BALI – Pulau Dewata tak hanya terkenal dengan keindahan alamnya, tetapi juga menjadi sorotan atas proyek strategis nasional Pengembangan Bali Maritime Tourism Hub (BMTH) senilai Rp1,2 triliun yang saat ini tengah diawasi ketat oleh Kejaksaan Agung. Jaksa Agung Muda Intelijen (JAM-Intel), Reda Mantovani, memberikan apresiasi atas kerjasama dalam proyek tersebut.
Dalam exit meeting di Bali, JAM-Intel menekankan pentingnya pengamanan proyek oleh Direktorat IV (PPS) Kejaksaan Agung, mencakup pengamanan personil, materiil, dan koordinasi untuk mencegah hambatan birokrasi dan praktik pungli.
Baca Juga:
Jeddah Memanas: Ratusan Jurnalis Buru Berita dari Grup Neraka Kualifikasi Piala Dunia
“Pengamanan pembangunan strategis bukan sekadar kegiatan administratif, melainkan upaya bersama untuk memastikan proyek berjalan Tepat Waktu, Tepat Mutu, dan Tepat Sasaran,” tegas JAM-Intel. Ia juga mengingatkan pentingnya integritas dan profesionalisme, serta menjauhi praktik transaksional bagi seluruh pemangku kepentingan, termasuk PT Pelindo dan internal Kejaksaan. Pengamanan, lanjut JAM-Intel, tak menghapuskan tanggung jawab hukum individu untuk mencegah penyimpangan dan penyalahgunaan wewenang.
Direktur IV, Setiawan Budi Cahyono, melaporkan bahwa Tim PPS mengawal pekerjaan pengerukan alur dan kolam Pelabuhan Benoa oleh PT Pelabuhan Indonesia (Persero).
Baca Juga:
Serang Bergema: Lomba Seru Rayakan Hari Bhayangkara ke-79!
“Ini bukan akhir, tetapi cambuk bagi kita untuk terus meningkatkan kualitas pengamanan ke depan,” ujarnya. JAM-Intel berharap proyek ini berjalan adil, bermanfaat, dan memberikan kepastian hukum.
















