• Disclaimer
  • Home
  • Kode Etik
  • Kontak
  • Pedoman Pemberitaan
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Jumat, Maret 20, 2026
MatasNews.id
  • Home
  • News
  • International
  • Nasional
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Opini
  • Uncategorized
  • Adventorial
  • Redaksi
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • International
  • Nasional
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Opini
  • Uncategorized
  • Adventorial
  • Redaksi
No Result
View All Result
MatasNews.id
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • International
  • Nasional
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Opini
  • Uncategorized
  • Adventorial
  • Redaksi

Red Command: Lahir dari Penjara, Menguasai Rio, dan Berakhir dalam Pembantaian?

Operasi Brutal Lula dan Reaksi Dunia, Apakah Pembantaian Red Command Dapat Dibenarkan?

Yustinus Agus by Yustinus Agus
31/10/2025
0
Red Command: Lahir dari Penjara, Menguasai Rio, dan Berakhir dalam Pembantaian?
0
SHARES
0
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke WhatsApp

JAKARTA – Rio de Janeiro, kota karnaval dan pantai indah, kini berubah menjadi panggung horor. Ratusan mayat bergelimpangan di jalanan, diduga anggota Red Command, geng narkoba yang menjadi target operasi besar-besaran Presiden Lula da Silva. Lebih dari seratus nyawa melayang dalam perburuan brutal yang memicu kecaman dari pemerhati HAM hingga Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Pertanyaannya, siapakah sebenarnya Red Command, hingga operasi penumpasannya berujung pada tragedi kemanusiaan?

Red Command, atau Comando Vermelho (CV), bukan sekadar geng kriminal biasa. Ia adalah kelompok kriminal tertua di Brasil, lahir dari aliansi unik antara penjahat kelas teri dan milisi sayap kiri di balik jeruji besi. Pada era rezim diktator Brasil (1964-1985), penjara Candido Mendes di Pulau Ilha Grande menjadi saksi bisu persatuan para narapidana yang berjuang untuk bertahan hidup.

Awalnya, mereka membentuk Falange Vermelha, organisasi sayap kiri yang berupaya melawan sistem yang menindas. Namun, seiring waktu, kelompok ini terjerumus dalam kejahatan terorganisir dan dijuluki “Komando Merah” oleh media. Pada tahun 1979, Red Command melebarkan sayapnya ke jalanan Rio, menugaskan anggota di luar penjara untuk mengumpulkan dana melalui kegiatan kriminal.

BacaJuga

Arwana RI Jadi Primadona di Pasar China, Transaksi Capai Jutaan Dolar

Gunungan Sampah Tutupi Pasar Cimanggis, Pedagang dan Warga Resah

Awalnya, mereka hanya merampok bank dan melakukan penjambretan. Namun, pada dekade 1980-an, Red Command beralih ke bisnis narkoba, menjalin kerjasama dengan kartel narkoba di Kolombia.

Dengan struktur organisasi yang solid, mereka merasa mampu mendistribusikan narkoba dalam skala besar. Selain itu, memudarnya pengaruh mafia judi ilegal membuka pintu bagi Red Command untuk memperluas kekuasaan.

Red Command bukan hanya menguasai dunia kriminal, tetapi juga berhasil mengambil alih kepemimpinan sosial di lingkungan marginal Rio de Janeiro. Mereka membangun sistem pemerintahan paralel di dalam favela, menyediakan lapangan kerja bagi penduduk yang terpinggirkan dari masyarakat Brasil.

Baca Juga:
Pemkab Serang ‘Sentil’ Mie Gacoan: Jangan Remehkan Perizinan!

“Sejak saat itu, kelompok ini berkembang jadi ancaman nasional dan transnasional yang cukup besar,” demikian laporan dari Insight Crime, sebuah situs yang fokus pada kejahatan terorganisir.

Pada tahun 2005, Red Command diperkirakan menguasai lebih dari separuh wilayah paling keras di Rio de Janeiro. Mereka juga memiliki pengaruh besar di penjara-penjara seluruh Brasil, dengan basis utama di Amazonas dan basis sekunder di Mato Grosso. Jaringan mereka bahkan mencapai Bolivia, yang menjadi sumber utama kokain.

Namun, dominasi Red Command mulai goyah dengan munculnya Komando Ibu Kota Pertama (Primeiro Comando da Capital/PCC) di Sao Paulo pada tahun 2008, serta intervensi negara yang mengerahkan pasukan ke wilayah-wilayah yang didominasi kelompok kriminal. Selain itu, mereka juga harus berhadapan dengan milisi yang memaksa masuk ke wilayahnya.

Para pengamat menilai, anggota Red Command di luar penjara kini memiliki tujuan yang lebih jelas: membentuk geng-geng bersenjata lengkap untuk mengambil alih wilayah narkoba atas nama Red Command.

Mereka menguasai banyak pemukiman miskin di Rio de Janeiro, membangun sistem pemerintahan paralel di dalam favela, dan menyediakan lapangan kerja bagi penduduk yang telah lama terpinggirkan dari masyarakat Brasil.

Operasi brutal yang dilancarkan Presiden Lula da Silva mungkin berhasil menumpas sebagian anggota Red Command, tetapi akar masalahnya jauh lebih dalam. Kemiskinan, ketidaksetaraan, dan korupsi adalah lahan subur bagi tumbuhnya organisasi kriminal seperti Red Command.

Baca Juga:
Sultan Brunei Terjatuh: Momen yang Sempat Membuat Khawatir Para Pengawal

Tanpa solusi komprehensif yang menyentuh akar masalah, Rio de Janeiro akan terus menjadi neraka bagi warganya.

