• Disclaimer
  • Home
  • Kode Etik
  • Kontak
  • Pedoman Pemberitaan
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Jumat, Maret 20, 2026
MatasNews.id
  • Home
  • News
  • International
  • Nasional
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Opini
  • Uncategorized
  • Adventorial
  • Redaksi
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • International
  • Nasional
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Opini
  • Uncategorized
  • Adventorial
  • Redaksi
No Result
View All Result
MatasNews.id
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • International
  • Nasional
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Opini
  • Uncategorized
  • Adventorial
  • Redaksi

Kesultanan Banten Angkat Suara: Banjir Sumatra Adalah Alarm Kerusakan Hutan yang Tak Boleh Diabaikan

Yustinus Agus by Yustinus Agus
02/12/2025
0
Kesultanan Banten Angkat Suara: Banjir Sumatra Adalah Alarm Kerusakan Hutan yang Tak Boleh Diabaikan
0
SHARES
0
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke WhatsApp

SERANG – Kesedihan mendalam kembali menyelimuti Tanah Air ketika banjir bandang melanda sejumlah wilayah di Sumatra—mulai dari Aceh, Sumatera Utara, hingga Sumatera Barat—yang menyebabkan korban jiwa, kerusakan permukiman, serta kerugian material dalam skala besar. Di tengah duka tersebut, perhatian publik tertuju pada ribuan batang kayu gelondongan yang hanyut terbawa arus, sebuah pemandangan memilukan yang sekaligus menimbulkan tanda tanya besar: dari mana semua kayu itu berasal, dan bagaimana bisa jumlahnya begitu banyak?

Kesultanan Banten menjadi salah satu pihak yang angkat suara menyikapi fenomena ini. Dalam keterangan resminya, Sultan Banten XVIII, Sultan RTb. Hendra Bambang Wisanggeni Soerjaatmadja, menyampaikan rasa duka yang mendalam kepada seluruh masyarakat terdampak. Beliau menilai bahwa bencana ini bukan sekadar peristiwa alam semata, melainkan sebagian besar merupakan bentuk nyata dari kerusakan ekologis jangka panjang yang dipicu oleh ulah manusia, terutama praktik penebangan liar yang terjadi secara terus-menerus.

Sultan menegaskan bahwa ribuan gelondongan kayu yang terlihat hanyut ketika banjir bukanlah fenomena kebetulan. Menurutnya, keberadaan kayu-kayu tersebut menjadi bukti paling gamblang bahwa hutan-hutan di sejumlah wilayah Sumatra telah mengalami penjarahan masif. Bukan hanya satu atau dua batang kayu, tetapi ribuan. Ini adalah indikasi kuat bahwa pembalakan liar telah terjadi secara sistematis, terstruktur, dan melibatkan kepentingan tertentu yang mengabaikan dampak besar bagi masyarakat luas.

BacaJuga

Zuli Zulkipli Tegaskan UMSK Jabar Sah, Kritik Keras Sikap Said Iqbal

Nasib Macan Tutul Jawa di Tengah Menyusutnya Hutan Pulau Jawa

Dalam pernyataannya, Sultan menyinggung prinsip “Hukum Sebab dan Akibat”, sebuah pandangan yang sudah lama dianut masyarakat Nusantara. Kerusakan alam, kata Sultan, selalu menghadirkan konsekuensi. Ketika hutan ditebang tanpa kontrol, tanah kehilangan kemampuan menyerap air, aliran sungai berubah, dan bencana seperti banjir bandang atau longsor menjadi tak terhindarkan. Akhirnya, masyarakat kecil yang menjadi korban, sementara mereka yang mengambil keuntungan dari pembalakan liar luput dari rasa tanggung jawab.

Karena itu, Kesultanan Banten menyerukan tindakan tegas. Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, dan seluruh aparat penegak hukum diminta segera melakukan investigasi mendalam untuk mengungkap apakah bencana ini memang berkaitan dengan praktik illegal logging. Seruan ini bukan hanya sekadar imbauan, tetapi desakan moral untuk menegakkan keadilan ekologis sekaligus sosial.

Sultan menekankan bahwa merusak lingkungan bukan hanya perbuatan melanggar hukum, tetapi juga pengkhianatan terhadap nilai-nilai luhur bangsa. Indonesia, yang dibangun di atas prinsip Pancasila dan UUD 1945, menjunjung tinggi keadilan sosial. Ketika segelintir pihak merusak hutan untuk memperoleh keuntungan pribadi, maka sesungguhnya mereka telah mencederai hak ribuan rakyat yang hidup bergantung pada kelestarian alam.

