JAKARTA – Lebih dari sekadar alat pembayaran, rupiah adalah simbol kedaulatan yang harus dijaga dan dilestarikan di setiap jengkal wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Bank Indonesia (BI) menekankan pentingnya kehadiran rupiah, bahkan hingga ke pelosok negeri, sebagai bukti nyata kehadiran negara.
Analis junior dari Departemen Pengelolaan Uang BI, Nurul Hakim, menjelaskan bahwa peredaran rupiah di seluruh wilayah NKRI adalah salah satu faktor krusial dalam mempertahankan kedaulatan negara. Tanpa rupiah, sebuah wilayah berpotensi lepas dari pangkuan Ibu Pertiwi.
“Kalau ada pulau yang enggak ada uang rupiahnya, itu bisa lepas dari NKRI, seperti Pulau Sipadan dan Ligitan,” beber Nurul saat memberikan paparan dalam Forum Komunikasi Media 2025 bertema “Peran Media Sebagai Mitra Strategis Bank Indonesia di Era Digital” yang digelar di Hotel Millenium Jakarta, Kamis (9/10/2025).
Kasus sengketa Sipadan dan Ligitan menjadi pelajaran pahit bagi Indonesia. Sengketa wilayah antara Indonesia dan Malaysia atas dua pulau di Laut Sulawesi ini berakhir dengan lepasnya kedua pulau tersebut ke tangan Malaysia.
Nurul menjelaskan bahwa salah satu pertimbangan Mahkamah Internasional dalam memutuskan sengketa tersebut adalah tidak adanya peredaran rupiah di kedua pulau tersebut.
Baca Juga:
Banten Genjot Ekonomi Kreatif dan Lingkungan Hidup: Dukungan Wagub Jadi Angin Segar
“Salah satu putusan Mahkamah Internasional, karena tidak ada rupiah yang beredar di wilayah NKRI,” tambahnya.
Pelajaran dari Sipadan dan Ligitan harus menjadi pengingat bagi kita semua. Jangan sampai kedaulatan negara terancam hanya karena kurangnya perhatian terhadap peredaran rupiah di wilayah-wilayah terpencil.
BI terus berupaya untuk memastikan ketersediaan rupiah di seluruh wilayah NKRI melalui berbagai program, seperti kas keliling ke daerah-daerah terpencil dan pulau-pulau terluar.
Namun, upaya ini membutuhkan dukungan dari semua pihak, termasuk pemerintah daerah, masyarakat, dan media.
Baca Juga:
Senayan Bergoyang, Rakyat Meradang: Empati Pejabat Lenyap di Tengah Krisis?
Mari kita jaga rupiah, mari kita jaga kedaulatan negara!
















