JAKARTA – Gelaran World Artistic Gymnastics Championships 2025 yang akan diselenggarakan di Jakarta bulan ini terancam dibayangi kontroversi. Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Sukamta, dengan tegas mengingatkan pemerintah akan potensi polemik yang dapat dipicu oleh kehadiran atlet Israel dalam ajang tersebut.
Sukamta, politisi dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS), menyerukan kepada pemerintah untuk tidak memberikan panggung kepada atlet dari negara yang dianggap melakukan genosida terhadap warga Palestina.
Ia menekankan bahwa Indonesia seharusnya menunjukkan sikap politik luar negeri yang berpihak pada kemanusiaan, sesuai dengan amanat konstitusi.
“Izin bagi atlet Israel untuk bertanding di Tanah Air tidak hanya berpotensi menimbulkan polemik publik, tetapi juga mencederai amanat konstitusi yang menolak segala bentuk penjajahan!” seru Sukamta dalam keterangan tertulisnya.
Sukamta mengingatkan pemerintah untuk belajar dari pengalaman pahit sebelumnya, di mana Indonesia kehilangan hak menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 karena penolakan publik terhadap kehadiran Timnas Israel.
Ia khawatir sikap lunak terhadap Israel dapat dianggap sebagai perubahan arah moral bangsa.
Baca Juga:
Pesona Borobudur Memikat Eropa: Balkondes Karangrejo Siap Sambut Wisatawan Mancanegara!
“Jangan sampai kita kebobolan lagi soal keikutsertaan Israel dalam ajang olahraga internasional,” tegasnya.
Sukamta mengingatkan bahwa sejak awal kemerdekaan, Indonesia konsisten menentang penjajahan dan mendukung kemerdekaan Palestina.
Sejarah mencatat konsistensi tersebut, di mana Indonesia memilih mundur dari babak kualifikasi Piala Dunia 1958 agar tidak harus bertanding melawan Israel. Pada tahun 1962, Indonesia juga menolak memberikan visa untuk delegasi Israel dan Taiwan, meskipun sikap itu memicu ketegangan internasional.
Sukamta menegaskan bahwa tindakan Israel di Palestina melanggar berbagai hukum internasional, termasuk Konvensi Jenewa 1949, Statuta Roma tentang Kejahatan terhadap Kemanusiaan, dan Piagam PBB tentang HAM. Ia menilai tindakan Israel telah menghancurkan masa depan sebuah bangsa.
“Karenanya, dalam situasi genosida seperti ini, tidak pantas jika Indonesia menggelar kompetisi yang mengikutsertakan atlet Israel. Dunia bisa menilai kita tidak sensitif terhadap penderitaan rakyat Palestina,” pungkas Sukamta dengan nada prihatin.
Baca Juga:
Harmoni Pembangunan: SMSI-Pemda Bersinergi Wujudkan Masyarakat Sejahtera
Kehadiran atlet Israel dalam Kejuaraan Dunia Senam 2025 di Jakarta kini menjadi sorotan tajam. Akankah pemerintah Indonesia mendengarkan peringatan dari anggota DPR RI dan mengambil langkah tegas untuk menjaga marwah bangsa? Waktu akan menjawab.
















