JAKARTA, 23 Oktober 2025 – Presiden RI Prabowo Subianto mengambil tindakan tegas dengan memerintahkan TNI untuk ‘mengepung’ Bangka Belitung (Babel). Langkah ini diambil untuk memberantas penambangan timah ilegal yang merugikan negara hingga miliaran dolar.
Dalam acara Forbes Global CEO Conference 2025, Prabowo mengungkapkan kegeramannya atas laporan adanya 1.000 tambang timah ilegal di Bangka Belitung. Akibatnya, Indonesia kehilangan 80% produksi timah akibat penambangan ilegal dan penyelundupan.
“Saya katakan ini harus dihentikan!” tegas Prabowo dengan nada berapi-api.
Sebagai langkah konkret, Prabowo menyatakan bahwa saat ini pihaknya sedang menjalankan program pelatihan militer dengan mengerahkan kapal perang, pesawat terbang, helikopter, dan drone di Kepulauan Bangka Belitung.
“Kami memblokir kedua pulau tersebut. Tidak ada kapal yang boleh masuk atau keluar tanpa kami tahu apa yang ada di dalamnya,” ungkap Prabowo.
Aksi ini bukan tanpa hasil. Prabowo bercerita tentang keberhasilan menyita sebuah kapal sampan yang membawa berpeti-peti batangan timah dan logam tanah jarang.
Baca Juga:
50 Tahun MUI: Membangun Ukhuwah Islamiyah di Era Digital
“Kami menghitung dari operasi ini, kami menyelamatkan negara sekitar beberapa miliar dolar. Tahun depan, produksi timah diharapkan bisa kembali ke posisi semula dan seharusnya bisa mendapatkan tiga atau empat kali lipat pendapatan dari tahun lalu,” jelasnya dengan optimis.
Tak hanya soal timah, Prabowo juga menyoroti masalah kebun sawit ilegal yang mencapai 5 juta hektare lahan.
“Saya disumpah untuk menegakkan hukum. Maka saya perintahkan Jaksa Agung, BPKP untuk melakukan investigasi, jika ada pelanggaran hukum, cabut konsesinya!” tegasnya.
Berkat ketegasan tersebut, pemerintah telah memulihkan 3,7 juta hektare lahan perkebunan sawit yang melanggar hukum. Meski masih ada dua perkebunan yang sulit ditindak, Prabowo tak gentar.
“Saya bilang laksanakan! Eksekusi! Saya perintahkan TNI untuk mendampingi Kejaksaan Agung dan auditor negara, lindungi mereka masuk ke lokasi, dan lakukan penyitaan. 100 ribu hektare kita ambil alih dan tidak ada masalah,” katanya.
Baca Juga:
RBMC Indonesia: Sukses Qurban Ride 2025, Berbagi Berkah Idul Adha
Prabowo menegaskan bahwa pemerintah saat ini akan menegakkan hukum tanpa pandang bulu dan berupaya memulihkan aset negara yang telah dirugikan oleh praktik ilegal.
















