Jakarta – Menteri Koordinator (Menko) Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) membuat gebrakan dengan menjanjikan solusi tuntas untuk masalah sampah di Indonesia dalam waktu dua tahun! Bagaimana caranya?
Indonesia, yang dikenal sebagai penyumbang sampah plastik terbesar kedua di dunia, akan mengubah paradigma pengelolaan sampah.
Zulhas menargetkan daerah-daerah yang menghasilkan sampah minimal 1.000 ton per hari untuk mengubah sampah tersebut menjadi energi melalui teknologi incinerator.
Alat canggih ini mampu membakar sampah pada suhu tinggi, mengurangi volume dan bahaya limbah, serta menghasilkan abu, gas, dan panas yang dapat diolah menjadi energi listrik.
“Sampah kita 42 persen dari sisa makanan, tentu ini harus kita selesaikan. Ada beberapa cara penyelesaiannya, kita akan selesaikan dalam dua tahun. Yang besar, 1.000 ton satu hari, kita akan selesaikan melalui waste to energy, melalui incinerator. Jadi sampah yang berbahaya yang bisa bawa penyakit, tapi kita ubah jadi bermanfaat, jadi energi listrik,” kata Zulhas dalam wawancara program Jejak Pradana bersama detikcom, Senin (6/10/2025).
Kemenko Pangan telah memetakan 10 provinsi yang memproduksi 1.000 ton sampah per hari, mulai dari Jakarta, Jawa Barat, hingga Jawa Timur.
Pemerintah telah memberikan instruksi kepada 10 daerah tersebut untuk mengolah sampah ribuan ton menjadi energi, dengan target tuntas pada tahun 2027.
Baca Juga:
HUT Bhayangkara ke-79: Ziarah Baharkam Polri ke Makam Briptu Ghalib
“Ada 10 provinsi yang sudah kami setujui yang sudah memenuhi tempat, punya sampahnya 1.000 (ton) tadi, sudah kita sampaikan ke Danantara punya waktu 3 bulan untuk melengkapi administrasi. Setelah 3 sampai bulan harus sudah dikerjakan. Diperkirakan pada akhir 2027 waste to energy, sampah yang tadi menghasilkan penyakit, emisi, bisa jadi energi dalam dua tahun,” katanya.
Selain incinerator, pemerintah juga menyiapkan sistem Refuse Derived Fuel (RDF) untuk daerah yang menghasilkan sampah 100 hingga 300 ton per hari.
“Ada juga sampah-sampah yang sedikit, yang 100 ton, 200 ton, 300 ton, itu nanti penyelesaian dengan cara yang berbeda, ada itu RDF. Itu bisa suplai bahan baku pabrik-pabrik semen,” jelas Zulhas.
Bahkan, TPA Bantar Gebang yang terkenal akan dibagi empat untuk menampung incinerator.
Tak hanya itu, pemerintah juga tengah mengkaji penerapan solar panel di 10 ribu desa untuk mewujudkan kemandirian energi.
“Kita harus swasembada di bidang energi, sekarang lagi dikaji mendalam, listrik itu kita ingin yang terbarukan. Nanti akan memakai solar panel, lagi dihitung berapa cost-nya, bebannya berat nggak. Tapi yang sudah pasti, di manapun di dusun desa-desa yang memakai solar pakai mesin diesel itu akan langsung diganti solar panel, itu mungkin akan ada 10 ribu desa,” tutur Zulhas.
Baca Juga:
Distribusi MBG di Menes Tuai Sorotan: Mobil Bak Terbuka Dipakai, Layakkah?
Dengan strategi komprehensif ini, Menko Zulhas optimis Indonesia dapat mengatasi masalah sampah dan beralih ke sumber energi yang lebih bersih dan berkelanjutan.
















