PANDEGLANG – Perjuangan seorang ibu hamil di Kampung Ciluluk, Pandeglang, menyayat hati. Wiwin (21) harus ditandu di atas tandu bambu yang dibalut sarung, melewati jalan rusak parah sepanjang 7 kilometer, sebelum akhirnya menyeberangi sungai dengan perahu kecil menuju puskesmas untuk melahirkan.
Momen mengharukan ini viral di media sosial. Suami Wiwin, Alam, menceritakan kisah pilu tersebut saat ditemui di rumahnya yang berjarak 3 kilometer dari jalan desa. “Benar Pak, istri saya ditandu, lalu naik perahu karena jalannya rusak parah, tak bisa dilalui kendaraan,” ujarnya Jumat (30/05/2025), sambil menggendong bayi perempuan mereka yang baru lahir.
Perjalanan menuju puskesmas memakan waktu sekitar 2 jam. 3 kilometer perjalanan darat yang melelahkan, dilanjutkan dengan pelayaran 7 kilometer menggunakan perahu kecil, sebelum akhirnya dijemput ambulans.
Baca Juga:
Rumah Mewah di Cilegon Jadi TKP Tragis, Bocah 9 Tahun Meregang Nyawa
Alam mengungkapkan, kondisi jalan di kampungnya telah rusak selama lebih dari 45 tahun.
“Sejak kecil saya sudah melihat jalan rusak begini. Kalau ada yang sakit atau mau melahirkan, selalu ditandu dan naik perahu,” tuturnya.
Baca Juga:
Jelang Lebaran, Gubernur Banten Andra Soni Ajak Kepala Daerah se-Provinsi Banten Antisipasi Lonjakan Harga dan Ketersediaan Barang
Beruntung, Wiwin melahirkan bayi perempuan sehat dengan berat 2,8 kilogram. “Alhamdulillah, bayi dan istri saya selamat,” ucap Alam penuh syukur. Namun, ia berharap pemerintah segera memperbaiki akses jalan di kampungnya, agar kejadian serupa tak terulang. “Semoga ada perhatian dari pemerintah daerah maupun pusat,” harapnya.















