TANGSEL – Walikota Tangerang Selatan (Tangsel) Benyamin Davnie menyatakan kesiapannya untuk berdialog dengan mantan penyanyi cilik Trio Kwek Kwek, Leony, terkait unggahannya di media sosial yang menyoroti anggaran Pemkot Tangsel 2024.
Benyamin mengaku siap memberikan penjelasan langsung apabila Leony membutuhkan klarifikasi.
“Tergantung kebutuhan, beliau butuh enggak penjelasan dari kita. Kalau beliau butuh, akan kami jelaskan, tapi kalau enggak, ya gimana ya,” kata Benyamin kepada wartawan di Serpong, Selasa (23/9/2025).
Hingga kini, belum ada komunikasi langsung antara pihak Pemkot Tangsel dengan Leony terkait anggaran tersebut. Meskipun begitu, Benyamin menegaskan tidak akan membawa persoalan ini ke ranah hukum.
Justru, kritik yang disampaikan Leony akan dijadikan bahan evaluasi untuk memperbaiki komunikasi publik di lingkungan Pemkot Tangsel.
Baca Juga:
Tangis Pilu Anak Tiri Difabel Korban Pencabulan Ayah Tiri
“Enggak, enggak akan melaporkan. Saya hanya ingin menjelaskan saja. Mudah-mudahan semuanya clear,” kata dia.
Lebih lanjut, Benyamin mengakui perlunya perbaikan cara komunikasi agar lebih mudah dipahami masyarakat, khususnya dalam menyampaikan hal teknis seperti perhitungan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB).
“Saya sih jadi bahan koreksi saja soal pelayanan publik kita. Jadi ke depan bahasanya jangan terlalu kaku, jangan bahasa birokrasi,” jelas dia.
Sebelumnya, melalui unggahan di Instagram Story, Leony menyoroti sejumlah pos anggaran Pemkot Tangsel yang dinilai janggal dan fantastis. Kritik itu bermula dari pengalaman pribadinya saat mengurus balik nama rumah warisan ayahnya.
Ia mengaku kaget dikenakan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) hingga puluhan juta rupiah.
Baca Juga:
Polsek Pandeglang Buru Supriyadi, Tetapkan DPO Atas Kasus Penganiayaan Mantan Istri Siri
Dari situlah Leony kemudian menelusuri penggunaan uang pajak daerah yang berasal dari masyarakat Tangsel. Ia membagikan sederet temuan yang kemudian memicu diskusi luas di kalangan publik.















