• Disclaimer
  • Home
  • Kode Etik
  • Kontak
  • Pedoman Pemberitaan
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Jumat, Maret 20, 2026
MatasNews.id
  • Home
  • News
  • International
  • Nasional
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Opini
  • Uncategorized
  • Adventorial
  • Redaksi
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • International
  • Nasional
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Opini
  • Uncategorized
  • Adventorial
  • Redaksi
No Result
View All Result
MatasNews.id
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • International
  • Nasional
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Opini
  • Uncategorized
  • Adventorial
  • Redaksi

Penelitian Terbaru Ungkap Air Jakarta Tercemar Berat, Bakteri Berbahaya Ditemukan

Yustinus Agus by Yustinus Agus
11/12/2025
0
Penelitian Terbaru Ungkap Air Jakarta Tercemar Berat, Bakteri Berbahaya Ditemukan
0
SHARES
0
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke WhatsApp

JAKARTA – Air di banyak wilayah Jakarta saat ini menghadapi kondisi yang sangat memprihatinkan. Hasil pemantauan tahun 2025 mengungkap bahwa kualitas air, baik di sungai, situ, waduk, maupun air tanah, sebagian besar dikategorikan sebagai tercemar berat. Dalam air sungai dan situ atau waduk, tim peneliti menemukan keberadaan bakteri koli dan bakteri koli tinja, dua indikator biologis yang seharusnya tidak hadir dalam air yang layak. Selain itu, parameter kimia seperti fenol, total fosfat, total nitrogen, serta tingkat kebutuhan oksigen biologis atau BOD juga terdeteksi melampaui ambang batas aman. Temuan ini diperoleh dari kolaborasi antara Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, IPB University melalui Pusat Penelitian Lingkungan Hidup, Universitas Indonesia melalui Lemtek, dan Institut Teknologi Bandung.

Menurut wakil Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, penyebab utama pencemaran ini adalah limbah domestik, terutama grey water, yaitu air buangan dari mandi, cuci pakaian, dan wastafel, yang selama ini belum dikelola dengan benar dan dibuang langsung ke sistem drainase atau saluran air. Kebiasaan membuang sampah sembarangan serta buruknya manajemen limbah dari pemukiman dan pelaku usaha seperti UMKM dan industri kecil turut memperburuk kondisi air di Jakarta.

Lebih jauh, tim riset memperingatkan bahwa sistem septic tank yang tidak sesuai standar turut menyumbang pencemaran bakteri tinja ke dalam air tanah. Dalam proses studi, ditemukan bakteri koli tinja dalam air tanah warga, kondisi yang melanggar standar sanitasi menurut regulasi kesehatan. Yang makin memperparah kondisi ini adalah saluran grey water kadang tercampur dengan saluran buang air kecil atau BAK. Kombinasi tersebut seharusnya tidak terjadi. Keberadaan bakteri ini menunjukkan bahwa air tanah pun tak lepas dari risiko pencemaran serius.

BacaJuga

Oknum Humas Polda Banten Diduga Kirim Pesan Tak Pantas kepada Wartawati

Kejari Serang Geledah BPN Kota Serang, Sita Uang Rp228 Juta dan 20 Handphone

Peneliti juga mengungkap bahwa masalah tidak hanya berhenti pada pengolahan air limbah, tetapi juga perilaku sanitasi di masyarakat. Di beberapa titik, masyarakat masih membuang air besar secara sembarangan termasuk ke situ atau waduk. Di lokasi seperti Waduk Rawa Kepa, banyak saluran grey water dan black water dari rumah langsung dibuang ke badan air melalui pipa rumah tangga. Akibatnya, bakteri berbahaya seperti koli dan koli tinja dapat menyebar luas ke sungai, situ, atau waduk.

