JAKARTA – Di tengah semangat transformasi layanan publik yang terus berkobar, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) kembali menunjukkan taringnya dengan meraih penghargaan prestisius sebagai yang Terbaik dalam Kepatuhan dan Pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM) Angkutan Penyeberangan Tahun 2025. Penghargaan bergengsi ini dipersembahkan langsung oleh Kementerian Perhubungan, bertepatan dengan momen penting peringatan Hari Perhubungan Nasional dan Hari Keselamatan LLAJ Nasional 2025, pada Rabu (17/9) lalu.
Bagi ASDP, penghargaan ini bukan sekadar deretan huruf dan angka di atas kertas, melainkan sebuah manifestasi nyata dari kedisiplinan dan komitmen yang tak pernah luntur dalam menjaga kualitas pelayanan.
Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, dengan bangga menegaskan bahwa fondasi utama keberhasilan perusahaan terletak pada budaya kepatuhan yang telah mendarah daging.
“Pelayanan yang aman, nyaman, dan berkualitas bukanlah hasil dari keberuntungan semata. Ia terwujud berkat konsistensi dalam menegakkan kepatuhan dan menjalankan standar operasional dengan disiplin yang tinggi,” ungkap Heru dengan penuh semangat.
Heru menambahkan, upaya menjaga standar pelayanan bukanlah sebuah sprint singkat, melainkan sebuah maraton panjang yang membutuhkan integritas, kerja keras, dan dedikasi dari setiap insan ASDP.
“Setiap prosedur yang kami rancang bertujuan untuk meminimalisasi risiko sekaligus memastikan keselamatan seluruh pengguna jasa. Inilah fondasi kepercayaan yang terus kami rawat dan perkuat dari waktu ke waktu,” imbuhnya.
Standar Pelayanan Minimal sendiri merupakan parameter krusial yang wajib dipenuhi oleh setiap operator angkutan penyeberangan.
Baca Juga:
Pangkalan Militer China di Pulau Buatan Dekat RI Kian Canggih
Regulasi ini menjadi jaminan bagi para pengguna jasa bahwa setiap perjalanan yang mereka lakukan akan terjamin keamanannya, kenyamanannya, dan memberikan pengalaman yang memuaskan.
Shelvy Arifin, Corporate Secretary ASDP, menjelaskan bahwa penerapan standar tersebut dilakukan secara menyeluruh di seluruh lini operasional perusahaan.
Mulai dari pengecekan kelengkapan dan kesiapan alat keselamatan di sebagian besar kapal, hingga peningkatan kenyamanan ruang penumpang yang sesuai dengan regulasi Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 62 Tahun 2019.
“Kami tidak hanya berhenti pada pemenuhan standar kepatuhan. Evaluasi dan inovasi layanan terus kami lakukan secara berkelanjutan, dengan tujuan untuk meningkatkan fasilitas dan memberikan pengalaman yang semakin berkesan bagi para pengguna jasa. Prioritas kami tetap sama: keamanan dan kenyamanan penumpang adalah yang utama,” tegas Shelvy.
Ia juga meyakinkan bahwa penghargaan ini tidak akan sekadar menjadi pajangan di ruang pamer. Sebaliknya, penghargaan ini akan menjadi pengingat yang kuat bahwa setiap apresiasi adalah sebuah amanah yang harus dijaga.
Amanah untuk terus berinovasi, memperkuat budaya keselamatan, dan berkontribusi dalam pembangunan transportasi nasional yang lebih aman, inklusif, dan berkelanjutan.
Baca Juga:
Pekerja Tewas di PT Mayora Indah, Alamsyah Desak Investigasi
“Penghargaan ini adalah sumber motivasi sekaligus tanggung jawab besar bagi kami. Kami akan terus melangkah maju, memastikan bahwa setiap perjalanan penyeberangan yang dilalui masyarakat adalah perjalanan yang memberikan rasa aman, nyaman, dan meningkatkan kepercayaan diri,” pungkas Shelvy dengan optimisme.















