tersebar dalam radius 35 mil (56 kilometer) dari markas besar PBB.
Temuan mencengangkan ini meliputi 300 server komputer serta lebih dari 100.000 SIM card yang tersebar di berbagai lokasi.
“Mengingat waktu, lokasi, dan potensi gangguan signifikan terhadap telekomunikasi New York yang ditimbulkan oleh perangkat ini, lembaga segera bergerak untuk membongkar jaringan ini,” demikian pernyataan resmi Secret Service.
Analisis awal menunjukkan adanya komunikasi seluler antara aktor ancaman negara dengan individu yang sudah dikenal oleh penegak hukum federal.
The New York Times melaporkan bahwa data pada SIM card yang dianalisis mengarah pada keterkaitan dengan “setidaknya satu negara asing” dan anggota kartel narkoba.
Baca Juga:
Bupati Serang ‘Kawal’ Industri Prioritaskan Warga Lokal: Kunjungan ke PT Polyplex Jadi Bukti
Selain itu, sebanyak 80 gram kokain dan senjata api ilegal juga ditemukan di sejumlah lokasi tempat perangkat tersebut disita.
