Baca Juga:
“Ini Kejahatan!” Yahya Zaini Geram Kasus Radiasi Cikande, Desak Pengawasan K3 Diperketat

Untuk menangani krisis ini, para peneliti mendesak penerapan septic tank komunal dan sistem pengelolaan limbah secara terpadu di pemukiman. Langkah ini dianggap penting agar pencemaran tidak terus meluas sehingga air sungai, situ, dan tanah air dapat kembali memenuhi standar kualitas lingkungan.

Tidak semua sungai di Jakarta tercemar dengan derajat yang sama, sehingga peneliti membagi sungai-sungai tersebut ke dalam enam klaster prioritas berdasarkan karakteristik fisik seperti lebar, kedalaman, kelokan, kecepatan arus, serta tingkat polusi. Salah satu ruas sungai dengan pencemaran berat adalah Kali Cideng. Sungai ini memiliki aliran lambat dan sumber air utamanya berasal dari saluran grey water warga. Kombinasi itu membuat Kali Cideng sangat rentan terhadap polusi limbah domestik.

Para peneliti berharap bahwa dengan data ini, perhatian dari pemerintah, pemangku kebijakan, dan masyarakat bisa meningkat, mulai dari membenahi instalasi sanitasi sampai merubah perilaku sehari-hari terkait pembuangan limbah dan sampah. Jika tidak ada tindakan cepat dan masif, risiko kesehatan dan kerusakan lingkungan akan terus meningkat.

Situasi ini tidak bisa dianggap remeh. Pencemaran bakteri dan limbah kimia seperti fosfat dan nitrogen dalam air bisa memicu penyakit, merusak ekosistem perairan, dan menyulitkan pemenuhan kebutuhan air bersih bagi warga. Mengandalkan sistem pembuangan air limbah seadanya jelas tidak cukup. Dibutuhkan pengelolaan sanitasi secara menyeluruh dan konsisten, dari rumah tangga sampai kebijakan publik.

Baca Juga:
Arus Mudik Aman: Kapolri Pastikan Kesiapan Pengamanan dan Layanan Valet & Ride Polda Jateng

Lebih dari sekadar angka dan parameter, hasil penelitian ini adalah alarm bahwa kesehatan lingkungan dan masyarakat Jakarta kini berada di ujung tanduk. Diperlukan gerakan kolektif untuk membalikkan kondisi sebelum terlambat.

Tags: #air#bakteri#jakarta#tercemar
Previous Post

Malam Anugerah Dewan Pers 2025, Pramono Anung Komitmen Jaga Kemerdekaan Media

Next Post

Andra Soni Dorong Infrastruktur dan SDM untuk Pertumbuhan Ekonomi Merata di Banten

Related Posts

Oknum Humas Polda Banten Diduga Kirim Pesan Tak Pantas kepada Wartawati
News

Oknum Humas Polda Banten Diduga Kirim Pesan Tak Pantas kepada Wartawati

by Yustinus Agus
15/03/2026
0

SERANG — Dugaan tindakan tidak pantas yang dilakukan oleh seorang oknum anggota Humas di lingkungan Kepolisian Daerah Banten kembali menjadi...

Read more
Kejari Serang Geledah BPN Kota Serang, Sita Uang Rp228 Juta dan 20 Handphone

Kejari Serang Geledah BPN Kota Serang, Sita Uang Rp228 Juta dan 20 Handphone

04/03/2026
Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah Perkuat Kepemimpinan dan Kekompakan Kepala OPD dan Camat melalui Capacity Building

Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah Perkuat Kepemimpinan dan Kekompakan Kepala OPD dan Camat melalui Capacity Building

18/02/2026
Pemkab Serang Raih Penghargaan Nasional APDESI, Komitmen Bangun Desa Diakui di Tingkat Nasional

Pemkab Serang Raih Penghargaan Nasional APDESI, Komitmen Bangun Desa Diakui di Tingkat Nasional

16/02/2026
Dari Batu Sejarah ke Debur Ombak: Ekspedisi Budaya HPN 2026 di Banten, SMSI Kunjungi Keraton Surosowan hingga Pantai Anyer–Carita

