JAKARTA – PT PLN (Persero) berambisi untuk mengubah lanskap energi Indonesia secara signifikan dalam 10 tahun mendatang. Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, mengungkapkan bahwa 75% tambahan kapasitas pembangkit listrik di Indonesia akan berbasis pada energi terbarukan.
Langkah ambisius ini merupakan bagian dari implementasi Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) yang baru saja disahkan oleh Menteri ESDM Bahlil Lahadalia.
Dalam acara detikSore on Location di Anjungan Sarinah, Jakarta Pusat, Darmawan menjelaskan bahwa RUPTL ini adalah wujud nyata dari arahan Presiden untuk mengurangi ketergantungan pada energi impor dan memaksimalkan potensi sumber daya energi domestik.
“Energi yang tadinya impor, kita ganti dengan energi yang berbasis pada domestik. Swasembada energi ini siap kami laksanakan,” tegasnya.
Darmawan dengan antusias menyebutkan sumber-sumber energi terbarukan yang akan dimanfaatkan, seperti angin, matahari, tenaga air, dan panas bumi.
“Angin dari mana? Dalam negeri. Matahari dari mana? Domestik. Bukan impor lagi!” serunya.
Baca Juga:
Karpet Merah Investasi Terbentang di Banten: Banten Investment Forum 2025 Buktikan Daya Tarik Banten!
Selain itu, PLN juga berkomitmen untuk mengganti penggunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang mahal dengan sumber energi yang lebih ekonomis.
Darmawan memastikan bahwa PLN akan mengikuti arahan Menteri ESDM untuk menyediakan energi yang terjangkau bagi masyarakat.
Tidak hanya itu, PLN juga menargetkan pada tahun 2029 seluruh wilayah Indonesia akan teraliri listrik.
“Jadi, di sini ada keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Bukan lagi hanya tulisan di atas kertas, tapi bentuk nyata yaitu setiap keluarga yang ada di Indonesia harus hidup dalam terang,” pungkasnya.
Dengan target ambisius ini, PLN berupaya mewujudkan Indonesia Langgas Berenergi, sebuah visi untuk kemandirian energi dan pemerataan akses listrik bagi seluruh masyarakat Indonesia.
Baca Juga:
Gubernur Banten Sambut Komandan Kopassus Baru
















