• Disclaimer
  • Home
  • Kode Etik
  • Kontak
  • Pedoman Pemberitaan
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Jumat, Maret 20, 2026
MatasNews.id
  • Home
  • News
  • International
  • Nasional
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Opini
  • Uncategorized
  • Adventorial
  • Redaksi
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • International
  • Nasional
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Opini
  • Uncategorized
  • Adventorial
  • Redaksi
No Result
View All Result
MatasNews.id
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • International
  • Nasional
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Opini
  • Uncategorized
  • Adventorial
  • Redaksi

“Sekolah Zaman Batu”: Gebrakan Kontroversial Dedi Mulyadi, Pelajar Jabar Wajib Jalan Kaki!

Trotoar 1 Kilometer dan Air Minum Gratis, Demi Pelajar Jabar yang Sehat dan Kuat

Yustinus Agus by Yustinus Agus
31/10/2025
0
“Sekolah Zaman Batu”: Gebrakan Kontroversial Dedi Mulyadi, Pelajar Jabar Wajib Jalan Kaki!
0
SHARES
1
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke WhatsApp

BANDUNG – Gubernur Jawa Barat terpilih, Dedi Mulyadi, kembali membuat gebrakan kontroversial yang memicu perdebatan hangat di kalangan masyarakat. Kali ini, ia mencanangkan kebijakan “Sekolah Zaman Batu”, yang mewajibkan pelajar untuk berjalan kaki ke sekolah dan menjadikan lingkungan sekolah bebas dari kendaraan bermotor. Kamis, (30/10).

Kebijakan ini bukan tanpa alasan. Dedi Mulyadi, yang dikenal dengan ide-ide nyentriknya, merasa prihatin dengan gaya hidup pelajar zaman sekarang yang serba instan dan kurang gerak.

Ia mengajak para pelajar untuk kembali ke kebiasaan sederhana seperti berjalan kaki, yang menurutnya memiliki banyak manfaat bagi kesehatan fisik dan mental.

BacaJuga

Menyiapkan Pemimpin Sekolah Berintegritas, Retret CKS SMP Kabupaten Serang Digelar di Cinangka

SMPN 2 dan SDN Tonjong Terendam Banjir, Pemkab Serang Siapkan Normalisasi Kali Tonjong

“Dalam surat edaran, saya minta yang jaraknya ke sekolah masih bisa jalan, ya jalan kaki. Dan ini katanya Dedi Mulyadi mengajak orang kembali ke zaman batu. Padahal Jepang, jalan kaki, naik sepeda. Singapura jalan kaki jadi tradisi. Nah problem di kita ini jalan kaki karena panas aja, dan lalu lintasnya enggak baik,” ujar Dedi Mulyadi di Gedung Sate Bandung, seperti dilansir Antara.

Untuk mendukung kebijakan ini, Dedi Mulyadi berjanji akan membangun trotoar yang layak dan nyaman sepanjang satu kilometer di sekitar sekolah. Ia juga akan menyediakan instalasi air minum yang bisa dikonsumsi langsung, sehingga para pelajar tidak kepanasan dan dehidrasi saat berjalan kaki.

“Karenanya konsep saya berikutnya adalah, satu kilometer menjelang sekolah, akan saya bangunkan trotoar-trotoar yang layak untuk berjalan kaki. Satu kilometer. Jalan kepanasan minum. Itu bagian peradaban,” ucapnya.

Selain infrastruktur, Dedi Mulyadi juga akan mengeluarkan kebijakan bahwa sekolah menjadi kawasan bebas kendaraan siswa. Hal ini bertujuan untuk mengurangi polusi udara dan menciptakan lingkungan sekolah yang lebih aman dan nyaman.

Baca Juga:
Polisi Pariwisata Bali Perkuat Pengamanan

“Siswa yang di bawah umur, itu nitip-nitip motornya di warung tetangga sekolahnya. Enggak usah begitu,” katanya.

Kebijakan Dedi Mulyadi ini tentu saja menuai pro dan kontra. Sebagian masyarakat mendukung penuh kebijakan ini, karena dianggap positif bagi kesehatan dan lingkungan.

Namun, sebagian lainnya mengkritik kebijakan ini, karena dianggap tidak realistis dan memberatkan para pelajar yang rumahnya jauh dari sekolah.

Namun, Dedi Mulyadi tetap optimistis bahwa kebijakan ini akan membawa manfaat bagi para siswa. Ia yakin, dengan berjalan kaki ke sekolah, para siswa akan menjadi lebih sehat, kuat, dan disiplin.

“Yang penting orang jalan dulu. Kenapa anak sekarang itu jalan kaki itu malas. Badannya lemah, kakinya lemah. Besok dia mau jadi tentara, besok jadi pelaut, jadi polisi. Kakinya harus kokoh,” tuturnya.

Kebijakan “Sekolah Zaman Batu” ini menambah daftar kebijakan kontroversial Dedi Mulyadi selama menjabat sebagai Gubernur Jawa Barat. Sebelumnya, ia juga pernah mengeluarkan kebijakan seperti membina siswa bermasalah di barak militer, melarang wisuda dan study tour, memberlakukan jam malam untuk pelajar, menghapus PR sekolah, dan mewajibkan siswa masuk sekolah jam 6 pagi.

Baca Juga:
Sekolah Vokasi Unpad: Pendaftar SNBT 2025 Melonjak

Terlepas dari kontroversi yang menyertainya, Dedi Mulyadi tetap konsisten dengan visinya untuk menciptakan generasi muda Jawa Barat yang sehat, cerdas, dan berkarakter. Akankah kebijakan “Sekolah Zaman Batu” ini berhasil mencapai tujuannya? Waktu yang akan menjawab.

