SERANG – Gubernur Banten, Andra Soni, meluncurkan program Sekolah Gratis untuk memastikan seluruh anak di Banten dapat mengenyam pendidikan hingga SMA/SMK. Program ini merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) Banten, yang menjadi kunci pertumbuhan ekonomi berkelanjutan. Hal ini disampaikan Andra Soni dalam talkshow “Sekolah Gratis, Komitmen Banten untuk Masa Depan” di TVRI Banten.
“Rata-rata lama sekolah di Banten masih 9,18 tahun. Artinya, masih banyak anak yang putus sekolah setelah SMP,” ujar Andra Soni. Ia menjelaskan, keterbatasan daya tampung sekolah negeri (hanya 80.000 dari 179.000 pendaftar tahun ini) mendorong kerjasama dengan sekolah swasta. Pemerintah Provinsi Banten memberikan bantuan biaya pendidikan sebesar Rp250.000 per siswa per bulan di wilayah Tangerang Raya, mencakup SPP, uang gedung, daftar ulang, dan kegiatan siswa.
“Tidak ada anak yang boleh putus sekolah karena biaya. Kerjasama dengan sekolah swasta ini solusi jangka pendek, sambil kita bangun Unit Sekolah Baru (USB) dan tambah ruang kelas,” tegas Andra Soni.
Baca Juga:
Adhyaksa FC Banten Bidik Kemenangan di Kandang Atas Bekasi FC City
Kualitas pendidikan tetap menjadi prioritas. Setiap kelas dibatasi maksimal 36 siswa dengan ukuran ruang 8×9 meter untuk kenyamanan belajar. Sistem Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) juga diperbarui dengan skema domisili zonasi yang lebih fleksibel, serta jalur afirmasi, prestasi, dan perpindahan orang tua. Verifikasi data berbasis nilai akademik dan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) memastikan bantuan tepat sasaran.
Dana pendidikan disalurkan langsung ke siswa melalui virtual account. Sekolah dilarang memungut biaya tambahan, dan uang pendaftaran yang sudah ditarik sebelum program ini berjalan wajib dikembalikan. “Laporkan jika ada sekolah yang melanggar aturan. Transparansi dan akuntabilitas kunci keberhasilan program ini,” tegas Gubernur.
Program Sekolah Gratis ini sejalan dengan upaya Pemprov Banten mendorong pertumbuhan ekonomi. Dengan infrastruktur strategis seperti Bandara Soekarno-Hatta dan Pelabuhan Merak, serta investasi yang tinggi (Rp31 triliun pada triwulan pertama 2025 dari target Rp119 triliun), SDM unggul menjadi penopang utama.
Baca Juga:
Pemkab Serang Komitmen Cegah Korupsi dan Pungli
Andra Soni mengajak seluruh masyarakat mendukung program ini agar dapat berlanjut hingga kelas XI dan XII. “Ini bukan hanya soal angka, tapi soal masa depan Banten,” pungkasnya.
















