• Disclaimer
  • Home
  • Kode Etik
  • Kontak
  • Pedoman Pemberitaan
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Sabtu, Maret 21, 2026
MatasNews.id
  • Home
  • News
  • International
  • Nasional
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Opini
  • Uncategorized
  • Adventorial
  • Redaksi
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • International
  • Nasional
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Opini
  • Uncategorized
  • Adventorial
  • Redaksi
No Result
View All Result
MatasNews.id
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • International
  • Nasional
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Opini
  • Uncategorized
  • Adventorial
  • Redaksi

Kisah Paul Biya: Presiden Tertua di Dunia, Kekuasaan Abadi di Kamerun?

Dewan Konstitusi Umumkan Kemenangan Biya, Oposisi Meradang

Yustinus Agus by Yustinus Agus
28/10/2025
0
Kisah Paul Biya: Presiden Tertua di Dunia, Kekuasaan Abadi di Kamerun?

President Joe Biden and First Lady Jill Biden pose for photo line photos with delegation heads of the U.S.-Africa Leader Summit, Wednesday, December 14, 2022, in the Diplomatic Reception Room of the White House. (Official White House Photo by Adam Schultz)

0
SHARES
0
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke WhatsApp

JAKARTA – Di usia senja, saat para pemimpin dunia lainnya memilih untuk menikmati masa pensiun, Paul Biya justru semakin kokoh mencengkeram kekuasaan. Pria berusia 92 tahun ini kembali memastikan diri menjabat sebagai Presiden Kamerun untuk periode ke delapan, sebuah rekor yang sulit ditandingi oleh pemimpin negara manapun di dunia.

Dewan Konstitusi Kamerun dengan tegas menyatakan bahwa Biya berhasil meraih suara 53,7 persen, mengungguli lawannya, mantan menteri pemerintahan Issa Tchiroma Bakery, yang hanya memperoleh 35,2 persen suara.

“Dengan ini menyatakan presiden terpilih: kandidat Biya Paul,” kata Presiden Dewan Konstitusi Clement Atangana pada Senin (27/10), seolah mengukuhkan status Biya sebagai penguasa Kamerun yang tak tergoyahkan.

Lantas, siapakah sebenarnya Paul Biya, sang kepala negara tertua yang masih menjabat di dunia ini? Lahir pada 13 Februari 1933 di Mvomeka, saat Kamerun masih berada di bawah kendali Prancis, Biya telah menyaksikan berbagai perubahan besar dalam sejarah negaranya.

BacaJuga

Arwana RI Jadi Primadona di Pasar China, Transaksi Capai Jutaan Dolar

Gunungan Sampah Tutupi Pasar Cimanggis, Pedagang dan Warga Resah

Kamerun akhirnya merdeka dari Prancis pada tahun 1960, dan sejak saat itu, nama Biya terus melambung di panggung politik.

Ketertarikan Biya pada dunia politik mulai tumbuh saat ia menempuh pendidikan tinggi. Ia mengambil jurusan politik dan hukum di sebuah perguruan tinggi di Prancis, sebelum akhirnya kembali ke Kamerun pada tahun 1960. Sepanjang dekade 1960-an, Biya memegang berbagai jabatan penting dalam pemerintahan Kamerun.

Puncaknya, pada Juni 1975, ia diangkat menjadi perdana menteri di bawah pemerintahan Presiden Ahmadou Ahidjo, sebuah jabatan yang mengantarkannya menuju kursi kepresidenan.

Pada tahun 1982, Ahidjo secara tak terduga mengundurkan diri, membuka jalan bagi Biya untuk menduduki kursi kepresidenan sesuai dengan konstitusi. Ia dilantik pada 6 November di tahun yang sama, menandai babak baru dalam sejarah Kamerun.

Namun, transisi pemerintahan ini tidak berjalan mulus. Meskipun awalnya tampak damai, gesekan antara Biya dan Ahidjo semakin meningkat seiring dengan ambisi Biya untuk memperluas pengaruhnya.

