• Disclaimer
  • Home
  • Kode Etik
  • Kontak
  • Pedoman Pemberitaan
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Sabtu, Maret 21, 2026
MatasNews.id
  • Home
  • News
  • International
  • Nasional
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Opini
  • Uncategorized
  • Adventorial
  • Redaksi
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • International
  • Nasional
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Opini
  • Uncategorized
  • Adventorial
  • Redaksi
No Result
View All Result
MatasNews.id
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • International
  • Nasional
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Opini
  • Uncategorized
  • Adventorial
  • Redaksi

Pencarian Pendaki Merapi Masih Berlanjut, Satu Selamat dari Insiden Terperosok

Yustinus Agus by Yustinus Agus
23/12/2025
0
Pencarian Pendaki Merapi Masih Berlanjut, Satu Selamat dari Insiden Terperosok
0
SHARES
1
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke WhatsApp

YOGYAKARTA – Akhir pekan di lereng Gunung Merapi berubah menjadi pengalaman paling mencekam bagi tiga pemuda asal Daerah Istimewa Yogyakarta. Sabtu pagi, 20 Desember 2025, mereka memutuskan melakukan pendakian menuju puncak Merapi, sebuah pilihan yang dipenuhi risiko karena gunung tersebut masih berstatus Siaga Level III, sehingga semua kegiatan pendakian secara resmi dilarang demi keselamatan publik. Namun, niat nekat itu justru mengantarkan mereka pada sebuah kisah perjuangan hidup yang dramatis dan penuh ketidakpastian.

Tepat pukul 04.00 WIB, tiga pemuda itu meninggalkan perkampungan di Sleman, Yogyakarta. Dengan semangat petualang dan tekad kuat mencapai puncak, mereka menapaki jalur Kalitalang, Desa Balerante, Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten. Jalur ini memang dikenal sebagai salah satu rute yang biasa dipakai untuk mendaki Merapi, namun saat itu pendakian ditutup secara tegas karena aktivitas vulkanik yang masih fluktuatif dan berpotensi membahayakan pendaki.

Perjalanan mereka dimulai dengan harapan yang tinggi. Udara pagi yang dingin, deru angin yang menerobos pepohonan, serta aroma tanah vulkanik menjadi saksi langkah pertama mereka. Ketiganya terus mendaki meskipun tahu bahwa resiko semakin besar akan mendampingi setiap lintasan yang dilalui. Tanpa izin resmi, tanpa persiapan yang memadai, mereka tetap melangkah ke kawasan yang dikategorikan sebagai zona berbahaya.

BacaJuga

Oknum Humas Polda Banten Diduga Kirim Pesan Tak Pantas kepada Wartawati

Kejari Serang Geledah BPN Kota Serang, Sita Uang Rp228 Juta dan 20 Handphone

Dalam kondisi yang relatif tenang, ketiganya berhasil mencapai area Pasar Bubrah, sebuah tempat yang sering disebut sebagai kawasan paling kritis di Merapi, baik karena medan yang terjal maupun dekatnya lokasi dengan jalur aliran lava. Meski berhasil menyentuh titik ini, kondisi alam ternyata bukan sekadar tantangan visual—akar-akar kayu yang menjalar, batu-batu tajam, serta jalur sempit yang curam menjadi ancaman yang terus mengintai.

Sebelum matahari benar-benar meninggi, mereka memutuskan untuk turun melalui jalur berbeda, yaitu Sapuangin. Keputusan ini diambil bukan karena pilihan yang lebih aman, tetapi untuk mempercepat perjalanan menuju bawah sebelum cuaca berubah menjadi buruk. Namun, yang mereka tidak duga adalah jalur turunan itu jauh lebih berat dari perkiraan. Ketika perjalanan turun mulai berlangsung, situasi segera berubah menjadi penuh tantangan.

Salah seorang dari tiga pendaki mengalami cedera pada kakinya. Rasa sakit yang tajam membuat langkahnya terhenti. Dia tak lagi mampu mengikuti ritme kaki rekannya. Di tengah kegelapan yang semakin pekat, mereka terpaksa berhenti. Yang satu memilih untuk tetap di tempat, mencoba menenangkan diri sambil menahan sakit, sementara dua lainnya memutuskan untuk melanjutkan turunnya agar mencari pertolongan. Malam yang gelap, jalur yang dipenuhi vegetasi lebat, serta tidak adanya penerangan membuat situasi semakin mencekam.

Kedua pendaki yang melanjutkan perjalanan terus berjalan menuruni lereng, meski langkah mereka dipenuhi kehati‑hatian. Mereka tahu bahwa jika terus berhenti, kemungkinan tidak akan pernah sampai ke tempat aman. Namun, lorong gelap tanpa cahaya apapun menjadi saksi perjalanan mereka yang semakin berat. Hingga akhirnya, pada Minggu pagi, 21 Desember 2025, saat menyusuri salah satu tanjakan curam, kejadian yang tak terduga menimpa salah satu dari mereka.

