• Disclaimer
  • Home
  • Kode Etik
  • Kontak
  • Pedoman Pemberitaan
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Jumat, Maret 20, 2026
MatasNews.id
  • Home
  • News
  • International
  • Nasional
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Opini
  • Uncategorized
  • Adventorial
  • Redaksi
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • International
  • Nasional
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Opini
  • Uncategorized
  • Adventorial
  • Redaksi
No Result
View All Result
MatasNews.id
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • International
  • Nasional
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Opini
  • Uncategorized
  • Adventorial
  • Redaksi

Mendikdasmen Soroti Nilai Matematika TKA 2025 yang Merosot, Tekankan Perlunya Perbaikan Pembelajaran

Yustinus Agus by Yustinus Agus
22/11/2025
0
Mendikdasmen Soroti Nilai Matematika TKA 2025 yang Merosot, Tekankan Perlunya Perbaikan Pembelajaran
0
SHARES
0
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke WhatsApp

JAKARTA – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menyatakan keprihatinannya atas hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2025, khususnya dalam mata pelajaran matematika. Menurutnya, nilai matematika siswa SMA yang mengikuti TKA menunjukkan performa yang “jebol” dan jauh dari harapan. Pernyataan ini mencuat setelah pengumuman awal dari Kemendikdasmen yang mengindikasikan adanya tantangan serius dalam penguasaan numerasi siswa.

TKA sendiri merupakan ujian baru yang digelar mulai November 2025 untuk menggantikan sebagian peran Ujian Nasional (UN). Namun, berbeda dari UN sebelumnya, TKA dirancang bukan sebagai syarat kelulusan; melainkan sebagai alat asesmen tambahan yang lebih objektif untuk memetakan kemampuan akademik individu siswa.

Mu’ti menyampaikan bahwa rendahnya skor matematika dalam TKA tidak sepenuhnya mencerminkan kecerdasan siswa, melainkan merupakan pertanda bahwa metode pengajaran dan materi pendukung — seperti buku pelajaran — belum mampu mendorong siswa untuk terus mengeksplorasi matematika secara mendalam. Dalam pidatonya, dia menegaskan bahwa kesulitan siswa mungkin berasal dari cara kita mengajarkan matematika: kurangnya daya tarik, dan buku teks yang kurang menyenangkan atau interaktif.

BacaJuga

Menyiapkan Pemimpin Sekolah Berintegritas, Retret CKS SMP Kabupaten Serang Digelar di Cinangka

SMPN 2 dan SDN Tonjong Terendam Banjir, Pemkab Serang Siapkan Normalisasi Kali Tonjong

Selain itu, Mendikdasmen menyoroti rendahnya literasi numerik di kalangan siswa, yang sejatinya menjadi bekal dasar untuk memahami sains dan teknologi. Mu’ti menyebut bahwa anggapan umum bahwa matematika adalah mata pelajaran yang sulit bisa menjadi penghambat. untuk memperbaiki hal ini, pemerintah tengah mendorong pengembangan kurikulum STEM (Science, Technology, Engineering, Mathematics) dengan buku-buku sains yang lebih mudah, murah, dan menyenangkan untuk siswa.

Skor TKA juga dinilai sebagai indikator penting dalam evaluasi sistem pendidikan secara menyeluruh. Lebih dari sekadar ujian formal, TKA diharapkan menjadi cermin sejauh mana pembelajaran akademik di sekolah-sekolah berjalan efektif dan adil. Sebab, TKA memberikan data objektif yang bisa digunakan untuk menilai capaian belajar siswa dan mengidentifikasi kelemahan sistem pengajaran di berbagai daerah.

Tantangan ini bukan sekadar masalah nasional, tetapi juga menyangkut masa depan pendidikan Indonesia di era kompetisi global. Skor numerasi yang rendah berisiko memperlemah daya saing generasi muda, terutama ketika mereka menghadapi tuntutan pendidikan tinggi atau karier di bidang STEM. Kemendikdasmen pun melihat urgensi untuk memperbaiki pendekatan pembelajaran: tidak cukup hanya mengandalkan metode tradisional, tetapi perlu strategi yang lebih kreatif agar matematika tidak dipandang sebagai beban.

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Atip Latifulhayat, sebelumnya telah menegaskan bahwa TKA bukanlah pengganti ujian sekolah tradisional. Dalam penjelasannya, TKA lebih berfungsi sebagai alat pelengkap penilaian, yang membantu mengurangi manipulasi nilai rapor dan memberikan dasar objektif dalam seleksi prestasi. Dia menambahkan bahwa TKA berbasis komputer, dan hasilnya dapat dipakai untuk jalur prestasi, seperti seleksi masuk perguruan tinggi atau jalur penerimaan berprestasi di sekolah.

Struktur TKA untuk jenjang SMA mencakup tiga mata pelajaran wajib: Bahasa Indonesia, Matematika, dan Bahasa Inggris, ditambah dua mata pilihan sesuai peminatan siswa. Semua ini tertuang dalam Permendikdasmen Nomor 9 Tahun 2025.