Untuk memperkuat pesan tersebut, Sultan menyertakan kutipan dari Al-Qur’an, Surat Ar-Rum ayat 41, yang menegaskan bahwa kerusakan di darat dan di laut disebabkan oleh perbuatan manusia sendiri. Ayat itu menjadi pengingat bahwa bencana bukan hanya peringatan fisik, tetapi juga spiritual dan moral. Ia mengingatkan manusia agar kembali pada jalan kebenaran, memperbaiki perilaku, serta mengelola alam dengan bijaksana.

Baca Juga:
Dugaan Kecurangan dalam Rekrutmen Pegawai RSUD Labuan dan Cilograng

Sultan juga menyampaikan bahwa kejadian ini seharusnya menjadi momentum untuk membangun kembali tata kelola pemerintahan yang bersih—Clean Governance & Government. Bukan hanya untuk menindak pelaku perusakan hutan, tetapi juga untuk memperkuat sistem pengawasan, perizinan, dan penegakan hukum agar tragedi serupa tidak terus berulang di masa depan.

Dalam narasi yang lebih luas, apa yang terjadi di Sumatra sebenarnya hanyalah satu dari sekian banyak alarm kerusakan ekologis yang telah berbunyi di Indonesia. Setiap tahunnya, puluhan ribu hektare hutan hilang akibat aktivitas pembalakan liar maupun ekspansi lahan tidak bertanggung jawab. Akibatnya, ekosistem yang seharusnya menjadi benteng alami terhadap bencana perlahan-lahan melemah, dan manusia yang akhirnya menanggung akibat terburuk.

Sultan menilai bahwa bencana ini harus dipahami sebagai panggilan bagi seluruh pemangku kepentingan—pemerintah, aparat, masyarakat adat, akademisi, hingga organisasi lingkungan—untuk bersatu memperkuat perlindungan hutan. Ia berharap agar momentum ini tidak sekadar menjadi rutinitas empati tahunan ketika bencana datang, tetapi benar-benar menjadi titik balik dalam tata kelola lingkungan Indonesia.

Sang Sultan juga menyampaikan bahwa Kesultanan Banten, sebagai salah satu lembaga adat tertua di Nusantara, akan terus bersuara dalam isu-isu yang berkaitan dengan kelestarian alam dan keadilan sosial. Baginya, menjaga hutan bukan hanya kewajiban ekologis, tetapi juga amanah budaya, karena leluhur bangsa telah mengajarkan bahwa alam harus dihormati sebagai bagian dari kehidupan itu sendiri.

Dengan nada tegas namun penuh empati, Sultan menutup pernyataannya dengan kembali mengingatkan bahwa tidak ada pembangunan yang dapat disebut keberhasilan jika dibangun di atas kerusakan alam. Kesejahteraan rakyat tidak dapat diwujudkan jika lingkungan terus dirusak.

Seruan Kesultanan Banten ini diharapkan menjadi dorongan moral bagi semua pihak agar menuntaskan akar masalah yang sesungguhnya. Tidak cukup hanya memperbaiki infrastruktur pascabencana; yang lebih penting adalah menghentikan penyebab utama bencana itu sendiri: eksploitasi alam yang tidak terkendali.

Baca Juga:
Kelancaran Arus Nataru, Truk Besar Dibatasi di Beberapa Ruas Tol Strategis

Kini, masyarakat menunggu langkah nyata dari pemerintah dan aparat penegak hukum. Investigasi yang transparan, tindakan tegas terhadap pelaku illegal logging, serta pemulihan hutan secara serius menjadi harapan yang terus disuarakan. Bencana ini seharusnya menjadi pengingat keras bahwa alam memiliki batas, dan ketika batas itu dilampaui, manusia sendiri yang akan menuai akibatnya.

Tags: #banjir. #sumatera#kesuktananbanten
Previous Post

Infrastruktur Hancur, Empat Kabupaten Aceh Terisolir dan Krisis Logistik

Next Post

Polres Serang Rutin Mendistribusikan Makanan Bergizi Gratis Ke 13 Sekolah

Related Posts

Zuli Zulkipli Tegaskan UMSK Jabar Sah, Kritik Keras Sikap Said Iqbal
Opini

Zuli Zulkipli Tegaskan UMSK Jabar Sah, Kritik Keras Sikap Said Iqbal

by Yustinus Agus
03/01/2026
0

JAKARTA - Polemik penetapan Upah Minimum Sektoral Kabupaten/Kota (UMSK) di Jawa Barat kembali mengemuka setelah pernyataan Presiden Partai Buruh Said...