Saat melangkah di jalur yang sangat terjal, tanah yang licin akibat hujan terakhir membuatnya kehilangan pijakan. Dalam sekejap, tubuhnya terperosok turun ke jurang kecil di lereng gunung.

Baca Juga:
Soekarno dan Pancasila: Sebuah Legenda yang Tak Lekang Oleh Waktu

Rasa takut dan adrenalin yang memuncak membuatnya teriak, namun di tengah kegelapan, suaranya nyaris tak terdengar. Meski begitu, berkat kemampuan nalurinya untuk bertahan hidup, ia berhasil mendarat tanpa cedera fatal dan terhindar dari luka berat, meskipun kondisi sangat tertekan dan tubuhnya penuh lelah.

Berbekal keberanian serta naluri bertahan hidup, ia memilih mengikuti aliran sumber air kecil yang mengarah ke bawah lereng. Langkahnya sangat lambat, kakinya terasa nyeri dan tubuhnya lemah, namun tekadnya untuk selamat membuatnya terus berjalan. Setelah beberapa jam berjalan dengan penuh kehati‑hatian, pada akhirnya ia bertemu dengan warga lokal yang sedang melintasi bagian bawah jalur pendakian.

Warga itu terkejut sekaligus lega melihat pemuda tersebut dalam kondisi hidup. Mereka segera membantu memberikan pertolongan pertama, makanan, minuman, dan menghubungi pihak berwajib untuk memberikan laporan atas kejadian yang menimpa ketiganya.

Pemuda yang berhasil selamat itu kemudian dibawa ke posko terdekat untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut. Dalam kondisi sadar namun secara fisik sangat lemas, dia menceritakan kembali kejadian yang dialaminya: bagaimana mereka memutuskan untuk mendaki meskipun tahu gunung dalam status tidak aman, bagaimana kaki rekannya cedera, serta bagaimana dirinya jatuh ke jurang kecil namun masih mampu keluar dan bertahan hidup.

Cerita ini kemudian menjadi salah satu saksi nyata akan betapa besar risiko pendakian ilegal yang dilakukan tanpa persiapan matang dan dalam kondisi cuaca serta aktivitas vulkanik yang tidak mendukung.

Sementara itu, pencarian dua pendaki lainnya yang masih hilang terus berlangsung. Tim SAR gabungan yang terdiri dari petugas Basarnas, relawan lokal, aparat kepolisian, TNI, serta unsur desa setempat telah melakukan berbagai upaya penyisiran mulai dari jalur Kalitalang hingga Sapuangin. Mereka harus bekerja di medan yang sangat sulit, di tengah cuaca yang tidak selalu bersahabat, serta risiko gempa vulkanik atau luncuran material Merapi yang sewaktu‑waktu bisa terjadi.

Kepala Balai Taman Nasional Gunung Merapi, Muhammad Wahyudi, dalam pernyataannya menegaskan kembali imbauan agar masyarakat mematuhi larangan pendakian yang telah ditetapkan. Ia menekankan bahwa status Siaga Level III bukanlah sekadar formalitas, tetapi sebuah sinyal peringatan nyata bahwa gunung tersebut sedang berada dalam periode berbahaya, baik dari sisi aktivitas vulkanik maupun kondisi alam yang tidak stabil. Ia mengingatkan bahwa keselamatan diri sendiri dan orang lain merupakan prioritas utama, sehingga pendakian ilegal yang hanya akan meningkatkan risiko harus dihindari.

Kisah tiga pendaki ini menjadi sebuah pengingat bagi seluruh masyarakat akan pentingnya menaati aturan yang berlaku, menghormati kekuatan alam, serta mempersiapkan segala sesuatunya dengan matang sebelum memutuskan untuk melakukan petualangan di alam bebas.

Baca Juga:
Ratusan Unggas Mati Mendadak, DPKP Gerak Cepat Uji Sampel

Hingga berita ini ditulis, proses pencarian masih berlanjut, tim SAR terus menggali bukti dan mencari jejak dua pemuda yang hilang, sambil berharap keajaiban akan mempertemukan mereka kembali dalam keadaan selamat.

Tags: #gunung#ilegak#merapi#pendaki
Previous Post

Antisipasi Macet Tahunan, Operasional Angkot Puncak Dihentikan Selama Puncak Nataru

Next Post

Persiapan Maksimal Pelabuhan Ciwandan Sambut Libur Natal dan Tahun Baru 2026

Related Posts

Oknum Humas Polda Banten Diduga Kirim Pesan Tak Pantas kepada Wartawati
News

Oknum Humas Polda Banten Diduga Kirim Pesan Tak Pantas kepada Wartawati

by Yustinus Agus
15/03/2026
0

SERANG — Dugaan tindakan tidak pantas yang dilakukan oleh seorang oknum anggota Humas di lingkungan Kepolisian Daerah Banten kembali menjadi...