Baca Juga:
Sentuhan Hangat Bhayangkari Ciruas: Jumat Berkah dengan Makan Siang untuk Pengojek dan Warga

Di sisi lain, ada reaksi dari siswa yang menghadapi soal TKA. Beberapa mengeluhkan tingkat kesulitan terutama pada bagian matematika. Sebagai contoh, ada laporan bahwa beberapa siswa memilih melewati soal yang dianggap terlalu rumit karena keterbatasan waktu. Ini memperkuat kekhawatiran bahwa format soal TKA bisa jadi belum sepenuhnya sejalan dengan kesiapan siswa, baik dari sisi konten maupun strategi pengerjaan.

Mendikdasmen menanggapi kritik semacam itu dengan serius. Mereka menyadari bahwa kebijakan TKA merupakan langkah besar dalam transformasi sistem penilaian nasional — dan transformasi besar tentu memerlukan waktu, evaluasi, dan koreksi. Oleh karena itu, pihak kementerian mendorong guru, sekolah, dan daerah untuk lebih intens membuat program pengayaan numerasi, workshop, dan materi pembelajaran yang lebih menarik agar siswa semakin siap menghadapi TKA.

Di tingkat kebijakan, Kemendikdasmen juga berencana untuk mengevaluasi hasil TKA secara rutin. Evaluasi ini mencakup analisis distribusi nilai, identifikasi kesenjangan antar wilayah, dan penyesuaian kebijakan pembelajaran agar lebih efektif dan inklusif. Dengan data TKA, kementerian berharap bisa memetakan prioritas intervensi di sekolah-sekolah yang punya performa rendah agar bantuan bisa lebih tepat sasaran.

Dalam jangka panjang, TKA diharapkan menjadi instrumen yang tidak hanya mengukur kemampuan akademik siswa, tetapi juga menjadi pemacu perubahan dalam sistem pendidikan. Bila nilai matematika siswa tetap rendah, itu akan menjadi alarm bahwa reformasi kurikulum dan metode pengajaran harus terus dilanjutkan. Dan sebaliknya, jika perbaikan terjadi, TKA bisa menjadi bukti bahwa upaya pembaruan pendidikan memberi dampak nyata.

Namun, keberhasilan TKA tidak hanya bergantung pada pemerintah. Peran aktif guru, sekolah, dan komunitas pendidikan sangat krusial. Guru harus diberi pelatihan yang memadai untuk mengajarkan matematika secara kreatif dan relevan. Sekolah perlu menyediakan program remedial dan pengayaan untuk membantu siswa yang kesulitan. Orang tua juga bisa mendukung dari rumah dengan memberi dorongan agar anak lebih percaya diri dalam belajar matematika.

Publik pun diajak untuk memahami bahwa rendahnya nilai tidak selalu berarti kegagalan individu, tetapi bisa mencerminkan kelemahan sistem pendidikan nasional. Daripada menyalahkan siswa, penting untuk melihat masalah lebih besar: bagaimana sistem pendidikan membentuk mindset dan kebiasaan belajar, bagaimana materi ajar disusun, dan bagaimana evaluasi dijalankan.

Mendikdasmen menegaskan bahwa transformasi ini memerlukan kerja sama berbagai pihak. Dukungan terhadap kebijakan TKA harus diikuti dengan investasi dalam pelatihan guru, materi pembelajaran, dan infrastruktur pendidikan digital. Jika semua elemen ini berjalan sinergis, TKA bisa menjadi titik balik dalam membangun kualitas pendidikan Indonesia yang lebih kuat, adil, dan berdaya saing.

Baca Juga:
IKN Pikat Hati Investor Jepang! Proyek Jangka Panjang yang Bikin Tergoda

Akhirnya, ungkapan keprihatinan dari Mendikdasmen atas “nilai matematika TKA yang jeblok” bukan sekadar pernyataan kritis — tetapi panggilan untuk bertindak. Ini adalah momen refleksi kolektif tentang bagaimana kita mendidik generasi muda agar tidak hanya lulus ujian, tetapi benar-benar menguasai kompetensi dasar yang menjadi pondasi masa depan. TKA, bila ditangani dengan serius dan disertai pemulihan sistemik, bisa menjadi salah satu alat paling efektif dalam meretas krisis numerasi dan memperkuat pendidikan Indonesia di era global.

Tags: #matematika#nilai#TKA2025
Previous Post

Lelang Super Tanker MT Arman 114 Dimulai: Sengketa Hukum Panjang, Nilai Muatan Capai Rp1,1 Triliun

Next Post

Banjir Lahar Semeru Melaju hingga 13 Km, Aliran Capai Gladak Perak: Warga Diminta Waspada

Related Posts

Menyiapkan Pemimpin Sekolah Berintegritas, Retret CKS SMP Kabupaten Serang Digelar di Cinangka
Pendidikan

Menyiapkan Pemimpin Sekolah Berintegritas, Retret CKS SMP Kabupaten Serang Digelar di Cinangka

by Yustinus Agus
19/01/2026
0

SERANG - Berita tentang Retret Calon Kepala Sekolah (CKS) SMP Kabupaten Serang yang digelar di Nurul Fikri Boarding School (NFBS)...

