JAKARTA – Istana Negara kembali berdenyut dengan agenda krusial: Reformasi Polri. Presiden Prabowo Subianto diam-diam menyiapkan “pasukan khusus” untuk merombak institusi kepolisian. Komite Reformasi Polri, demikian nama tim ini, bukan sekadar формальность. Di dalamnya, bersemayam kekuatan Mahfud MD, sang pendekar hukum yang tak gentar, dan para jenderal purnawirawan yang menyimpan segudang pengalaman pahit manis di tubuh Polri.
“Tunggu lah,” ujar Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi, menyisakan teka-teki tentang susunan lengkap komite yang digadang-gadang menjadi katalis perubahan di tubuh korps Bhayangkara.
Namun, satu nama telah terkonfirmasi: Mahfud MD. Kehadirannya bagaikan oase di gurun pasir. Integritas dan keberaniannya dalam membongkar kasus-kasus besar menjadi jaminan bahwa reformasi kali ini tak main-main.
“Alhamdulillah beliau menyampaikan kesediaan untuk ikut bergabung,” ungkap Prasetyo, seolah mengisyaratkan bahwa Mahfud adalah kunci utama dalam misi ini.
Lantas, siapa saja para jenderal purnawirawan yang akan mendampingi Mahfud? Akankah mereka menjadi representasi suara internal Polri yang menginginkan perubahan? Atau justru menjadi penghambat, karena terikat dengan kepentingan masa lalu?
Baca Juga:
Ratusan Warga Bojonegara Padati Bazar Ramadhan Pemkab Serang, Harga Sembako di Bawah Pasaran
Pertanyaan-pertanyaan ini terus menggelayuti benak publik. Maklum, reformasi Polri bukan perkara mudah. Ada tembok tebal yang harus diruntuhkan, mentalitas korup yang harus diberantas, dan sistem yang harus ditata ulang.
Komite ini bukan satu-satunya harapan. Di internal Polri, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo juga telah membentuk Tim Transformasi Reformasi. Lalu, apa yang membedakan kedua tim ini? Apakah mereka akan bersinergi atau justru bersaing?
“Iya kan semangatnya sebenarnya sama ya,” kilah Prasetyo, mencoba meredakan spekulasi tentang adanya dualisme kepemimpinan dalam agenda reformasi.
Namun, publik tak mudah percaya. Mereka ingin melihat bukti nyata, bukan sekadar janji manis. Mereka ingin Polri menjadi institusi yang profesional, akuntabel, dan humanis.
Baca Juga:
Patuh Maung 2025: Serang Prioritaskan Keselamatan Berlalu Lintas
Misi Rahasia Prabowo ini menyimpan harapan besar, sekaligus tantangan berat. Akankah Komite Reformasi Polri mampu menjadi “mesin perubahan” yang efektif? Ataukah hanya menjadi formalitas alat politik untuk memoles citra penguasa? Waktu dan kinerja mereka yang akan menjawab.
















