SERANG – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Serang sejak Jumat sore menyebabkan Sungai Cikambui meluap dan merendam ratusan rumah warga di Perumahan Bumi Nagara Lestari (BNL), Desa Nagara, Kecamatan Kibin. Peristiwa banjir tersebut terjadi sejak Jumat (2/1/2026) dan masih dirasakan dampaknya hingga Sabtu (3/1/2026), dengan ketinggian air bervariasi antara 50 sentimeter hingga mencapai sekitar 80 sentimeter di sejumlah titik permukiman.
Berdasarkan data di lapangan, sedikitnya 326 rumah warga terdampak langsung akibat luapan air sungai. Air bah masuk ke dalam rumah-rumah warga, merendam perabotan, peralatan elektronik, serta memutus akses jalan di lingkungan perumahan. Kondisi ini membuat aktivitas warga lumpuh total, baik untuk bekerja, bersekolah, maupun menjalankan kegiatan sehari-hari lainnya. Jalan utama dan gang-gang kecil di dalam perumahan tidak dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat karena terendam air cukup dalam.
Salah seorang warga Perumahan BNL, Tomi (37), menceritakan bahwa banjir mulai datang secara perlahan pada Jumat sore bersamaan dengan hujan deras yang turun tanpa henti. Dalam waktu singkat, air sungai naik dan meluap ke kawasan perumahan. Menurutnya, sebagian warga sempat tidak menyangka air akan naik setinggi itu karena awalnya hanya menggenangi jalan. Namun, menjelang malam, air mulai masuk ke dalam rumah.
“Banjir datang Jumat sore disertai hujan deras. Awalnya air di jalan, lalu naik terus sampai masuk ke rumah. Ketinggian sekitar 50 sampai 80 sentimeter di beberapa titik. Akibatnya kami tidak bisa melakukan aktivitas apa-apa, semua terganggu,” ujar Tomi saat ditemui di lokasi banjir.
Ia menambahkan, banyak warga terpaksa mengungsi sementara ke rumah kerabat atau ke tempat yang lebih tinggi di dalam perumahan. Sebagian warga lainnya memilih bertahan di rumah sambil menyelamatkan barang-barang berharga ke tempat yang lebih aman. Anak-anak dan lansia menjadi kelompok paling terdampak karena kesulitan beraktivitas di tengah genangan air.
Kondisi banjir juga diperparah dengan posisi Perumahan Bumi Nagara Lestari yang berada lebih rendah dibandingkan bibir sungai di sekitarnya. Saat debit air Sungai Cikambui meningkat, air dengan mudah meluap dan mengalir ke kawasan permukiman. Selain itu, derasnya arus sungai tidak dapat tertampung karena Sungai Cikambui bermuara ke Sungai Ciujung yang pada saat bersamaan juga dalam kondisi meluap akibat tingginya curah hujan.
Kapolsek Cikande AKP Tatang yang turun langsung ke lokasi banjir menjelaskan bahwa intensitas hujan yang tinggi menjadi faktor utama terjadinya luapan sungai. Air Sungai Cikambui tidak dapat mengalir dengan lancar ke Sungai Ciujung karena kondisi Sungai Ciujung sendiri sudah penuh dan meluap. Akibatnya, air tertahan dan berbalik menggenangi permukiman warga.
Baca Juga:
Kejagung Bongkar Skandal Ekspor POME: Bea Cukai Digeledah, Oknum Nakal Terancam!
“Sekitar 326 rumah warga terdampak banjir. Air masuk ke permukiman akibat luapan Sungai Cikambui. Aliran air dari sungai ini tidak bisa keluar ke Sungai Ciujung karena Sungai Ciujung juga meluap. Ditambah lagi posisi perumahan yang lebih rendah dari bibir sungai, sehingga air mudah masuk ke lingkungan warga,” jelas AKP Tatang.
Melihat kondisi tersebut, jajaran Polsek Cikande Polres Serang bergerak cepat melakukan penanganan awal. Dipimpin langsung oleh Kapolsek Cikande AKP Tatang, personel kepolisian mendatangi lokasi banjir untuk memantau situasi, membantu warga, serta memastikan keamanan lingkungan. Selain melakukan pemantauan, pihak kepolisian juga menyalurkan bantuan berupa paket sembako kepada warga terdampak banjir.
Bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk kepedulian dan upaya meringankan beban warga yang terdampak bencana. Paket sembako berisi kebutuhan pokok seperti beras, mie instan, minyak goreng, dan bahan makanan lainnya yang sangat dibutuhkan warga di tengah kondisi darurat. Penyaluran bantuan dilakukan secara langsung agar tepat sasaran dan dapat segera dimanfaatkan oleh warga.
AKP Tatang menyampaikan bahwa kehadiran polisi di tengah masyarakat yang sedang tertimpa musibah merupakan bagian dari tugas dan tanggung jawab kepolisian untuk memberikan pelayanan, perlindungan, dan pengayoman kepada masyarakat. Ia juga memastikan bahwa pihaknya akan terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memantau perkembangan situasi banjir dan membantu proses penanganan lebih lanjut.
“Kami mengimbau kepada seluruh warga agar tetap waspada dan berhati-hati, terutama jika hujan deras kembali turun. Jika ketinggian air terus bertambah, warga diharapkan segera mengamankan diri dan melaporkan kepada petugas,” ujarnya.
Selain itu, warga juga diminta untuk selalu memperhatikan kondisi lingkungan sekitar, termasuk saluran air dan sungai, serta tidak membuang sampah sembarangan yang dapat memperparah banjir. Dalam kondisi cuaca yang tidak menentu seperti saat ini, kewaspadaan menjadi hal penting guna menghindari risiko yang lebih besar.
Hingga Sabtu siang, genangan air di beberapa titik mulai berangsur surut seiring berkurangnya intensitas hujan. Namun, sebagian rumah masih terendam air, terutama di area yang berada paling rendah. Warga berharap adanya penanganan jangka panjang dari pemerintah daerah, seperti normalisasi sungai dan perbaikan sistem drainase, agar banjir serupa tidak terus berulang setiap musim hujan.
Baca Juga:
Pemkab Serang Dorong Pemdes Tingkatkan Tata Kelola Keuangan
Banjir yang merendam Perumahan Bumi Nagara Lestari ini kembali menjadi pengingat akan pentingnya pengelolaan lingkungan dan infrastruktur yang memadai. Dengan kolaborasi antara pemerintah, aparat, dan masyarakat, diharapkan dampak bencana dapat diminimalkan dan keselamatan warga tetap terjaga.