Baca Juga:
TNI Tingkatkan Disiplin: Prajurit Melanggar Hukum akan Diturunkan Pangkat

Pada Agustus 1983, Ahidjo diminta untuk mengundurkan diri sebagai ketua Uni Nasional Kamerun (UNC), satu-satunya partai politik di negara tersebut. Bulan berikutnya, dalam sebuah kongres luar biasa, Biya terpilih untuk memimpin UNC.

Dua tahun kemudian, ia kembali terpilih menjadi presiden pada tahun 1984, meskipun diwarnai dengan dugaan rencana kudeta oleh Ahidjo dan para pendukungnya di UNC.

Pada tahun 1985, Biya membubarkan UNC dan mendirikan Gerakan Demokratik Rakyat Kamerun (RDPC), sebuah langkah yang semakin mengukuhkan kekuasaannya.

Pada tahun 1992, Kamerun untuk pertama kalinya menggelar pemilu dengan sistem multipartai, namun Biya tetap berhasil memenangkan kontestasi tersebut.

Biya terus berupaya memperpanjang masa jabatannya sebagai presiden. Pada tahun 1997, saat masa jabatan presiden hanya lima tahun, ia mengubah konstitusi menjadi tujuh tahun, sehingga pemilu baru digelar pada tahun 2004.

Tak berhenti di sana, pada tahun 2008, Biya melakukan tindakan kontroversial dengan menghapus batasan masa jabatan presiden, membuka jalan baginya untuk terus mencalonkan diri dalam pemilu mendatang. Ia terpilih kembali menjadi presiden dalam pemilu tahun 2011 dan 2018, dan kini, ia kembali memenangkan kontestasi politik di tahun ini.

Namun, kekuasaan Biya yang begitu lama tidak lepas dari kontroversi. Selama menjadi presiden, ia dituding memimpin dengan tangan besi, menindas lawan politik dan pihak-pihak yang mengkritik kebijakannya.

Di bawah kepemimpinan Biya, Kamerun juga menghadapi berbagai masalah akut, seperti korupsi yang merajalela dan konflik separatis yang penuh kekerasan di wilayah-wilayah barat.

Kini, di usia 92 tahun, Biya menjadi kepala negara tertua di dunia yang masih menjabat. Jika ia berhasil menyelesaikan jabatannya di periode ini, maka di tahun terakhirnya, Biya akan berusia 99 tahun, sebuah pencapaian yang luar biasa sekaligusIronisnya, posisi kedua sebagai kepala negara tertua di dunia diduduki oleh Presiden Palestina Mahmoud Abbas, yang kini berusia 89 tahun.

Baca Juga:
TNBS Musnahkan Sawit Ilegal Seluas Hampir 100 Hektare di Kawasan Konservasi

Dengan usia yang semakin senja, mampukah Biya membawa Kamerun menuju perubahan yang lebih baik? Ataukah ia akan terus mempertahankan status quo, membiarkan negaranya terjerat dalam masalah-masalah yang tak kunjung usai? Waktu yang akan menjawab.

Previous Post

KUR Jadi Jurus Ampuh Pemerintah Dongkrak Ekonomi: Target 12 Juta Tenaga Kerja Baru, Mungkinkah?

Next Post

Puting Beliung Terjang Serang, Bupati Ratu Zakiyah Turun Tangan Beri Bantuan dan Semangat Warga

Related Posts

Arwana RI Jadi Primadona di Pasar China, Transaksi Capai Jutaan Dolar
International

Arwana RI Jadi Primadona di Pasar China, Transaksi Capai Jutaan Dolar

by Yustinus Agus
26/12/2025
0

JAKARTA - Tidak seperti komoditas ekspor khas Indonesia seperti minyak sawit, batu bara, atau kopi, ada satu ekspor yang belakangan...

