BANDUNG – Program renovasi 500 Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) di Kota Bandung mendapat sorotan langsung dari Wali Kota Muhammad Farhan. Rabu (25/6/2025), ia meninjau langsung proses perbaikan rumah di RW 12 Kelurahan Kopo bersama relawan Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia. Rumah-rumah yang direnovasi berada di gang-gang sempit dan terdata di Dinas Sosial (Dinsos) Kota Bandung.
Kerja sama apik antara Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman, Pemprov Jawa Barat, Pemkot Bandung, dan Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia membuat program ini berjalan tanpa menggunakan anggaran negara, baik nasional maupun daerah.
“Perbaikan Rutilahu ini mendukung program Presiden Prabowo untuk menyediakan rumah layak huni,” ujar Sunawan, relawan Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia Kantor Perwakilan Bandung. “Total 1.500 Rutilahu direnovasi – 500 di Depok, 500 di Banyumas, dan 500 di Kota Bandung. Target penyelesaian akhir tahun 2025,” tambahnya saat ditemui di Kelurahan Kopo. Lokasi renovasi di Bandung meliputi daerah Jamika dan Kopo.
Baca Juga:
Diplomasi Mengejutkan: Presiden Suriah Minta Putin Serahkan Assad!
Rp 30 Juta per Rumah, Prioritas Kesehatan Hunian
Sunawan menjelaskan, biaya renovasi mencapai Rp 30 juta per rumah. Jika biaya kurang dari angka tersebut, sisa dana dialokasikan untuk rumah lain. Meskipun menggunakan data Dinsos, Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia tetap melakukan pengecekan lapangan. “Perbaikan difokuskan pada rumah yang tidak sehat, dilihat dari cahaya, sirkulasi udara, dan MCK,” jelas Sunawan.
Wali Kota Farhan menambahkan, program ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Pemkot Bandung untuk mewujudkan hunian layak bagi warga kurang mampu.
Baca Juga:
Bali Utara dan Barat Dipromosikan sebagai Destinasi Baru Favorit Wisatawan Singapura
“Kolaborasi ini mempercepat realisasi janji kepada masyarakat,” tegas Farhan. Program ini menjadi bukti nyata sinergi pemerintah dan lembaga swadaya masyarakat dalam meningkatkan kualitas hidup warga Kota Bandung.
