Read more
Nasib Macan Tutul Jawa di Tengah Menyusutnya Hutan Pulau Jawa

Nasib Macan Tutul Jawa di Tengah Menyusutnya Hutan Pulau Jawa

02/01/2026
Pesona Pantai Pandawa: Dari Tebing Kapur Hingga Sunset Menawan, Wisatawan Melimpah

Pesona Pantai Pandawa: Dari Tebing Kapur Hingga Sunset Menawan, Wisatawan Melimpah

26/12/2025
Dari Kecantikan hingga Digital Marketing, MY ACADEMY Berdayakan Ibu-Ibu Pelaku Usaha

Dari Kecantikan hingga Digital Marketing, MY ACADEMY Berdayakan Ibu-Ibu Pelaku Usaha

24/12/2025
UNESCO Akui Tempe, Fadli Zon Sebut Penghargaan untuk Budaya Nusantara

UNESCO Akui Tempe, Fadli Zon Sebut Penghargaan untuk Budaya Nusantara

22/12/2025

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

MatasNews.id

Menjadi salah satu media profesional dalam menyajikan fakta dan turut menangkal hoaks serta sebagai kontrol sosial sesuai dengan amanat Undang Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

BERITA TERBARU

Oknum Humas Polda Banten Diduga Kirim Pesan Tak Pantas kepada Wartawati

Oknum Humas Polda Banten Diduga Kirim Pesan Tak Pantas kepada Wartawati

15/03/2026
Perkuat Solidaritas, 234 SC Banten dan Srikandi PP Banten Turun ke Jalan Bagikan Takjil

Perkuat Solidaritas, 234 SC Banten dan Srikandi PP Banten Turun ke Jalan Bagikan Takjil

14/03/2026
Pemkab Serang Terima Peserta SSDN Lemhannas RI, Bahas Strategi Ketahanan Pangan

Pemkab Serang Terima Peserta SSDN Lemhannas RI, Bahas Strategi Ketahanan Pangan

10/03/2026
TNI AD Resmikan Jembatan Garuda di Kampung Mayak Baros, Permudah Akses Warga ke Pasar

TNI AD Resmikan Jembatan Garuda di Kampung Mayak Baros, Permudah Akses Warga ke Pasar

09/03/2026
Pemkab Serang Gerak Cepat Bersihkan Tumpukan Sampah di Kali Tirtayasa, Warga Apresiasi

Pemkab Serang Gerak Cepat Bersihkan Tumpukan Sampah di Kali Tirtayasa, Warga Apresiasi

05/03/2026
Bupati Serang Tutup Pesantren Ramadan Ramah Anak, Dorong Pembentukan Generasi Berkarakter Sejak Dini

Bupati Serang Tutup Pesantren Ramadan Ramah Anak, Dorong Pembentukan Generasi Berkarakter Sejak Dini

05/03/2026
Kejari Serang Geledah BPN Kota Serang, Sita Uang Rp228 Juta dan 20 Handphone

Kejari Serang Geledah BPN Kota Serang, Sita Uang Rp228 Juta dan 20 Handphone

04/03/2026
Ratusan Warga Bojonegara Padati Bazar Ramadhan Pemkab Serang, Harga Sembako di Bawah Pasaran

Ratusan Warga Bojonegara Padati Bazar Ramadhan Pemkab Serang, Harga Sembako di Bawah Pasaran

03/03/2026
HUT Satpol PP

HUT Satpol PP

03/03/2026
Ramadan Bahagia 1447 H, Bupati Serang Ajak Warga Terapkan Gaya Hidup Ramah Lingkungan

Ramadan Bahagia 1447 H, Bupati Serang Ajak Warga Terapkan Gaya Hidup Ramah Lingkungan

26/02/2026

KATEGORI UTAMA

  • Adventorial
  • Daerah
  • International
  • Nasional
  • News
  • Olahraga
  • Opini
  • Pendidikan
  • Uncategorized

Berita Terbaru

Oknum Humas Polda Banten Diduga Kirim Pesan Tak Pantas kepada Wartawati

Oknum Humas Polda Banten Diduga Kirim Pesan Tak Pantas kepada Wartawati

15/03/2026
Perkuat Solidaritas, 234 SC Banten dan Srikandi PP Banten Turun ke Jalan Bagikan Takjil

Perkuat Solidaritas, 234 SC Banten dan Srikandi PP Banten Turun ke Jalan Bagikan Takjil

14/03/2026
  • Disclaimer
  • Home
  • Kode Etik
  • Kontak
  • Pedoman Pemberitaan
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang Kami

Copyright © 2023 www.matasnews.id

No Result
View All Result
  • Disclaimer
  • Home
  • Kode Etik
  • Kontak
  • Pedoman Pemberitaan
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang Kami

Copyright © 2023 www.matasnews.id