Read more
Kejari Serang Geledah BPN Kota Serang, Sita Uang Rp228 Juta dan 20 Handphone

Kejari Serang Geledah BPN Kota Serang, Sita Uang Rp228 Juta dan 20 Handphone

04/03/2026
Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah Perkuat Kepemimpinan dan Kekompakan Kepala OPD dan Camat melalui Capacity Building

Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah Perkuat Kepemimpinan dan Kekompakan Kepala OPD dan Camat melalui Capacity Building

18/02/2026
Pemkab Serang Raih Penghargaan Nasional APDESI, Komitmen Bangun Desa Diakui di Tingkat Nasional

Pemkab Serang Raih Penghargaan Nasional APDESI, Komitmen Bangun Desa Diakui di Tingkat Nasional

16/02/2026
Dari Batu Sejarah ke Debur Ombak: Ekspedisi Budaya HPN 2026 di Banten, SMSI Kunjungi Keraton Surosowan hingga Pantai Anyer–Carita

Dari Batu Sejarah ke Debur Ombak: Ekspedisi Budaya HPN 2026 di Banten, SMSI Kunjungi Keraton Surosowan hingga Pantai Anyer–Carita

12/02/2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

MatasNews.id

Menjadi salah satu media profesional dalam menyajikan fakta dan turut menangkal hoaks serta sebagai kontrol sosial sesuai dengan amanat Undang Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

BERITA TERBARU

Oknum Humas Polda Banten Diduga Kirim Pesan Tak Pantas kepada Wartawati

Oknum Humas Polda Banten Diduga Kirim Pesan Tak Pantas kepada Wartawati

15/03/2026
Perkuat Solidaritas, 234 SC Banten dan Srikandi PP Banten Turun ke Jalan Bagikan Takjil

Perkuat Solidaritas, 234 SC Banten dan Srikandi PP Banten Turun ke Jalan Bagikan Takjil

14/03/2026
Pemkab Serang Terima Peserta SSDN Lemhannas RI, Bahas Strategi Ketahanan Pangan

Pemkab Serang Terima Peserta SSDN Lemhannas RI, Bahas Strategi Ketahanan Pangan

10/03/2026
TNI AD Resmikan Jembatan Garuda di Kampung Mayak Baros, Permudah Akses Warga ke Pasar

TNI AD Resmikan Jembatan Garuda di Kampung Mayak Baros, Permudah Akses Warga ke Pasar

09/03/2026
Pemkab Serang Gerak Cepat Bersihkan Tumpukan Sampah di Kali Tirtayasa, Warga Apresiasi

Pemkab Serang Gerak Cepat Bersihkan Tumpukan Sampah di Kali Tirtayasa, Warga Apresiasi

05/03/2026
Bupati Serang Tutup Pesantren Ramadan Ramah Anak, Dorong Pembentukan Generasi Berkarakter Sejak Dini

Bupati Serang Tutup Pesantren Ramadan Ramah Anak, Dorong Pembentukan Generasi Berkarakter Sejak Dini

05/03/2026
Kejari Serang Geledah BPN Kota Serang, Sita Uang Rp228 Juta dan 20 Handphone

Kejari Serang Geledah BPN Kota Serang, Sita Uang Rp228 Juta dan 20 Handphone

04/03/2026
Ratusan Warga Bojonegara Padati Bazar Ramadhan Pemkab Serang, Harga Sembako di Bawah Pasaran

Ratusan Warga Bojonegara Padati Bazar Ramadhan Pemkab Serang, Harga Sembako di Bawah Pasaran

03/03/2026
HUT Satpol PP

HUT Satpol PP

03/03/2026
Ramadan Bahagia 1447 H, Bupati Serang Ajak Warga Terapkan Gaya Hidup Ramah Lingkungan

Ramadan Bahagia 1447 H, Bupati Serang Ajak Warga Terapkan Gaya Hidup Ramah Lingkungan

26/02/2026

KATEGORI UTAMA

  • Adventorial
  • Daerah
  • International
  • Nasional
  • News
  • Olahraga
  • Opini
  • Pendidikan
  • Uncategorized

Berita Terbaru

Oknum Humas Polda Banten Diduga Kirim Pesan Tak Pantas kepada Wartawati

Oknum Humas Polda Banten Diduga Kirim Pesan Tak Pantas kepada Wartawati

15/03/2026
Perkuat Solidaritas, 234 SC Banten dan Srikandi PP Banten Turun ke Jalan Bagikan Takjil

Perkuat Solidaritas, 234 SC Banten dan Srikandi PP Banten Turun ke Jalan Bagikan Takjil

14/03/2026
  • Disclaimer
  • Home
  • Kode Etik
  • Kontak
  • Pedoman Pemberitaan
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang Kami

Copyright © 2023 www.matasnews.id

No Result
View All Result
  • Disclaimer
  • Home
  • Kode Etik
  • Kontak
  • Pedoman Pemberitaan
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang Kami

Copyright © 2023 www.matasnews.id