Previous Post

Red Command: Lahir dari Penjara, Menguasai Rio, dan Berakhir dalam Pembantaian?

Next Post

IKN: Megah Bak Singapura, Sepi Bak Kota Hantu, Harapan dan Ironi Ibu Kota Baru

Related Posts

Menyiapkan Pemimpin Sekolah Berintegritas, Retret CKS SMP Kabupaten Serang Digelar di Cinangka
Pendidikan

Menyiapkan Pemimpin Sekolah Berintegritas, Retret CKS SMP Kabupaten Serang Digelar di Cinangka

by Yustinus Agus
19/01/2026
0

SERANG - Berita tentang Retret Calon Kepala Sekolah (CKS) SMP Kabupaten Serang yang digelar di Nurul Fikri Boarding School (NFBS)...

Read more
SMPN 2 dan SDN Tonjong Terendam Banjir, Pemkab Serang Siapkan Normalisasi Kali Tonjong

SMPN 2 dan SDN Tonjong Terendam Banjir, Pemkab Serang Siapkan Normalisasi Kali Tonjong

14/01/2026
Kritik Guru Menguat, Program Makan Bergizi Gratis Disebut Pangkas Jam Pelajaran

Kritik Guru Menguat, Program Makan Bergizi Gratis Disebut Pangkas Jam Pelajaran

26/12/2025
Univa Sosialisasikan KUHAP Baru untuk Peradilan Lebih Humanis

Univa Sosialisasikan KUHAP Baru untuk Peradilan Lebih Humanis

11/12/2025
Ribuan Porsi MBG Disalurkan Polres Serang untuk Pelajar di Ciruas dan Lebakwangi

Ribuan Porsi MBG Disalurkan Polres Serang untuk Pelajar di Ciruas dan Lebakwangi

09/12/2025

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

MatasNews.id

Menjadi salah satu media profesional dalam menyajikan fakta dan turut menangkal hoaks serta sebagai kontrol sosial sesuai dengan amanat Undang Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

BERITA TERBARU

Oknum Humas Polda Banten Diduga Kirim Pesan Tak Pantas kepada Wartawati

Oknum Humas Polda Banten Diduga Kirim Pesan Tak Pantas kepada Wartawati

15/03/2026
Perkuat Solidaritas, 234 SC Banten dan Srikandi PP Banten Turun ke Jalan Bagikan Takjil

Perkuat Solidaritas, 234 SC Banten dan Srikandi PP Banten Turun ke Jalan Bagikan Takjil

14/03/2026
Pemkab Serang Terima Peserta SSDN Lemhannas RI, Bahas Strategi Ketahanan Pangan

Pemkab Serang Terima Peserta SSDN Lemhannas RI, Bahas Strategi Ketahanan Pangan

10/03/2026
TNI AD Resmikan Jembatan Garuda di Kampung Mayak Baros, Permudah Akses Warga ke Pasar

TNI AD Resmikan Jembatan Garuda di Kampung Mayak Baros, Permudah Akses Warga ke Pasar

09/03/2026
Pemkab Serang Gerak Cepat Bersihkan Tumpukan Sampah di Kali Tirtayasa, Warga Apresiasi

Pemkab Serang Gerak Cepat Bersihkan Tumpukan Sampah di Kali Tirtayasa, Warga Apresiasi

05/03/2026
Bupati Serang Tutup Pesantren Ramadan Ramah Anak, Dorong Pembentukan Generasi Berkarakter Sejak Dini

Bupati Serang Tutup Pesantren Ramadan Ramah Anak, Dorong Pembentukan Generasi Berkarakter Sejak Dini

05/03/2026
Kejari Serang Geledah BPN Kota Serang, Sita Uang Rp228 Juta dan 20 Handphone

Kejari Serang Geledah BPN Kota Serang, Sita Uang Rp228 Juta dan 20 Handphone

04/03/2026
Ratusan Warga Bojonegara Padati Bazar Ramadhan Pemkab Serang, Harga Sembako di Bawah Pasaran

Ratusan Warga Bojonegara Padati Bazar Ramadhan Pemkab Serang, Harga Sembako di Bawah Pasaran

03/03/2026
HUT Satpol PP

HUT Satpol PP

03/03/2026
Ramadan Bahagia 1447 H, Bupati Serang Ajak Warga Terapkan Gaya Hidup Ramah Lingkungan

Ramadan Bahagia 1447 H, Bupati Serang Ajak Warga Terapkan Gaya Hidup Ramah Lingkungan

26/02/2026

KATEGORI UTAMA

  • Adventorial
  • Daerah
  • International
  • Nasional
  • News
  • Olahraga
  • Opini
  • Pendidikan
  • Uncategorized

Berita Terbaru

Oknum Humas Polda Banten Diduga Kirim Pesan Tak Pantas kepada Wartawati

Oknum Humas Polda Banten Diduga Kirim Pesan Tak Pantas kepada Wartawati

15/03/2026
Perkuat Solidaritas, 234 SC Banten dan Srikandi PP Banten Turun ke Jalan Bagikan Takjil

Perkuat Solidaritas, 234 SC Banten dan Srikandi PP Banten Turun ke Jalan Bagikan Takjil

14/03/2026
  • Disclaimer
  • Home
  • Kode Etik
  • Kontak
  • Pedoman Pemberitaan
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang Kami

Copyright © 2023 www.matasnews.id

No Result
View All Result
  • Disclaimer
  • Home
  • Kode Etik
  • Kontak
  • Pedoman Pemberitaan
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang Kami

Copyright © 2023 www.matasnews.id