JAKARTA – Korea Selatan kembali mencuri perhatian dunia dengan ambisinya untuk mengubah jet tempur KF-21 Boramae menjadi pesawat tempur generasi kelima. Langkah ambisius ini tak hanya menjadi sorotan media internasional, tetapi juga memicu perdebatan hangat mengenai dampaknya terhadap peta kekuatan militer di kawasan Asia Tenggara.
Media Malaysia turut mengupas tuntas rencana besar Korea Selatan ini, menyoroti potensi keuntungan yang bisa diraih Indonesia sebagai negara yang turut terlibat dalam pengembangan KF-21.
Keputusan Seoul untuk mengembangkan KF-21 menjadi jet tempur siluman generasi kelima menunjukkan keseriusan negara tersebut dalam melepaskan ketergantungan pada teknologi asing.
Selain itu, langkah ini juga dipicu oleh meningkatnya ancaman dari Korea Utara dan Tiongkok.
Jika proyek ini berhasil, Korea Selatan akan sejajar dengan negara-negara elite yang mampu memproduksi jet tempur siluman canggih, seperti Amerika Serikat dengan F-35, Tiongkok dengan J-20, dan Rusia dengan Su-57.
Menurut laporan Defence Blog edisi 10 September 2025, KF-21 awalnya dirancang untuk menggantikan armada jet tempur lawas F-4 Phantom II dan F-5 Tiger II milik Angkatan Udara Korea Selatan (ROKAF).
Baca Juga:
Brangkas ATM kantor Pemda Way Kanan Di Bobol, Tersangka Sudah Di Aman Kan
Setelah melalui serangkaian uji coba ketat sejak penerbangan perdananya pada tahun 2022, enam prototipe KF-21 akhirnya mendapatkan persetujuan untuk diproduksi massal pada Agustus 2025.
Namun, ambisi Korea Selatan tidak berhenti sampai di situ. Versi KF-21EX akan dilengkapi dengan internal weapons bay (ruang senjata internal), sistem radar siluman yang lebih canggih, Electro-Optical Targeting System (EOTS) seperti yang dimiliki F-35, serta AI mission computer yang mampu mengoordinasikan serangan drone loyal wingman.
Dengan berbagai fitur canggih ini, KF-21EX akan menjadi pusat komando udara sekaligus penyerang garis depan yang mematikan.
Defense Security Asia edisi 12 Agustus 2025 juga menyoroti transformasi KF-21EX sebagai langkah berani Korea Selatan menuju era jet tempur generasi kelima.
Media Malaysia ramai-ramai mengulas dampak transformasi KF-21 ini bagi kawasan Asia Tenggara, khususnya potensi keuntungan yang akan diraih Indonesia.
Baca Juga:
Kolaborasi untuk Pembangunan Banten
Dengan berpartisipasi dalam proyek pengembangan KF-21, Indonesia berpeluang besar untuk meningkatkan kemampuan industri pertahanan dalam negeri serta memperkuat posisi strategis di kawasan.
















