JAKARTA – Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI), Fadil Imran, menjelaskan minimnya prestasi bulu tangkis Indonesia pada enam bulan pertama tahun 2025. Ia mengakui penurunan prestasi, namun menekankan fokus PBSI pada regenerasi pemain.
Dari Januari hingga Juni 2025, Indonesia hanya meraih dua gelar, yaitu di Thailand Masters dan Taiwan Open (keduanya turnamen level Super 300). Kegagalan meraih gelar di turnamen bergengsi seperti Piala Sudirman 2025 dan Badminton Asia Championship 2025 telah menimbulkan pertanyaan dari para penggemar.
Menanggapi hal ini, Fadil Imran menyatakan di Jakarta, Rabu (4/6/2025): “Kalau ditanya, saya tentu ingin juara terus. Tapi saya harus objektif melihat situasi PBSI sekarang.”
Baca Juga:
SPMB 2025: PWI Banten Buka Posko Pengaduan
Ia menolak menyalahkan individu tertentu, dan menjelaskan fokus PBSI pada pembinaan atlet muda berpotensi.
Fadil mencontohkan, “Prosesnya tidak terlihat langsung, hingga muncul atlet-atlet muda seperti Jafar (Hidayatullah), Felisha (Pasaribu), Ubed (Moh Zaki Ubaidillah), Putri KW, Ester (Nurumi), dan lainnya.”
Ia menambahkan, “Regenerasi sangat penting, dan sempat terputus sebelumnya. Selama enam bulan ini, kami fokus membina atlet junior untuk 4-8 tahun ke depan, memperbaiki sistem kepelatihan, dan kejuaraan.”
Baca Juga:
Polri Pastikan Kesiapan BIS untuk Pertandingan Sepak Bola
Lebih lanjut, Fadil menjelaskan bahwa atlet-atlet muda ini diproyeksikan untuk Olimpiade, termasuk Olimpiade 2032. Ia menegaskan, “Tidak ada yang instan. Semua butuh proses. Kalau ditanya kenapa belum juara? Ya, saya juga ingin juara.”
















