SERANG – Polemik memo titip siswa dalam Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMA Negeri di Kota Cilegon berbuntut panjang. Budi Prajogo, Wakil Ketua DPRD Provinsi Banten, dicopot dari jabatannya. DPW PKS Banten, partai Budi, menyampaikan permohonan maaf atas kejadian ini.
“Terkait kondisi yang sudah terjadi, Fraksi PKS, DPRD Provinsi Banten, memutuskan untuk me-rolling jabatan pimpinan DPRD. Budi Prajogo digantikan oleh Imron Rosadi sebagai Wakil Ketua DPRD,” tegas Ketua DPW PKS Banten, Gembong R Sumedi, Selasa (1/7/2025). Ia menambahkan, “DPW PKS 2019 mengucapkan permohonan maaf yang sedalam-dalamnya kepada masyarakat atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan oleh tindakan salah satu anggota dewan kami, Pak Budi.”
Gembong menekankan komitmen PKS dalam mendukung program Gubernur dan Wakil Gubernur Banten, Andra Soni dan Dimyati Natakusumah, termasuk program sekolah gratis. “PKS sebagai partai pendukung utama tetap konsisten dan berkomitmen mendukung program Gubernur dan Wakil Gubernur,” ujarnya.
Budi sendiri, lanjut Gembong, siap menerima konsekuensi atas tindakannya dan ia mengucapkan terima kasih atas perhatian masyarakat. “Kami ingin berterima kasih atas perhatian dari masyarakat,” tambahnya.
Baca Juga:
Napas Warga Cikande ‘Dirampas’ Debu: PT Tuntunan Cahaya Diduga Jadi Biang Kerok
Memo Viral Jadi Pemicu Pencopotan
Sebelumnya, beredar luas di media sosial memo yang diduga ditulis Budi Prajogo untuk “memohon bantuan” penerimaan siswa di sebuah SMA Negeri di Cilegon. Memo tersebut berisi tulisan “Memo mohon dibantu dan ditindaklanjuti,” disertai jabatan, nama lengkap, tanda tangan Budi, dan cap resmi DPRD Provinsi Banten.
Budi telah memberikan klarifikasi dan permintaan maaf. Ia menjelaskan memo tersebut dibuat stafnya dan diminta untuk ditandatangani. Staf tersebut, menurut Budi, bercerita bahwa siswa yang dibantu berasal dari keluarga kurang mampu. “Saya meminta maaf kepada seluruh pihak atas kegaduhan ini,” kata Budi, Sabtu (28/6).
Baca Juga:
Timor Leste Memanas: Protes Mahasiswa Guncang Parlemen, Pembelian Mobil Mewah Jadi Pemicu
Ia menegaskan, “Saya tidak kenal anak maupun orang tua. Dan saya tidak pernah menghubungi kepala sekolah untuk memberikan tekanan.” Namun, klarifikasi tersebut tak cukup mencegah pencopotannya dari jabatan Wakil Ketua DPRD.
















