SERANG – Bupati Serang, Ratu Rachmatuzakiyah, menegaskan komitmennya melindungi anak dan menciptakan generasi unggul dalam Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2025 di Lapangan Tennis Indoor, Rabu (23/7). Acara yang dihadiri Wakil Bupati Serang Muhammad Najib Hamas, Ketua DPRD Kabupaten Serang Bahrul Ulum, dan pejabat lainnya ini menunjukkan keseriusan pemerintah daerah dalam membangun masa depan anak-anak Indonesia.
“Anak-anak adalah generasi penerus kita,” tegas Bupati Zakiyah. “Oleh karena itu, kami terus mendorong program yang mendukung tumbuh kembang mereka, terutama di usia belajar.”
Lebih dari sekadar seremoni, peringatan HAN 2025 di Kabupaten Serang ini dipadukan dengan “Lebaran Anak Yatim,” memberikan santunan kepada 1.510 anak yatim piatu, berkolaborasi dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Serang. Kepala DKBPPPA Kabupaten Serang, Encup Suplikah, menjelaskan, ini sebagai bentuk kepedulian nyata terhadap generasi penerus, khususnya di Kabupaten Serang. “Peringatan Hari Anak Nasional dan Lebaran Anak Yatim ini adalah wujud kepedulian kita,” ujarnya.
Baca Juga:
Kekayaan Alam vs Kekayaan Pemimpin: Kisah Pandeglang
Bupati Zakiyah menekankan pentingnya kolaborasi semua pihak untuk melindungi anak dari kekerasan, termasuk perundungan dan kekerasan seksual. “Pemerintah tak bisa bekerja sendiri,” katanya. “Masyarakat, dari tingkat desa hingga kecamatan, harus ikut berperan aktif melaporkan potensi ancaman terhadap anak.”
Pemerintah Kabupaten Serang juga telah menginstruksikan Dinas Pendidikan untuk meningkatkan edukasi agar anak berani “speak up” jika mengalami atau melihat hal yang tidak pantas. “Kita dorong anak-anak untuk berani menyampaikan kepada keluarga atau orang terdekat jika ada hal yang tidak menyenangkan,” tambah Bupati Zakiyah. Upaya ini menciptakan lingkungan aman bagi anak-anak.
Apresiasi juga diberikan kepada Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DKBPPPA) atas kontribusinya dalam pendampingan dan penanganan kasus kekerasan terhadap anak. Pemkab Serang terus berinovasi dan melakukan sosialisasi hingga ke tingkat desa untuk memperkuat perlindungan anak. Sejumlah kecamatan yang dinilai ramah anak pun mendapat penghargaan, sebagai bentuk apresiasi atas komitmen mereka menciptakan lingkungan aman dan nyaman bagi anak.
Baca Juga:
Sengketa Pulau Memanas: Ambisi Kota Serang Terganjal Kabupaten Serang?
“Kecamatan ramah anak bukan hanya simbol, tapi bukti nyata adanya ruang aman bagi anak untuk tumbuh, belajar, dan menyampaikan aspirasinya,” pungkas Bupati Zakiyah.
















