SERANG – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Serang menemukan sejumlah “kerikil” dalam proses pemutakhiran data pemilih berkelanjutan (PDPB). Temuan ini memunculkan kekhawatiran akan potensi masalah yang bisa mencuat pada hari pemungutan suara kelak.
Ketua Bawaslu Kota Serang, Agus Aan Hermawan, mengungkapkan bahwa berdasarkan hasil uji petik dan pengawasan pencocokan dan penelitian (coklit) terbatas, pihaknya masih menemukan data pemilih yang tidak akurat.
“Kami menemukan sejumlah anomali. Ada warga yang sudah meninggal, tetapi namanya masih bercokol dalam daftar pemilih. Sebaliknya, ada juga pemilih yang masih hidup dan sehat, tetapi justru tercatat meninggal dalam data Komisi Pemilihan Umum (KPU),” ujarnya di Serang, Kamis (2/10/2025).
Tak hanya itu, Bawaslu juga menemukan data pemilih yang telah pindah domisili, namun belum diperbarui, serta pemilih baru yang belum terdata sama sekali.
Meski belum dapat memberikan angka pasti karena masih dalam proses rekapitulasi, Agus Aan menegaskan bahwa seluruh data bermasalah ini telah dikoordinasikan dengan KPU Kota Serang untuk segera ditindaklanjuti.
Baca Juga:
Korupsi Taspen: Pensiunan Jadi Korban, Negara Merugi!
“Kami akan segera berkoordinasi dengan tim pengawasan untuk mendapatkan detail jumlah temuan. Yang jelas, temuan ini nyata adanya, baik dari hasil coklit terbatas maupun uji petik, dan telah kami sampaikan secara resmi kepada KPU Kota Serang,” tegasnya.
Agus Aan menjelaskan bahwa Bawaslu melakukan pengawasan data pemilih melalui serangkaian langkah strategis yang komprehensif.
Langkah-langkah tersebut meliputi koordinasi intensif dengan KPU, sinkronisasi data dengan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Serang dan pengurus RW, serta pengawasan melekat yang dilakukan secara cermat.
“Kami juga melakukan pengawasan secara melekat saat KPU melakukan sinkronisasi data, baik melalui Sidalih (Sistem Informasi Data Pemilih) maupun dalam coklit terbatas,” tuturnya.
Baca Juga:
Kapolda Metro Jaya Tinjau Pengungsian Warga Terdampak Banjir di Pancoran
Selain itu, Bawaslu Kota Serang juga aktif melakukan sosialisasi dan uji petik langsung di lapangan, termasuk menyasar sekolah-sekolah untuk memastikan para pemilih pemula telah terdaftar dalam daftar pemilih.