Read more
Gunungan Sampah Tutupi Pasar Cimanggis, Pedagang dan Warga Resah

Gunungan Sampah Tutupi Pasar Cimanggis, Pedagang dan Warga Resah

16/12/2025
Dunia Mengakui Keindahan Pulau Komodo, Masuk Daftar 20 Destinasi Terbaik 2026

Dunia Mengakui Keindahan Pulau Komodo, Masuk Daftar 20 Destinasi Terbaik 2026

13/12/2025
Hanoi Darurat Polusi: Kabut Beracun Kian Pekat, Warga Terancam

Hanoi Darurat Polusi: Kabut Beracun Kian Pekat, Warga Terancam

12/12/2025
Andra Soni Dorong Infrastruktur dan SDM untuk Pertumbuhan Ekonomi Merata di Banten

Andra Soni Dorong Infrastruktur dan SDM untuk Pertumbuhan Ekonomi Merata di Banten

11/12/2025

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

MatasNews.id

Menjadi salah satu media profesional dalam menyajikan fakta dan turut menangkal hoaks serta sebagai kontrol sosial sesuai dengan amanat Undang Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

BERITA TERBARU

Oknum Humas Polda Banten Diduga Kirim Pesan Tak Pantas kepada Wartawati

Oknum Humas Polda Banten Diduga Kirim Pesan Tak Pantas kepada Wartawati

15/03/2026
Perkuat Solidaritas, 234 SC Banten dan Srikandi PP Banten Turun ke Jalan Bagikan Takjil

Perkuat Solidaritas, 234 SC Banten dan Srikandi PP Banten Turun ke Jalan Bagikan Takjil

14/03/2026
Pemkab Serang Terima Peserta SSDN Lemhannas RI, Bahas Strategi Ketahanan Pangan

Pemkab Serang Terima Peserta SSDN Lemhannas RI, Bahas Strategi Ketahanan Pangan

10/03/2026
TNI AD Resmikan Jembatan Garuda di Kampung Mayak Baros, Permudah Akses Warga ke Pasar

TNI AD Resmikan Jembatan Garuda di Kampung Mayak Baros, Permudah Akses Warga ke Pasar

09/03/2026
Pemkab Serang Gerak Cepat Bersihkan Tumpukan Sampah di Kali Tirtayasa, Warga Apresiasi

Pemkab Serang Gerak Cepat Bersihkan Tumpukan Sampah di Kali Tirtayasa, Warga Apresiasi

05/03/2026
Bupati Serang Tutup Pesantren Ramadan Ramah Anak, Dorong Pembentukan Generasi Berkarakter Sejak Dini

Bupati Serang Tutup Pesantren Ramadan Ramah Anak, Dorong Pembentukan Generasi Berkarakter Sejak Dini

05/03/2026
Kejari Serang Geledah BPN Kota Serang, Sita Uang Rp228 Juta dan 20 Handphone

Kejari Serang Geledah BPN Kota Serang, Sita Uang Rp228 Juta dan 20 Handphone

04/03/2026
Ratusan Warga Bojonegara Padati Bazar Ramadhan Pemkab Serang, Harga Sembako di Bawah Pasaran

Ratusan Warga Bojonegara Padati Bazar Ramadhan Pemkab Serang, Harga Sembako di Bawah Pasaran

03/03/2026
HUT Satpol PP

HUT Satpol PP

03/03/2026
Ramadan Bahagia 1447 H, Bupati Serang Ajak Warga Terapkan Gaya Hidup Ramah Lingkungan

Ramadan Bahagia 1447 H, Bupati Serang Ajak Warga Terapkan Gaya Hidup Ramah Lingkungan

26/02/2026

KATEGORI UTAMA

  • Adventorial
  • Daerah
  • International
  • Nasional
  • News
  • Olahraga
  • Opini
  • Pendidikan
  • Uncategorized

Berita Terbaru

Oknum Humas Polda Banten Diduga Kirim Pesan Tak Pantas kepada Wartawati

Oknum Humas Polda Banten Diduga Kirim Pesan Tak Pantas kepada Wartawati

15/03/2026
Perkuat Solidaritas, 234 SC Banten dan Srikandi PP Banten Turun ke Jalan Bagikan Takjil

Perkuat Solidaritas, 234 SC Banten dan Srikandi PP Banten Turun ke Jalan Bagikan Takjil

14/03/2026
  • Disclaimer
  • Home
  • Kode Etik
  • Kontak
  • Pedoman Pemberitaan
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang Kami

Copyright © 2023 www.matasnews.id

No Result
View All Result
  • Disclaimer
  • Home
  • Kode Etik
  • Kontak
  • Pedoman Pemberitaan
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang Kami

Copyright © 2023 www.matasnews.id