SERANG – Wakil Gubernur Banten, Bapak A Dimyati Natakusumah, beserta keluarga, melaksanakan Sholat Idul Adha 1446 Hijriah di Masjid Raya Al-Bantani, Kompleks Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B) Curug, Kota Serang. Dalam kesempatan tersebut, Bapak Wagub menekankan makna Idul Adha sebagai momentum untuk meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT, memperkuat kepedulian sosial, dan mempererat persatuan umat Islam.
Bapak Wagub Dimyati menyampaikan rasa syukur atas nikmat kesehatan dan kesempatan untuk dapat beribadah bersama masyarakat. “Alhamdulillah, kita diberikan kesempatan untuk melaksanakan Sholat Idul Adha di Masjid Raya Al-Bantani ini,” ujarnya.
Lebih lanjut, Bapak Wagub menjelaskan beberapa hikmah penting yang terkandung dalam perayaan Idul Adha. Selain sebagai sarana peningkatan ketakwaan dan kepatuhan kepada ajaran agama Islam, Idul Adha juga menjadi momentum untuk meningkatkan semangat berkurban dan berbagi kepada sesama, sejalan dengan nilai-nilai kemanusiaan dan kepedulian sosial.
“Idul Adha juga mendorong kita untuk meningkatkan semangat berkurban dan berbagi, sebagai wujud empati dan kepedulian terhadap sesama,” tegas Bapak Wagub.
Baca Juga:
Persita Tangerang Beri Kado Terindah untuk Banten: Kemenangan di HUT ke-25!
Beliau juga menambahkan bahwa Idul Adha berperan penting dalam memperkokoh persatuan dan kesatuan umat Islam, khususnya mengingat pelaksanaan ibadah haji yang sedang berlangsung di Tanah Suci. Bapak Wagub mengajak seluruh jamaah untuk memanjatkan doa bagi kelancaran ibadah haji para jamaah dari Provinsi Banten, semoga ibadah haji mereka menjadi ibadah yang mabrur dan maqbul di sisi Allah SWT.
Sholat Idul Adha di Masjid Raya Al-Bantani diimami oleh KH. Yusuf Mas’ud, dengan bertindak sebagai khatib Prof. Dr. KH. E. Syibli Sarjaya, dan Bilal Erli Sukanda. Dalam khutbahnya, Prof. Syibli memaparkan berbagai hikmah ibadah kurban, di antaranya: keutamaan pahala yang melimpah ruah (setiap helai bulu hewan kurban akan dibalas dengan kebaikan), sebagai ibadah yang sangat dicintai Allah SWT, dan sebagai manifestasi syiar Islam.
“Ibadah kurban juga mengingatkan kita akan ujian dan kecintaan Allah SWT kepada Nabi Ibrahim AS, sebagaimana termaktub dalam Surat Ash-Shaffat ayat 102-107, serta sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama,” papar Prof. Syibli.
Prof. Syibli mengajak seluruh jamaah untuk menjadikan Idul Adha sebagai momentum untuk mempererat tali silaturahmi, memperkuat ukhuwah Islamiyah, dan membangun solidaritas serta persaudaraan di antara sesama.
Baca Juga:
Sosrokartono: Bukan Hanya Kakak Kartini, Tapi Juga Sarjana Pertama yang Membangun Negeri!
“Semoga Idul Adha ini menjadi sarana untuk saling menyayangi dan bahu membahu, bagaikan satu tubuh yang utuh, di mana jika satu bagian merasakan sakit, maka seluruh bagian tubuh akan merasakannya,” pungkas Prof. Syibli.
















