BANDUNG – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Sukamiskin menjadi saksi bisu semangat kebangsaan yang membara. Pada hari Selasa, 1 Oktober 2025, seluruh jajaran pegawai dan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) bersatu dalam Upacara Bendera Peringatan Hari Kesaktian Pancasila. Upacara yang berlangsung khidmat ini menjadi wujud nyata komitmen Lapas Sukamiskin dalam menanamkan nilai-nilai luhur Pancasila sebagai ideologi negara.
Di lapangan voli Lapas, Kepala Lapas Kelas I Sukamiskin, Fajar Nurcahyono, bertindak sebagai Inspektur Upacara.
Dengan penuh kharisma, beliau memimpin jalannya upacara yang bertujuan untuk mengenang kembali sejarah heroik bangsa dalam mempertahankan Pancasila sebagai dasar negara dan ideologi tunggal.
Baca Juga:
Sawah Luhur Jadi ‘Lahan Basah’ Oknum Pejabat? Walikota Serang Dilaporkan ke Ombudsman!
Dalam amanatnya, Kalapas Fajar Nurcahyono menegaskan bahwa Hari Kesaktian Pancasila adalah momentum krusial untuk merenungkan kembali makna dari tragedi kelam di masa lalu dan memperkokoh persatuan serta kesatuan bangsa.
Beliau juga menyoroti peran strategis Lapas sebagai institusi pembinaan yang tidak hanya bertanggung jawab atas keamanan dan ketertiban, tetapi juga atas pembentukan kembali karakter dan ideologi para WBP.
Keikutsertaan para WBP dalam upacara ini menjadi simbol bahwa proses pembinaan ideologi negara terus berjalan di dalam Lapas.
“Kami ingin menanamkan kembali nilai-nilai Pancasila kepada para WBP agar mereka dapat kembali menjadi anggota masyarakat yang baik dan berguna bagi bangsa dan negara,” ujar Kalapas Fajar Nurcahyono dengan penuh semangat.
Baca Juga:
Ali Hanafiah: Keputusan Presiden Prabowo Soal Empat Pulau Sangat Tepat
Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Lapas Sukamiskin ini menjadi bukti bahwa semangat Pancasila tetap hidup dan relevan di setiap lini kehidupan, bahkan di balik tembok penjara sekalipun.
