Previous Post

Mimpi IKN Terancam? 13.000 Hektar Lahan Rusak Akibat Tambang dan Kebun Ilegal!

Next Post

“Sekolah Zaman Batu”: Gebrakan Kontroversial Dedi Mulyadi, Pelajar Jabar Wajib Jalan Kaki!

Related Posts

Arwana RI Jadi Primadona di Pasar China, Transaksi Capai Jutaan Dolar
International

Arwana RI Jadi Primadona di Pasar China, Transaksi Capai Jutaan Dolar

by Yustinus Agus
26/12/2025
0

JAKARTA - Tidak seperti komoditas ekspor khas Indonesia seperti minyak sawit, batu bara, atau kopi, ada satu ekspor yang belakangan...

Read more
Gunungan Sampah Tutupi Pasar Cimanggis, Pedagang dan Warga Resah

Gunungan Sampah Tutupi Pasar Cimanggis, Pedagang dan Warga Resah

16/12/2025
Dunia Mengakui Keindahan Pulau Komodo, Masuk Daftar 20 Destinasi Terbaik 2026

Dunia Mengakui Keindahan Pulau Komodo, Masuk Daftar 20 Destinasi Terbaik 2026

13/12/2025
Hanoi Darurat Polusi: Kabut Beracun Kian Pekat, Warga Terancam

Hanoi Darurat Polusi: Kabut Beracun Kian Pekat, Warga Terancam

12/12/2025
Andra Soni Dorong Infrastruktur dan SDM untuk Pertumbuhan Ekonomi Merata di Banten

Andra Soni Dorong Infrastruktur dan SDM untuk Pertumbuhan Ekonomi Merata di Banten

11/12/2025

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

MatasNews.id

Menjadi salah satu media profesional dalam menyajikan fakta dan turut menangkal hoaks serta sebagai kontrol sosial sesuai dengan amanat Undang Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

BERITA TERBARU

Oknum Humas Polda Banten Diduga Kirim Pesan Tak Pantas kepada Wartawati

Oknum Humas Polda Banten Diduga Kirim Pesan Tak Pantas kepada Wartawati

15/03/2026
Perkuat Solidaritas, 234 SC Banten dan Srikandi PP Banten Turun ke Jalan Bagikan Takjil

Perkuat Solidaritas, 234 SC Banten dan Srikandi PP Banten Turun ke Jalan Bagikan Takjil

14/03/2026
Pemkab Serang Terima Peserta SSDN Lemhannas RI, Bahas Strategi Ketahanan Pangan

Pemkab Serang Terima Peserta SSDN Lemhannas RI, Bahas Strategi Ketahanan Pangan

10/03/2026
TNI AD Resmikan Jembatan Garuda di Kampung Mayak Baros, Permudah Akses Warga ke Pasar

TNI AD Resmikan Jembatan Garuda di Kampung Mayak Baros, Permudah Akses Warga ke Pasar

09/03/2026
Pemkab Serang Gerak Cepat Bersihkan Tumpukan Sampah di Kali Tirtayasa, Warga Apresiasi

Pemkab Serang Gerak Cepat Bersihkan Tumpukan Sampah di Kali Tirtayasa, Warga Apresiasi

05/03/2026
Bupati Serang Tutup Pesantren Ramadan Ramah Anak, Dorong Pembentukan Generasi Berkarakter Sejak Dini

Bupati Serang Tutup Pesantren Ramadan Ramah Anak, Dorong Pembentukan Generasi Berkarakter Sejak Dini

05/03/2026
Kejari Serang Geledah BPN Kota Serang, Sita Uang Rp228 Juta dan 20 Handphone

Kejari Serang Geledah BPN Kota Serang, Sita Uang Rp228 Juta dan 20 Handphone

04/03/2026
Ratusan Warga Bojonegara Padati Bazar Ramadhan Pemkab Serang, Harga Sembako di Bawah Pasaran

Ratusan Warga Bojonegara Padati Bazar Ramadhan Pemkab Serang, Harga Sembako di Bawah Pasaran

03/03/2026
HUT Satpol PP

HUT Satpol PP

03/03/2026
Ramadan Bahagia 1447 H, Bupati Serang Ajak Warga Terapkan Gaya Hidup Ramah Lingkungan

Ramadan Bahagia 1447 H, Bupati Serang Ajak Warga Terapkan Gaya Hidup Ramah Lingkungan

26/02/2026

KATEGORI UTAMA

  • Adventorial
  • Daerah
  • International
  • Nasional
  • News
  • Olahraga
  • Opini
  • Pendidikan
  • Uncategorized

Berita Terbaru

Oknum Humas Polda Banten Diduga Kirim Pesan Tak Pantas kepada Wartawati

Oknum Humas Polda Banten Diduga Kirim Pesan Tak Pantas kepada Wartawati

15/03/2026
Perkuat Solidaritas, 234 SC Banten dan Srikandi PP Banten Turun ke Jalan Bagikan Takjil

Perkuat Solidaritas, 234 SC Banten dan Srikandi PP Banten Turun ke Jalan Bagikan Takjil

14/03/2026
  • Disclaimer
  • Home
  • Kode Etik
  • Kontak
  • Pedoman Pemberitaan
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang Kami

Copyright © 2023 www.matasnews.id

No Result
View All Result
  • Disclaimer
  • Home
  • Kode Etik
  • Kontak
  • Pedoman Pemberitaan
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang Kami

Copyright © 2023 www.matasnews.id