SERANG – Warga Kampung Darul Mawar, Desa Bojong Pandan, Kecamatan Tunjungteja, Kabupaten Serang, Banten, dikejutkan dengan terjangan puting beliung yang dahsyat pada Selasa (16/9/2025). Angin kencang memorak-porandakan kawasan permukiman, menyebabkan kerusakan parah pada sebuah masjid dan 14 rumah warga.
Kapolsek Petir, AKP Priyanto, menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan pengecekan langsung ke lokasi kejadian untuk mendata kerusakan.
“Akibat puting beliung ini, Masjid Darul Mawar mengalami kerusakan pada genteng, atap asbes, dan plafon. Selain itu, 14 rumah warga juga mengalami kerusakan serupa pada bagian atap,” ujarnya.
Menurut keterangan saksi mata, angin puting beliung terjadi sekitar pukul 14.30 WIB. Awalnya, angin bertiup kencang disertai suara gemuruh yang menakutkan.
Tak lama kemudian, angin berputar-putar dengan kecepatan tinggi, mengangkat dan menerbangkan atap-atap rumah.
“Anginnya sangat kuat, seperti ada yang mencabut atap rumah kami. Kami semua panik dan berlarian menyelamatkan diri,” ungkap seorang warga yang menjadi korban puting beliung.
Baca Juga:
Persidangan Korupsi Ungkap Dugaan Kendali Terselubung Nadiem Pasca Mundur dari Gojek
AKP Priyanto menambahkan, berdasarkan laporan yang diterima, angin puting beliung terjadi sebanyak dua kali. Hal ini semakin memperparah kerusakan yang terjadi.
“Kami bersyukur tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun, kerugian materi diperkirakan mencapai sekitar Rp 50 juta,” katanya.
Pihak kepolisian bersama dengan instansi terkait telah berkoordinasi untuk memberikan bantuan kepada para korban puting beliung.
Bantuan berupa makanan, pakaian, dan tempat tinggal sementara akan segera disalurkan.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk selalu waspada terhadap bencana alam. Perubahan iklim yang semakin ekstrem dapat memicu terjadinya cuaca buruk seperti puting beliung.
Baca Juga:
Revolusi Ekonomi Desa! Presiden Prabowo Luncurkan Kopdes Merah Putih!
Oleh karena itu, penting bagi kita untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan melakukan langkah-langkah mitigasi bencana.












