• Disclaimer
  • Home
  • Kode Etik
  • Kontak
  • Pedoman Pemberitaan
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Kamis, Maret 19, 2026
MatasNews.id
  • Home
  • News
  • International
  • Nasional
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Opini
  • Uncategorized
  • Adventorial
  • Redaksi
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • International
  • Nasional
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Opini
  • Uncategorized
  • Adventorial
  • Redaksi
No Result
View All Result
MatasNews.id
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • International
  • Nasional
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Opini
  • Uncategorized
  • Adventorial
  • Redaksi

Kritik Guru Menguat, Program Makan Bergizi Gratis Disebut Pangkas Jam Pelajaran

Yustinus Agus by Yustinus Agus
26/12/2025
0
Kritik Guru Menguat, Program Makan Bergizi Gratis Disebut Pangkas Jam Pelajaran
0
SHARES
1
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke WhatsApp

JAKARTA – Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G) belum lama ini menyerukan kritik tajam terhadap pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sejumlah sekolah di Indonesia. Kritik tersebut muncul setelah semakin banyak guru yang merasakan dampak negatif dari kebijakan ini, terutama berkaitan dengan jam mengajar yang berkurang. Menurut P2G, program yang sejatinya bertujuan baik ini justru mengganggu proses belajar-mengajar dan menyita waktu yang sejatinya diperuntukkan bagi kegiatan akademik siswa.

Dalam pandangan organisasi itu, guru kini menghadapi beban tugas yang kian berat. Tidak hanya harus mengajar sesuai kurikulum yang telah ditetapkan, mereka juga harus terlibat dalam pelaksanaan MBG di sekolah. Dampaknya, sejumlah guru kehilangan kira-kira satu jam jam pelajaran setiap harinya karena harus mengurus urusan yang berkaitan dengan program MBG. Situasi ini menurut mereka menciptakan “waktu kosong” yang merugikan kualitas pengajaran di kelas serta mengganggu ritme kerja guru.

P2G menyatakan bahwa, meskipun intensi program ini patut diapresiasi — yakni memberikan makanan bergizi kepada siswa — realisasinya di lapangan belum optimal. Banyak guru mengaku harus membagi konsentrasi antara tugas utama sebagai pendidik dan tugas tambahan yang terkait dengan program MBG. Mereka harus memastikan distribusi makanan, mencocokkan daftar peserta, bahkan hingga mengatur logistik makanan yang datang setiap harinya selama jam sekolah. Padahal, tugas semacam itu seharusnya tidak berada di bawah tanggung jawab pendidik, melainkan menjadi urusan tenaga pendukung atau pihak ketiga yang ditugaskan mengelola MBG.

BacaJuga

Menyiapkan Pemimpin Sekolah Berintegritas, Retret CKS SMP Kabupaten Serang Digelar di Cinangka

SMPN 2 dan SDN Tonjong Terendam Banjir, Pemkab Serang Siapkan Normalisasi Kali Tonjong

Curahan suara dari para guru ini muncul beriringan dengan makin gencarnya implementasi MBG di berbagai daerah. Program yang diluncurkan pemerintah ini memiliki tujuan mulia: meningkatkan kualitas gizi anak sekolah sebagai bagian dari upaya peningkatan mutu pendidikan nasional. Pemerintah berharap, dengan mendapatkan makanan bergizi secara gratis di sekolah, siswa akan memiliki kesehatan lebih baik, fokus belajar meningkat, dan prestasi akademik pun ikut terdongkrak. Namun demikian, kritik dari kalangan pendidik justru menunjukkan adanya perbedaan tajam antara niat dan realisasi program ini di lapangan.

Beberapa guru yang diwawancarai mengungkapkan rasa frustrasi mereka karena harus memikirkan lebih banyak hal di luar materi pengajaran. Mereka kini harus memeriksa daftar siswa yang berhak menerima MBG setiap hari, memastikan jumlah porsi cukup, bahkan kadang harus ikut serta memastikan anak-anak disiplin makan di tempat yang disediakan. Hal-hal administratif semacam ini, menurut mereka, seharusnya tidak mengurangi waktu mengajar yang justru sangat dibutuhkan untuk menyampaikan materi kurikulum yang telah ditetapkan.

“Ada rasa berat karena tugas kami sebagai guru menjadi terpecah,” ujar salah satu guru sekolah dasar. “Jam pelajaran yang mestinya kami gunakan untuk membantu anak memahami pelajaran matematika, bahasa Indonesia, atau IPA, kini ‘tergerus’ untuk menangani urusan MBG.”

Ia menambahkan bahwa idealnya tugas-tugas seperti pendistribusian makanan atau pengelolaan daftar peserta MBG dilakukan oleh tenaga administrasi atau pihak yang memang dibentuk khusus untuk program ini.

Baca Juga:
Skandal Suap MA Kembali Mencuat! KPK Tangkap Menas Erwin, Hotel Mewah Jadi Bukti Keterlibatan?!

