SERANG – Berita tentang Retret Calon Kepala Sekolah (CKS) SMP Kabupaten Serang yang digelar di Nurul Fikri Boarding School (NFBS) Cinangka pada pertengahan Januari 2026 bukan sekadar laporan kegiatan biasa. Ia adalah cerita tentang persiapan matang para pendidik yang akan segera mengemban tanggung jawab besar, sebuah perjalanan batin dan intelektual yang dirancang untuk mengasah kecakapan kepemimpinan, karakter, serta kesiapan mental seorang pemimpin pendidikan di masa depan. Kegiatan retret ini berlangsung selama tiga hari dua malam, dari Selasa hingga Kamis, 13–15 Januari 2026, yang diikuti oleh para calon pemimpin sekolah dari seluruh SMP di Kabupaten Serang.
Lokasi kegiatan, NFBS Cinangka, dipilih sebagai tempat yang tepat untuk membangun suasana pembelajaran yang intens dan reflektif. Sekolah ini bukan hanya sekadar tempat berkumpul; namun menjadi ruang transformasi di mana para calon kepala sekolah diajak untuk benar-benar merenungkan apa makna kepemimpinan yang sejati dalam konteks dunia pendidikan. Dari pagi hingga sore, para peserta mengikuti rangkaian agenda yang dirancang secara hati-hati untuk memberi mereka pengalaman belajar yang mendalam.
Total ada 21 calon kepala sekolah yang dijadwalkan mengikuti retret ini. Dari jumlah tersebut, 20 hadir secara langsung sedangkan satu peserta berhalangan karena sakit. Ini menunjukkan betapa seriusnya komitmen para calon pemimpin ini terhadap proses pembelajaran dan persiapan diri untuk tugas besar di masa depan. Mereka datang dengan beragam latar belakang sekolah, tetapi kesamaan tujuan mereka adalah siap memimpin perubahan positif di tempat mereka bertugas nantinya.
Kegiatan retret sendiri diselenggarakan oleh Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP Kabupaten Serang bekerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Serang, khususnya Bidang Pembinaan SMP. Kolaborasi ini mencerminkan kesungguhan lembaga pendidikan dalam menyiapkan pemimpin sekolah yang berkualitas, bukan hanya dari sisi administratif tetapi juga dari sisi karakter dan kompetensi kepemimpinan.
Dalam laporan yang dibacakan saat pembukaan kegiatan, Ketua MKKS SMP Kabupaten Serang, Wahid Hasyim, menyatakan bahwa retret tersebut dirancang sebagai ruang pembekalan menyeluruh.
“Melalui kegiatan retret ini, kami ingin menyiapkan Calon Kepala Sekolah yang tidak hanya siap secara administratif, tetapi juga matang secara mental, kuat secara karakter, dan memiliki visi kepemimpinan yang jelas,” ungkapnya. Pernyataan ini menjadi semacam janji dan komitmen bahwa pendidikan bukan hanya soal manajemen, tetapi juga pembentukan jiwa kepemimpinan yang berintegritas.
Acara resmi dibuka oleh Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Serang, Dedi Mawardi, S.Pd., M.A.P. Dalam sambutannya, beliau menegaskan pentingnya kesiapan para calon kepala sekolah dalam mengemban amanah. Ia menekankan bahwa jabatan sebagai kepala sekolah merupakan tanggung jawab besar yang harus dijalankan dengan penuh kesungguhan dan tanggung jawab.
Baca Juga:
Kejagung Sikat Aset Riza Chalid Lagi: Rumah Mewah di Kebayoran Jadi Barang Bukti!
“Kepala sekolah harus siap mengemban amanah dan benar-benar menjalankannya, karena setiap pemimpin akan dimintai pertanggungjawaban atas apa yang dipimpinnya,” ujarnya, mengutip hadis yang mengingatkan tentang tanggung jawab seorang pemimpin terhadap orang-orang yang dipimpinnya.
