CILEGON – Geger di SMAN 4 Cilegon! Orang tua siswa baru ramai-ramai mengeluhkan harga paket seragam sekolah yang dinilai sangat mahal dan diwajibkan dibeli melalui koperasi sekolah. Mereka merasa terbebani karena tidak diperbolehkan membeli seragam dari luar.
Salah satu orang tua siswa yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan, total biaya seragam mencapai Rp1.850.000. Rinciannya pun dinilai tidak masuk akal: seragam putih abu-abu Rp340.000, batik Rp415.000, pramuka Rp340.000, baju muslim atasan Rp240.000, dan perlengkapan lainnya. Yang lebih mengejutkan, semua seragam tersebut diwajibkan lunas saat daftar ulang.
“Dikasih surat pernyataan bermaterai, katanya pembelian sukarela. Tapi kenyataannya tidak bisa beli dari luar. Semua wajib beli dari sekolah. Kan aneh!” ujarnya, Rabu (9/7/2025). Ia dan orang tua siswa lainnya merasa dipaksa untuk mengeluarkan biaya yang sangat besar di awal tahun ajaran baru.
Baca Juga:
Operasi Senyap Polri: Sindikat Judi Online Internasional Tak Berkutik!
Padahal, banyak orang tua yang awalnya berencana membeli seragam di luar sekolah untuk menghemat pengeluaran. Namun, kebijakan sekolah ini membuat mereka terpaksa merogoh kocek lebih dalam. Beberapa orang tua bahkan hanya berencana membeli seragam batik dan olahraga saja, yang merupakan identitas sekolah.
Kejadian ini menimbulkan pertanyaan besar tentang transparansi dan kewajaran harga seragam sekolah. Banyak yang mempertanyakan mengapa sekolah tidak memberikan keleluasaan kepada orang tua untuk membeli seragam di tempat lain yang mungkin lebih terjangkau.
Baca Juga:
Cesium-137 Hantui Laut Cina Selatan: Kapal Terlantar Picu Kekhawatiran Global Soal Limbah Radioaktif
Pihak sekolah hingga saat ini belum memberikan tanggapan resmi terkait protes para orang tua siswa. Kasus ini pun menjadi viral di media sosial dan mendapat perhatian luas dari masyarakat Cilegon.