P2G juga menyoroti kurangnya sosialisasi dan pelatihan bagi guru terkait dengan program MBG. Banyak dari mereka yang merasa bahwa tanggung jawab atas pengelolaan makanan dan logistik ditempatkan begitu saja tanpa diberikan pembekalan yang cukup. Akibatnya, bukan hanya jam mengajar yang tergerus, tetapi juga berdampak pada kualitas pelaksanaan program itu sendiri. Guru merasa canggung dan kurang kompeten ketika harus menangani tugas-tugas non-pengajaran yang tidak berhubungan langsung dengan pendidikan.

Di sisi lain, beberapa orang tua murid juga ikut memberikan tanggapan terhadap pelaksanaan MBG. Sebagian dari mereka merasa bahwa program ini sangat membantu terutama bagi siswa dari latar belakang keluarga kurang mampu, karena mereka bisa mendapatkan makanan bergizi setiap hari di sekolah tanpa biaya. Namun, ada pula orang tua yang merasa bahwa pelaksanaan kegiatan makan bergizi di sekolah perlu dievaluasi, terutama agar tidak mengganggu jadwal pelajaran yang telah ditetapkan. Beberapa orang tua bahkan mengatakan bahwa anak mereka pulang dengan tugas yang menumpuk karena jam pelajaran berkurang akibat harus mengikuti kegiatan MBG.

Tanggapan dari pihak sekolah pun beragam. Kepala sekolah beberapa sekolah dasar mengaku memahami kekhawatiran para guru, namun mereka juga mengaku terikat dengan kebijakan yang ditetapkan oleh pemerintah pusat dan daerah terkait dengan program MBG. Kepala sekolah ini mengatakan bahwa mereka berusaha semaksimal mungkin agar proses implementasi MBG berjalan efisien tanpa mengganggu proses belajar-mengajar. Namun karena keterbatasan sumber daya manusia di sekolah, tantangan tersebut tak bisa dihindari.

Beberapa kepala sekolah bahkan mengungkapkan bahwa mereka sudah mencoba mengatur jadwal sedemikian rupa agar kegiatan MBG tidak terlalu mengganggu jam pelajaran inti. Meski demikian, pada praktiknya kegiatan ini tetap memakan waktu yang signifikan lantaran harus dilakukan di tengah jam pelajaran. Keputusan ini dilakukan semata-mata untuk memastikan semua siswa mendapatkan makan bergizi tanpa harus menunggu terlalu lama atau mengganggu ritme sekolah secara drastis.

P2G lantas menyerukan agar pemerintah meninjau kembali mekanisme pelaksanaan MBG di sekolah. Mereka mengusulkan beberapa langkah konkret, seperti memindahkan sebagian kegiatan operasional program MBG ke luar jam pelajaran inti, melibatkan lebih banyak tenaga pendukung yang khusus ditugaskan untuk MBG, serta memberikan kompensasi waktu atau dukungan tambahan bagi guru yang terlibat. Usulan ini dinilai perlu agar tujuan pemberian makanan bergizi tidak justru menjadi beban baru bagi tenaga pendidik yang sudah kelelahan dengan tugas mengajar sehari-hari.

Kritik P2G ini membuka ruang diskusi yang lebih luas mengenai implementasi kebijakan pendidikan di Indonesia. Apakah semua kebijakan yang dirancang untuk meningkatkan kualitas siswa juga perlu mempertimbangkan beban kerja guru? Sejauh mana peran guru harus diperluas agar kebijakan baru dapat berjalan dengan baik? Pertanyaan-pertanyaan semacam ini muncul di tengah upaya bersama untuk memperbaiki kualitas pendidikan nasional.

Baca Juga:
Kapolri Terima Penghargaan Internasional atas Dedikasi Perlindungan Buruh

Banyak pihak berharap bahwa diskusi ini tidak berhenti pada kritik belaka, tetapi dapat mendorong terjadinya reformasi dalam pelaksanaan program-program pendidikan di masa depan. Pendidikan, seperti yang sering disuarakan oleh para pendidik dan pemerhati pendidikan, bukan hanya soal kurikulum dan materi ajar, tetapi juga tentang bagaimana beban kerja guru diatur agar mereka tetap fokus memberikan pengajaran berkualitas. Penyesuaian dalam pelaksanaan program di sekolah diharapkan dapat memberikan win-win solution: meningkatkan kesehatan gizi siswa tanpa mengorbankan kualitas pembelajaran yang diterima.

Tags: #guru#kritik#mbg#program
Previous Post

Gelombang Protes Buruh Menguat, UMP Jakarta Rp 5,7 Juta Dinilai Tak Layak

Next Post

Fenomena Regenerasi Alami Hutan Dunia, Indonesia Jadi Sorotan Ilmuwan

Related Posts

Menyiapkan Pemimpin Sekolah Berintegritas, Retret CKS SMP Kabupaten Serang Digelar di Cinangka
Pendidikan

Menyiapkan Pemimpin Sekolah Berintegritas, Retret CKS SMP Kabupaten Serang Digelar di Cinangka

by Yustinus Agus
19/01/2026
0

SERANG - Berita tentang Retret Calon Kepala Sekolah (CKS) SMP Kabupaten Serang yang digelar di Nurul Fikri Boarding School (NFBS)...

