SERANG – Wakil Bupati Serang, Muhamad Najib Hamas, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersatu padu memerangi ancaman penyakit menular: AIDS, Tuberkulosis (TBC), dan Malaria (ATM). Menurutnya, penanggulangan masalah kesehatan ini tidak bisa hanya menjadi tanggung jawab Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Serang. Dibutuhkan sinergi dan kolaborasi dari berbagai sektor agar upaya pemberantasan ATM dapat berjalan efektif.
Ajakan ini disampaikan Najib Hamas saat membuka Pertemuan Penguatan Forum Kemitraan untuk Pencegahan dan Pengendalian ATM di Kabupaten Serang, yang digelar di Aula Tb Suwandi. Senin, (15/09).
“Hari ini kita membuka lembaran baru. Untuk menuntaskan penyebaran penyakit menular, kita harus bergerak bersama. Bukan hanya Dinkes, tapi seluruh lintas sektor harus terlibat aktif,” tegas Najib Hamas, mewakili Ibu Bupati Serang.
Najib Hamas menjelaskan, kolaborasi ini melibatkan berbagai pihak, mulai dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) yang memiliki jaringan hingga tingkat desa, Dinas Sosial (Dinsos), Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), hingga partisipasi aktif dari sejumlah perusahaan swasta.
“Kualitas kesehatan di tingkat desa adalah fondasi utama. Oleh karena itu, DPMD harus berperan aktif mengintegrasikan kebiasaan hidup sehat dan upaya pencegahan ke dalam setiap kegiatan masyarakat desa. Ini penting untuk menekan angka penularan TBC,” jelasnya.
Ia juga menyoroti pentingnya dukungan dari sektor swasta. Kehadiran perwakilan dari empat perusahaan dalam pertemuan ini menunjukkan komitmen bersama untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.
“Membangun Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul di masa depan harus dimulai dengan memastikan kesehatan masyarakat desa. Kontribusi dari sektor swasta sangat kami harapkan,” tambahnya.
Baca Juga:
SLB B Pangudi Luhur Jakarta: Ketika Keterbatasan Menjadi Kekuatan untuk Berprestasi
Terkait dukungan anggaran, Najib Hamas memastikan bahwa dana untuk penanganan penyakit menular telah dialokasikan di masing-masing dinas terkait.
“Dinkes memiliki anggaran khusus untuk program-program penanggulangan penyakit menular. Selain itu, DPMD juga mengalokasikan dana desa untuk upaya pencegahan. Dinsos dan Baznas siap memberikan bantuan kepada keluarga yang terdampak, sesuai dengan kondisi masing-masing,” paparnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit pada Dinkes Kabupaten Serang, dr. Istianah Hariyanti, menjelaskan bahwa Kabupaten Serang telah memiliki Peraturan Bupati (Perbup) yang mengatur tentang penanggulangan TBC dan HIV/AIDS. Selain itu, telah dibentuk tim percepatan untuk mempercepat upaya penanggulangan.
“TBC dan HIV/AIDS masih menjadi masalah kesehatan utama di Kabupaten Serang,” ungkapnya.
Dr. Istianah juga menekankan pentingnya memperkuat koordinasi dan implementasi program di lapangan. Sejak Januari hingga 10 September 2025, Dinkes telah melakukan pemeriksaan terhadap 25.388 orang yang dicurigai menderita TBC.
“Ini adalah bagian dari Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang harus kami penuhi,” jelasnya.
Pertemuan ini dihadiri oleh sejumlah pejabat penting, antara lain Asisten Daerah (Asda) III Bidang Administrasi Umum Ida Nuraida, Kepala Bapperida Kabupaten Serang Rachmat Maulana, Kepala Dinkes Rahmat Fitriadi, serta 31 Kepala Puskesmas se-Kabupaten Serang.
Baca Juga:
Air Laut Lebih Tinggi dari Daratan
Kehadiran mereka menunjukkan komitmen kuat untuk mewujudkan Kabupaten Serang yang lebih sehat dan sejahtera.
