Dari Batu Sejarah ke Debur Ombak: Ekspedisi Budaya HPN 2026 di Banten, SMSI Kunjungi Keraton Surosowan hingga Pantai Anyer–Carita

12/02/2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

MatasNews.id

Menjadi salah satu media profesional dalam menyajikan fakta dan turut menangkal hoaks serta sebagai kontrol sosial sesuai dengan amanat Undang Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

BERITA TERBARU

Oknum Humas Polda Banten Diduga Kirim Pesan Tak Pantas kepada Wartawati

Oknum Humas Polda Banten Diduga Kirim Pesan Tak Pantas kepada Wartawati

15/03/2026
Perkuat Solidaritas, 234 SC Banten dan Srikandi PP Banten Turun ke Jalan Bagikan Takjil

Perkuat Solidaritas, 234 SC Banten dan Srikandi PP Banten Turun ke Jalan Bagikan Takjil

14/03/2026
Pemkab Serang Terima Peserta SSDN Lemhannas RI, Bahas Strategi Ketahanan Pangan

Pemkab Serang Terima Peserta SSDN Lemhannas RI, Bahas Strategi Ketahanan Pangan

10/03/2026
TNI AD Resmikan Jembatan Garuda di Kampung Mayak Baros, Permudah Akses Warga ke Pasar

TNI AD Resmikan Jembatan Garuda di Kampung Mayak Baros, Permudah Akses Warga ke Pasar

09/03/2026
Pemkab Serang Gerak Cepat Bersihkan Tumpukan Sampah di Kali Tirtayasa, Warga Apresiasi

Pemkab Serang Gerak Cepat Bersihkan Tumpukan Sampah di Kali Tirtayasa, Warga Apresiasi

05/03/2026
Bupati Serang Tutup Pesantren Ramadan Ramah Anak, Dorong Pembentukan Generasi Berkarakter Sejak Dini

Bupati Serang Tutup Pesantren Ramadan Ramah Anak, Dorong Pembentukan Generasi Berkarakter Sejak Dini

05/03/2026
Kejari Serang Geledah BPN Kota Serang, Sita Uang Rp228 Juta dan 20 Handphone

Kejari Serang Geledah BPN Kota Serang, Sita Uang Rp228 Juta dan 20 Handphone

04/03/2026
Ratusan Warga Bojonegara Padati Bazar Ramadhan Pemkab Serang, Harga Sembako di Bawah Pasaran

Ratusan Warga Bojonegara Padati Bazar Ramadhan Pemkab Serang, Harga Sembako di Bawah Pasaran

03/03/2026
HUT Satpol PP

HUT Satpol PP

03/03/2026
Ramadan Bahagia 1447 H, Bupati Serang Ajak Warga Terapkan Gaya Hidup Ramah Lingkungan

Ramadan Bahagia 1447 H, Bupati Serang Ajak Warga Terapkan Gaya Hidup Ramah Lingkungan

26/02/2026

KATEGORI UTAMA

  • Adventorial
  • Daerah
  • International
  • Nasional
  • News
  • Olahraga
  • Opini
  • Pendidikan
  • Uncategorized

Berita Terbaru

Oknum Humas Polda Banten Diduga Kirim Pesan Tak Pantas kepada Wartawati

Oknum Humas Polda Banten Diduga Kirim Pesan Tak Pantas kepada Wartawati

15/03/2026
Perkuat Solidaritas, 234 SC Banten dan Srikandi PP Banten Turun ke Jalan Bagikan Takjil

Perkuat Solidaritas, 234 SC Banten dan Srikandi PP Banten Turun ke Jalan Bagikan Takjil

14/03/2026
  • Disclaimer
  • Home
  • Kode Etik
  • Kontak
  • Pedoman Pemberitaan
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang Kami

Copyright © 2023 www.matasnews.id

No Result
View All Result
  • Disclaimer
  • Home
  • Kode Etik
  • Kontak
  • Pedoman Pemberitaan
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang Kami

Copyright © 2023 www.matasnews.id