Read more
SMPN 2 dan SDN Tonjong Terendam Banjir, Pemkab Serang Siapkan Normalisasi Kali Tonjong

SMPN 2 dan SDN Tonjong Terendam Banjir, Pemkab Serang Siapkan Normalisasi Kali Tonjong

14/01/2026
Univa Sosialisasikan KUHAP Baru untuk Peradilan Lebih Humanis

Univa Sosialisasikan KUHAP Baru untuk Peradilan Lebih Humanis

11/12/2025
Ribuan Porsi MBG Disalurkan Polres Serang untuk Pelajar di Ciruas dan Lebakwangi

Ribuan Porsi MBG Disalurkan Polres Serang untuk Pelajar di Ciruas dan Lebakwangi

09/12/2025
Belajar Mandiri dan Sehat: Montessori Plus Olahraga di Brilliant Preschool

Belajar Mandiri dan Sehat: Montessori Plus Olahraga di Brilliant Preschool

09/12/2025

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

MatasNews.id

Menjadi salah satu media profesional dalam menyajikan fakta dan turut menangkal hoaks serta sebagai kontrol sosial sesuai dengan amanat Undang Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

BERITA TERBARU

Oknum Humas Polda Banten Diduga Kirim Pesan Tak Pantas kepada Wartawati

Oknum Humas Polda Banten Diduga Kirim Pesan Tak Pantas kepada Wartawati

15/03/2026
Perkuat Solidaritas, 234 SC Banten dan Srikandi PP Banten Turun ke Jalan Bagikan Takjil

Perkuat Solidaritas, 234 SC Banten dan Srikandi PP Banten Turun ke Jalan Bagikan Takjil

14/03/2026
Pemkab Serang Terima Peserta SSDN Lemhannas RI, Bahas Strategi Ketahanan Pangan

Pemkab Serang Terima Peserta SSDN Lemhannas RI, Bahas Strategi Ketahanan Pangan

10/03/2026
TNI AD Resmikan Jembatan Garuda di Kampung Mayak Baros, Permudah Akses Warga ke Pasar

TNI AD Resmikan Jembatan Garuda di Kampung Mayak Baros, Permudah Akses Warga ke Pasar

09/03/2026
Pemkab Serang Gerak Cepat Bersihkan Tumpukan Sampah di Kali Tirtayasa, Warga Apresiasi

Pemkab Serang Gerak Cepat Bersihkan Tumpukan Sampah di Kali Tirtayasa, Warga Apresiasi

05/03/2026
Bupati Serang Tutup Pesantren Ramadan Ramah Anak, Dorong Pembentukan Generasi Berkarakter Sejak Dini

Bupati Serang Tutup Pesantren Ramadan Ramah Anak, Dorong Pembentukan Generasi Berkarakter Sejak Dini

05/03/2026
Kejari Serang Geledah BPN Kota Serang, Sita Uang Rp228 Juta dan 20 Handphone

Kejari Serang Geledah BPN Kota Serang, Sita Uang Rp228 Juta dan 20 Handphone

04/03/2026
Ratusan Warga Bojonegara Padati Bazar Ramadhan Pemkab Serang, Harga Sembako di Bawah Pasaran

Ratusan Warga Bojonegara Padati Bazar Ramadhan Pemkab Serang, Harga Sembako di Bawah Pasaran

03/03/2026
HUT Satpol PP

HUT Satpol PP

03/03/2026
Ramadan Bahagia 1447 H, Bupati Serang Ajak Warga Terapkan Gaya Hidup Ramah Lingkungan

Ramadan Bahagia 1447 H, Bupati Serang Ajak Warga Terapkan Gaya Hidup Ramah Lingkungan

26/02/2026

KATEGORI UTAMA

  • Adventorial
  • Daerah
  • International
  • Nasional
  • News
  • Olahraga
  • Opini
  • Pendidikan
  • Uncategorized

Berita Terbaru

Oknum Humas Polda Banten Diduga Kirim Pesan Tak Pantas kepada Wartawati

Oknum Humas Polda Banten Diduga Kirim Pesan Tak Pantas kepada Wartawati

15/03/2026
Perkuat Solidaritas, 234 SC Banten dan Srikandi PP Banten Turun ke Jalan Bagikan Takjil

Perkuat Solidaritas, 234 SC Banten dan Srikandi PP Banten Turun ke Jalan Bagikan Takjil

14/03/2026
  • Disclaimer
  • Home
  • Kode Etik
  • Kontak
  • Pedoman Pemberitaan
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang Kami

Copyright © 2023 www.matasnews.id

No Result
View All Result
  • Disclaimer
  • Home
  • Kode Etik
  • Kontak
  • Pedoman Pemberitaan
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang Kami

Copyright © 2023 www.matasnews.id