BANGGAI – Komitmen menjaga stabilitas dan kelancaran operasional Objek Vital Nasional (Obvitnas) terus diperkuat. Direktorat Pengamanan Objek Vital (Ditpamobvit) Korps Samapta Bhayangkara (Korsabhara) Baharkam Polri bersama PT Donggi Senoro LNG (DSLNG) sukses menggelar Workshop Sistem Manajemen Pengamanan (SMP) Obvitnas yang strategis. Acara ini berlangsung di Batui Meeting Room PT DSLNG, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, pada Rabu, 24 September 2025, menandai langkah maju dalam sinergi keamanan.
Workshop ini dirancang khusus untuk meningkatkan efektivitas sistem pengamanan serta menyelaraskan persepsi antara aparat kepolisian dan manajemen perusahaan dalam menghadapi tantangan keamanan.
Brigjen Pol. Suhendri, S.H, S.I.K, M.PSDM, yang mewakili internal Polri, secara resmi membuka kegiatan ini.
Dalam sambutannya yang penuh penekanan, Brigjen Pol. Suhendri menegaskan, “Keamanan Objek Vital Nasional adalah fondasi utama bagi keberlangsungan ekonomi dan stabilitas negara. Ini adalah tanggung jawab kolektif.
Baca Juga:
Banten Jadi Tuan Rumah HPN 2026: Momentum Emas untuk Pers dan Pembangunan!
Melalui workshop ini, kami bertekad untuk menyamakan visi dan mempererat koordinasi dalam mengimplementasikan Sistem Manajemen Pengamanan, demi terciptanya lingkungan kerja yang tidak hanya aman, tetapi juga kondusif bagi seluruh operasional.”
Dari pihak PT DSLNG, workshop ini dihadiri oleh jajaran manajemen senior, termasuk Plant General Manager, Johar Ahadi. Kehadiran para pimpinan dari kedua institusi ini menunjukkan dedikasi dan keseriusan yang tinggi dalam membangun benteng keamanan yang kokoh bagi fasilitas vital tersebut.
Acara yang berlangsung sejak pukul 08.00 WIB hingga tuntas ini berjalan dengan sangat produktif. Seluruh materi terkait Sistem Manajemen Pengamanan Obvitnas berhasil disampaikan secara komprehensif dan disambut dengan antusiasme besar oleh para peserta, baik dari jajaran Polri maupun perwakilan PT DSLNG.
Baca Juga:
Wujudkan Astacita, Irwasum Polri Pimpin Panen Jagung Serentak di Madiun
Workshop ini diharapkan menjadi tonggak penting dalam upaya berkelanjutan untuk menjaga keamanan Obvitnas di Indonesia.
