Tema kegiatan retret kali ini adalah “Membangun Pemimpin Sekolah yang BAHAGIA”, yang merupakan akronim dari Berintegritas, Amanah, Humanis, Adaptif, Gigih, Inspiratif, dan Akuntabel. Tema ini bukan sekadar slogan, tetapi menjadi semacam landasan filosofis tentang gambaran kepala sekolah ideal yang ingin diwujudkan. Setiap aspek yang dirangkum dalam kata “BAHAGIA” merefleksikan nilai-nilai yang diharapkan dapat tertanam dalam diri setiap calon pemimpin sekolah. Mereka tidak hanya dituntut menjadi kepala yang kompeten secara teknis, tetapi juga pemimpin yang mampu menyentuh hati dan memberi inspirasi bagi warga sekolahnya.
Selama tiga hari dua malam, para peserta mengikuti berbagai sesi kegiatan yang mencakup pembekalan mental spiritual, kepemimpinan, pengembangan karakter, hingga manajerial sekolah. Mereka berdiskusi, berbagi pengalaman, dan melakukan refleksi diri yang intens. Diskusi-diskusi ini seringkali dipandu oleh narasumber yang berpengalaman di bidang pendidikan, psikologi, hingga kepemimpinan. Tujuannya adalah membuka wawasan para calon kepala sekolah agar mampu melihat tanggung jawab mereka bukan sekadar sebagai manajer administrasi, tetapi sebagai pemimpin komunitas pendidikan yang memiliki dampak luas bagi siswa, guru, dan masyarakat.
Salah satu momen penting dalam retret ini adalah refleksi kelompok, di mana para peserta diajak untuk mengevaluasi diri masing-masing. Mereka berbagi tantangan yang pernah dihadapi dalam karier mereka sebagai pemimpin pendidikan, harapan mereka serta kekhawatiran yang mungkin muncul ketika nantinya resmi menjabat sebagai kepala sekolah. Diskusi ini tidak hanya membuka ruang dialog, tetapi juga memperkuat jaringan antar peserta sehingga mereka dapat saling mendukung setelah retret berakhir.
Kegiatan ini juga menjadi ajang untuk memperkuat ikatan antara calon kepala sekolah dengan penyelenggara pendidikan. Hadirnya berbagai pejabat Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, panitia, serta perwakilan dari Yayasan Nurul Fikri menunjukkan bahwa pembinaan pimpinan pendidikan merupakan prioritas bersama. Mereka berdiskusi tentang tantangan yang dihadapi oleh sekolah pada era modern ini, termasuk bagaimana menghadapi dinamika perubahan sosial, teknologi, serta kebutuhan peserta didik yang semakin beragam.
Retret ini bukan hanya sekadar kegiatan formalitas menjelang pelantikan para calon kepala sekolah, tetapi benar-benar menjadi momen pembentukan karakter dan kesiapan mental yang menyeluruh. Para peserta pulang dari Cinangka dengan wawasan yang lebih luas, semangat baru, serta visi kepemimpinan yang lebih tajam. Pengalaman ini diharapkan menjadi fondasi kuat ketika mereka nantinya resmi memimpin sekolah masing-masing.
Akhirnya, kegiatan retret ini mencerminkan sebuah komitmen besar dari dunia pendidikan di Kabupaten Serang untuk menyiapkan pemimpin sekolah yang tidak hanya cakap dalam administrasi, tetapi juga mampu menjadi agen perubahan yang memegang nilai-nilai integritas, amanah, dan humanis.
Baca Juga:
Ribuan Warga Tangerang Terjerat Kemiskinan Ekstrem, PHK Jadi Pemicu Utama
Dengan demikian, diharapkan sekolah-sekolah di Kabupaten Serang akan dipimpin oleh sosok kepala sekolah yang BAHAGIA — pemimpin yang mampu membawa sekolah menuju prestasi, inovasi, dan lingkungan belajar yang penuh inspirasi.
















