BANJAR – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Banjar mengambil langkah inovatif dengan membuka pesantren Ruhhul Qudsi. Acara pembukaan dan istigosah yang diikuti oleh para pegawai dan warga binaan ini berlangsung khidmat di Mesjid Baiturrahman Al-Munibin, Lapas Banjar.
Acara ini dihadiri oleh Kepala Lapas Kelas IIB Banjar, Tutut Prasetyo, beserta jajaran pejabat struktural Lapas Banjar, serta Pimpinan Pondok Pesantren Ittihadul Ummah Patimuan Cilacap. Sebanyak 30 santri yang merupakan warga binaan Lapas Banjar turut serta dalam kegiatan ini.
Dalam sambutannya, Tutut Prasetyo menyampaikan bahwa pesantren ini diharapkan menjadi pusat pendidikan agama yang dapat membimbing dan membentuk karakter religius warga binaan.
“Kami berharap pesantren ini dapat melahirkan individu-individu yang tidak hanya lebih baik, tetapi juga mampu menjadi hafiz dan hafizah Al-Qur’an. Ini adalah bagian dari upaya kami untuk memastikan bahwa warga binaan kembali ke masyarakat dengan membawa ilmu yang bermanfaat, bukan hanya kebebasan fisik,” ujarnya.
Baca Juga:
Kerusuhan Berujung Penangkapan: Ratusan Tersangka, Termasuk Anak-Anak, Dijerat Hukum
Tutut Prasetyo juga menekankan pentingnya kegiatan ini sebagai upaya mencetak warga binaan yang bermartabat.
Ia mengingatkan agar pesantren ini tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperkuat iman, menumbuhkan kebersamaan, dan memberikan ketenangan bagi seluruh keluarga besar Lapas Banjar serta warga binaan.
“Keberadaan pesantren di dalam lapas adalah langkah strategis untuk memberikan pembinaan spiritual dan pendidikan agama yang berkelanjutan bagi warga binaan,” ungkapnya.
Beliau juga berpesan agar seluruh fasilitas yang ada dapat dijaga dengan baik, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan.
Baca Juga:
Geger Serang: Limbah Radioaktif Misterius Ancam Kawasan Industri!
Bekal pendidikan agama ini diharapkan dapat menjadi modal berharga bagi warga binaan ketika mereka kembali ke masyarakat.
