Read more
SMPN 2 dan SDN Tonjong Terendam Banjir, Pemkab Serang Siapkan Normalisasi Kali Tonjong

SMPN 2 dan SDN Tonjong Terendam Banjir, Pemkab Serang Siapkan Normalisasi Kali Tonjong

14/01/2026
Kritik Guru Menguat, Program Makan Bergizi Gratis Disebut Pangkas Jam Pelajaran

Kritik Guru Menguat, Program Makan Bergizi Gratis Disebut Pangkas Jam Pelajaran

26/12/2025
Univa Sosialisasikan KUHAP Baru untuk Peradilan Lebih Humanis

Univa Sosialisasikan KUHAP Baru untuk Peradilan Lebih Humanis

11/12/2025
Ribuan Porsi MBG Disalurkan Polres Serang untuk Pelajar di Ciruas dan Lebakwangi

Ribuan Porsi MBG Disalurkan Polres Serang untuk Pelajar di Ciruas dan Lebakwangi

09/12/2025

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

MatasNews.id

Menjadi salah satu media profesional dalam menyajikan fakta dan turut menangkal hoaks serta sebagai kontrol sosial sesuai dengan amanat Undang Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

BERITA TERBARU

Oknum Humas Polda Banten Diduga Kirim Pesan Tak Pantas kepada Wartawati

Oknum Humas Polda Banten Diduga Kirim Pesan Tak Pantas kepada Wartawati

15/03/2026
Perkuat Solidaritas, 234 SC Banten dan Srikandi PP Banten Turun ke Jalan Bagikan Takjil

Perkuat Solidaritas, 234 SC Banten dan Srikandi PP Banten Turun ke Jalan Bagikan Takjil

14/03/2026
Pemkab Serang Terima Peserta SSDN Lemhannas RI, Bahas Strategi Ketahanan Pangan

Pemkab Serang Terima Peserta SSDN Lemhannas RI, Bahas Strategi Ketahanan Pangan

10/03/2026
TNI AD Resmikan Jembatan Garuda di Kampung Mayak Baros, Permudah Akses Warga ke Pasar

TNI AD Resmikan Jembatan Garuda di Kampung Mayak Baros, Permudah Akses Warga ke Pasar

09/03/2026
Pemkab Serang Gerak Cepat Bersihkan Tumpukan Sampah di Kali Tirtayasa, Warga Apresiasi

Pemkab Serang Gerak Cepat Bersihkan Tumpukan Sampah di Kali Tirtayasa, Warga Apresiasi

05/03/2026
Bupati Serang Tutup Pesantren Ramadan Ramah Anak, Dorong Pembentukan Generasi Berkarakter Sejak Dini

Bupati Serang Tutup Pesantren Ramadan Ramah Anak, Dorong Pembentukan Generasi Berkarakter Sejak Dini

05/03/2026
Kejari Serang Geledah BPN Kota Serang, Sita Uang Rp228 Juta dan 20 Handphone

Kejari Serang Geledah BPN Kota Serang, Sita Uang Rp228 Juta dan 20 Handphone

04/03/2026
Ratusan Warga Bojonegara Padati Bazar Ramadhan Pemkab Serang, Harga Sembako di Bawah Pasaran

Ratusan Warga Bojonegara Padati Bazar Ramadhan Pemkab Serang, Harga Sembako di Bawah Pasaran

03/03/2026
HUT Satpol PP

HUT Satpol PP

03/03/2026
Ramadan Bahagia 1447 H, Bupati Serang Ajak Warga Terapkan Gaya Hidup Ramah Lingkungan

Ramadan Bahagia 1447 H, Bupati Serang Ajak Warga Terapkan Gaya Hidup Ramah Lingkungan

26/02/2026

KATEGORI UTAMA

  • Adventorial
  • Daerah
  • International
  • Nasional
  • News
  • Olahraga
  • Opini
  • Pendidikan
  • Uncategorized

Berita Terbaru

Oknum Humas Polda Banten Diduga Kirim Pesan Tak Pantas kepada Wartawati

Oknum Humas Polda Banten Diduga Kirim Pesan Tak Pantas kepada Wartawati

15/03/2026
Perkuat Solidaritas, 234 SC Banten dan Srikandi PP Banten Turun ke Jalan Bagikan Takjil

Perkuat Solidaritas, 234 SC Banten dan Srikandi PP Banten Turun ke Jalan Bagikan Takjil

14/03/2026
  • Disclaimer
  • Home
  • Kode Etik
  • Kontak
  • Pedoman Pemberitaan
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang Kami

Copyright © 2023 www.matasnews.id

No Result
View All Result
  • Disclaimer
  • Home
  • Kode Etik
  • Kontak
  • Pedoman Pemberitaan
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang Kami

Copyright © 2023 www.matasnews.id