BATAHAN – Kondisi memprihatinkan sebuah sekolah dasar di Mandailing Natal (Madina) menjadi sorotan. Sejumlah wali murid SDN 356 Sinunukan VI, Kecamatan Batahan, mengungkapkan kekecewaan mereka terhadap kondisi bangunan sekolah yang rusak parah. Plafon hampir runtuh, meja dan kursi reyot, membuat proses belajar mengajar menjadi tidak nyaman dan aman.
Ironisnya, setiap tahun sekolah ini menerima dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang seharusnya dapat dimanfaatkan untuk memperbaiki sarana dan prasarana.

Namun, реальность di lapangan justru berbanding terbalik.
Para wali murid dan masyarakat sekitar mengaku prihatin melihat kondisi SDN 356 Sinunukan VI yang уже tidak layak menjadi tempat bagi anak-anak mereka untuk menimba ilmu.
Mereka khawatir, kondisi ini akan berdampak pada kualitas pendidikan anak-anak mereka.
Tak hanya kondisi bangunan, kinerja Kepala SDN 356 Sinunukan VI, Aswi Sari, juga menjadi sorotan. Menurut pengakuan sejumlah wali murid, Aswi Sari jarang masuk kerja.
“Bahkan, dalam waktu satu bulan, kepala sekolah hanya sekali datang,” ungkap seorang wali murid yang enggan disebutkan namanya.
Baca Juga:
KKM Literasi Untirta: 1400 Mahasiswa untuk Banten
Kondisi ini membuat wali murid merasa kecewa dan khawatir dengan perkembangan anak-anak mereka.
Bahkan, ada wali murid yang terpaksa memindahkan anaknya ke sekolah lain demi mendapatkan lingkungan belajar yang lebih baik.
Selain itu, wali murid juga mempertanyakan transparansi penyaluran bantuan Program Indonesia Pintar (PIP). Mereka mengaku tidak tahu menahu kapan dan siapa saja yang menerima bantuan tersebut.
“Selama anak saya sekolah di SDN 356 itu, hanya satu kali menerima bantuan PIP,” keluh seorang wali murid.
Menanggapi keluhan-keluhan tersebut, Kepala SDN 356 Sinunukan VI, Aswi Sari, justru meminta wartawan untuk tidak memfitnah dan mencemarkan nama baiknya.
“Tolong pak saya jangan di fitnah dan ini pencemaran nama baik saya,” tulis Aswi Sari melalui pesan WhatsApp.
Dalam pesan itu, Aswi juga meminta agar tidak diganggu karena sedang berduka atas meninggalnya sang suami.
Baca Juga:
Citra Bawaslu Tercoreng: Ketua Diduga Tak Nafkahi Anak, Mantan Istri Cari Keadilan
Kondisi SDN 356 Sinunukan VI ini menjadi potret buram dunia pendidikan di daerah. Diharapkan, pemerintah daerah segera turun tangan untuk mengatasi masalah ini agar anak-anak di Sinunukan VI dapat belajar dengan nyaman dan mendapatkan pendidikan yang berkualitas.
















